Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Sudah Sadar Di Bohongin


__ADS_3

Tiya sudah pulang bersama Torik,Vivi lalu mengajak Akbar ke kamar karena sudah jam 9 malam,keduanya lalu masuk ke kamar mereka.


"Mba,,makasih yah sudah jagain Fatir,,mba udah boleh keluar,"saat Vivi dan Akbar di luar,ada mba di kamarnya karena untuk menemani Fatir.


"Iya Bu,,,"Mba pun keluar.


Vivi lalu ke kamar mandi untuk bersih bersih,Akbar sudah naik ke kasur ,duduk sambil bersandar di sandaran ranjang.


Akbar rupanya termakan omongan Tiya,Akbar jadi membayangkan kalau perut Vivi sobek lagi dan takut Vivi kesakitan seperti saat lahiran.


"Kamu kenapa Mas,,kok ngelamun gitu,ada masalah di kantor,,?"Akbar menggeleng.


"Yang,,emang perut kamu bisa sobek lagi yah,,"Vivi yang dengar perkataan Akbar tersenyum sambil geleng geleng kepala.


"Kamu tuh Mas katanya pengacara ternama tapi ya kok masih bisa di kerjain sama adik sendiri,,"


"Maksudnya apa di kerjain adik,,"


"Ya kamu di bohongin sama Tiya,mana ada sih Mas perut kok ya bisa sobek lagi cuman gara gara bagian bawahnya di tusuk,,"Vivi sambil tersenyum bicaranya.


Akbar mencerna perkataan Vivi,,"Kurang asem Mas di kerjain anak kecil,, Tiya awas kamu nanti,Mas akan balas,,"


Vivi sambil tersenyum menuju Fatir di dalam boxnya,Vivi lalu menyelimuti Fatir.


"Yang,,kalau gitu Mas bisa dong buka puasa,,"sambil menarik turunkan kedua alisnya .

__ADS_1


"Harusnya belum Mas,,soalnya obat kan baru masuk ke tubuh Vivi,nanti kalau Mas tetap melakukanya kalau Vivi hamil gimana,,?"Akbar diam lagi sambil berfikir.


"Ya udah Mas buang di luar deh,yang penting ini adik Mas masuk ke kandangnya,dia sudah kedinginan selama 40 hari,pengin di hangatkan katanya,,"


"Alah bo'ong ,,nanti bilangnya lupa cabut,"


"Ngga,,Mas janji,mau yah,,hemm,,"sambil memeluk dari belakang.


"Tapi janji yah keluarin di luar,"


"Iya janji,,"Vivi lalu mengangguk.


.Akbar langsung sangat senang,Akbar mengajak Vivi ke kasur,sampai di kasur Abang yang sudah tidak tahan langsung saja melepaskan daster yang Vivi pakai.


Vivi hanya pakai dalaman saja,Dada Vivi sekarang makin besar karena ada ASI .


"Mas,,jangan di buka,nanti ASI nya bocor,"Akbar jawab Iya,Akbar hanya menciumi dada yang menyembul dari bungkusnya.


Tangan Akbar sambil menarik kain segi tiga yang masih di pakai Vivi,dan kain itu pun terlepas.


Jari tangan Akbar mengusap usap inti tubuh Vivi,dan bibir Akbar membuat tanda di perut Vivi.


"Mass,,,eeemmm,,,"tangan Vivi ada di rambut Akbar sambil menjambak pelan.


"Enak sayang,,hemmm,,?"Akbar sambil menciumi bibir Vivi saat bibir Vivi mengeluarkan suara kenikmatan.

__ADS_1


"Emm,,enak Mas,,"Akbar tersenyum lalu mencium kening Vivi.


"Mas masukan sekarang yah,"


"Tunggu,,Vivi mau main dulu sama adik Mas,"


"Baiklah ,,"Akbar buru buru melepaskan celananya.


Setelah adik Akbar terlihat,Vivi bangun dan duduk di pinggir kasur,Akbar berdiri,Jadi Vivi langsung bisa memainkan adik Akbar dengan mulutnya.


Akbar merasa melayang,karena permainan mulut Vivi sungguh nikmat.


"Terus Yang,,iya uuhhhh,"Akbar juga ikut menggerakan pinggulnya.


Setelah 10 menitan,Akbar meminta udahan karena miliknya sudah berkedut,takut keluar di mulut Vivi.


"Sudah sayang,,,kamu tiduran yah,,"Vivi tiduran,dan kedua kakinya di letakan di pundak Akbar.


Akbar mendorong miliknya dengan pelan,karena Vivi melahirkan sesar jadi miliknya masih sangat sempit,Akbar sampai merinding karena merasa nikmat miliknya masuk ke dalam inti tubuh Vivi.


Akbar mendiamkannya dulu,Akbar ingin menikmati rasa hangat di miliknya.


"Sayang,,,ini gila,,hangat dan nikmat,,"lalu Akbar dengan pelan mengerjakan pinggulnya,tapi baru dua gerakan maju mundur terdengar suara...


Oeeee,,,oooeeeee,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2