
Keduanya saling menyesap dan menghi#sap bibir,ciuman Akbar makin menuntut,Vivi yang sudah kehabisan nafas lalu melepaskan ciumanya,dan langsung menghirup udara banyak banyak,ciuman Akbar lalu menuju ke leher Vivi dan turun lagi ke pundaknya.
Saat cuman Akbar mau makin turun lagi,Vivi langsung menyetopnya.
"Mas,,udah setop,ini sudah siang,nanti kita telat,"sambil Vivi mengusap kepala Akbar.
Akbar langsung mendongakkan wajahnya,"Iya,"sambil tersenyum.
"Aku mandi dulu yah,,"sebelum pergi Akbar mencium bibir Vivi dulu.
Vivi tersenyum melihat tingkah Akbar,Vivi menuju lemari ,sambil Vivi memegang bibirnya,karena Bibirnya masih merasakan ciuman Akbar.
Selesai pake baju,Vivi menyiapkan baju untuk Akbar,lalu Vivi keluar kamar untuk sarapan.
"Sayang,,,udah selesai belum sarapan nya,,?"tanya Akbar saat keluar dari kamar.
"Sudah Mas,,"Vivi baru saja cuci piring yang kotor.
"Ya udah yuk berangkat,,"Vivi dan Akbar lalu bersiap,keduanya memakai jaket tebalnya.
Keduanya sambil bergandengan tangan menuju rumah sakit.
"Sayang,,besok kalau Aku libur,kita belanja yah,kita cari oleh oleh buat orang rumah,"
"Iya Mas,Vivi juga mau cari oleh oleh buat yang di klinik,"
"Iya,,,"
Sampai di rumah sakit Akbar menyuruh Vivi masuk,setelah Vivi masuk Akbar pun pergi,dan Akbar sebelum pergi berpesan pada Vivi untuk menunggunya, Vivi ngga boleh pulang sendiri.
Vivi mengikuti seminar ke dua,dan sekarang Vivi sudah ada teman,dari Brunai bernama Dokter Sifa,sedang dari Singapura Dokter Bram.
__ADS_1
Akbar di ajak Jen pergi ke cafe untuk makan siang dulu karena hari ini pulang cepat,tapi Akbar tidak mau karena ingin menjemput Vivi lebih cepat,dan akan menghabiskan waktu berdua cukup lama.
"Kamu kenapa Jen,,?"tanya Jek saat melihat Jen terlihat BT melihat Akbar yang pergi.
"Akbar tuh nyebelin banget tau ngga sih Jek,Aku tuh kurang apa sih,Apa Aku kurang cantik,kenapa Akbar susah banget di deketin,"
"Kamu itu Cantik Jen,sangan cantik kok,udah jangan pikirin Akbar ,lebih baik kita jalan aja yuk mumpung kita pulang ceper ,"
"Ya udah yuk,Aku juga lagi malas pulang
ke rumah,"Jek dan Jen lalu pergi bersama menggunakan mobil Jen.
Akbar jalan dengan cepat,karena ingin buru buru Samapi,Akbar tidak ingin Vivi menunggu seperti kemarin.
Sampai di rumah sakit Akbar menunggu Vivi di loby,sambil menikmati coklat hangat Akbar duduk.
Tidak Lama Vivi datang bersama Sifa dan Bram,Vivi sudah melihat Akbar yang sedang duduk lalu tersenyum senang.
"Vi kamu kenapa senyum gitu,?"tanya Sifa.
"Kamu di jemput sama siapa Vi,?"tanya Bram.
"Sama sodara kamu yang kemarin Vi,,?"tanya Sifa juga,Vivi mengangguk.
"Mana Dia,,"Vivi lalu memberi tau nya,Sifa dan Bram pun melihat Akbar yang sedang tersenyum ke arah Vivi.
"Apa sudah lama menunggu Mas,,?"
"Belum,baru 20 menit,,"jawab Akbar.
"Oh,,Mas ini kenalin teman Vivi,ini Dokter Sifa dari Brunai dan ini Dokter Bram dari Singapura,"Akbar lalu menjabat tangan mereka.
__ADS_1
"Senang kenal kalian,,ya udah kita duluan yah,,"kata Akbar sambil mengambil tas gendongnya.
"Iya Silakan,,"
Vivi lalu pamitan juga pada Sifa dan Bram,karena pulang duluan.
Akbar lalu menggandeng tangan Vivi untuk keluar rumah sakit.
"Dokter Sifa,,mereka sepertinya bukan sodara tapi mereka seperti sepasang kekasih,"
"Saya ngga tau,tapi melihatnya iya sih,"jawab Sifa.
Akbar dan Vivi bergandengan tangan menuju apartemen,tapi Akbar mengajak Vivi untuk beli makanan di luar dulu.
"Apa Mas ngga terlambat nanti,?"
"Ngga,,Aku masih ada waktu 3 jam untuk istirahat,"Vivi hanya mengangguk.
"Kita beli yang hangat hangat yah,"
"Iya Mas,,"
Setelah beli makanan,keduanya berjalan menuju apartemenya.
"Jek,,bukanya itu Akbar,dia bersama siapa,,"Sambil Jen berfikir.
"Iya itu Akbar,,"jawab Jek ,Jeni mengantarkan Jek ke apartemen nya,tapi melihat Akbar yang sedang bersama Vivi.
"Oh iya,,Akbar bersama sodaranya,"kata Jen setelah mengingatnya.
"Sodara,,bukanya itu pacarnya Akbar yah,"
__ADS_1
"Apa Pacar,,,"Jen terlihat kaget,Jek mengangguk.
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..