Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Tiya Sedih


__ADS_3

Tiya di kamar mandi diam cukup lama setelah mandi,Tiya rupanya baru saja melihat celananya yang ada noda merah sedikit dan itu menujukan biasanya kalau dirinya datang bulan.


Tiya memang seperti itu setiap datang bulan pasti akan merasa sedih,karena Tiya sudah sangat ingin hamil,Tiya melihat Iza yang sebentar lagi melahirkan dan kak Vivi yang sudah punya Fatir membuat Tiya sedikit iri.


Torik padahal selalu menghiburnya dan tidak mempermasalahkannya,tapi sebagai wanita Tiya juga ingin seperti wanita lainya ,hamil dan punya anak.


"Sayang,,,kamu sudah selesai belum,,ini sudah siang,,Mas juga mau mandi nih,,"Torik mengetuk pintu kamar mandi,Tiya langsung sadar dan menjawab Iya.


Tiya keluar dari kamar mandi,Torik melihat wajah Tiya yang terlihat sedih.


"Kenapa,,kok selesai mandi wajahnya kaya sedih gitu,,ada apa,hemm,,"Tia tersenyum dan menggeleng,Tiya tidak mau bicara kesedihannya.


"Ya udah Mas mandi dulu yah,"Torik masuk ke kamar mandi,dan Tiya memakai bajunya .


Torik dan Tiya sudah rapi,Keduanya menuju meja makan,dan mereka hanya sarapan roti bakar dan segelas susu hangat.


"Ayo berangkat,,"


"Iya Mas,,"


Tiya belum ada mba yang menginap di rumahnya hanya ada mba di hari Sabtu dan Minggu saja yang pulang pergi,karena rumah selalu kosong jadi tidak begitu kotor,jadi hanya seminggu sekali ada mba nya.


"Mas,,Antar Tiya ke rumah kak Vivi yah,Tiya pengin ke sana,,"


"Tumben pagi pagi ke sana,ada apa,,kamu ngga kerja,,?"


"Ngga ada apa apa,cuman pengin ngobrolin kerjaan bentar,nanti Tiya ke rumah sakit naik taxsi aja,,"


"Ya udah kalau gitu,nanti kabarin Mas yah kalau sudah di rumah sakit,"

__ADS_1


"Iya Mas,,"


Mobil melaju rumah Abang Akbar,sekitar dua puluh menit mobil Torik sampai,Abang juga baru keluar dari rumahnya dan mau berangkat.


"Pagi Bang,pagi Kak,,"


"Pagi,,tumben pagi gini ke sini,?"tanya Abang.


"Eemm pengin ngobrol sama Kak Vivi,,"sambil tersenyum dan cium tangan ke pada dua kakanya.


"Pagi Bang,,kak,,"Kata Torik,,Abang dan Vivi menjawab Pagi.


"Kak Tiya katanya pengin main,maaf kalau merepotkan,"


"Ngga papa,biar Kaka ada temanya,,"


"Kalau gitu Torik pergi dulu ya Kak Bang,,"


Torik cium kening Tiya dulu,setelah itu naik mobilnya dan pergi membawa mobilnya.


"Ya udah mas berangkat yah sayang,,"Abang cium bibir Vivi sekilas.


"Iih,, Mas kamu tuh ada Tiya juga,,"


"Ngga papa,ngapain malu sih,dia juga udah nikah,,ya Kan kak,"Tiya tersenyum.


Torik menjalankan Mobilnya,Tiya dan Vivi masuk ke dalam rumah.


Tiya langsung menggendong Fatir yang sudah terlihat montok,"Kak Fatir lucu banget sih,,gemes gini pipinya montok,,"

__ADS_1


"Iya,,sekarang emang makin berat,"


Sekarang Fatir sudah ada Suster,Akbar meminta pada Vivi untuk menyetujuinya karena Akbar ngga mau ke ganggu kalau sedang ingin ninu ninu.


"Kak,,Fatir pake suster,,katanya Kaka bilang pengin urus sendiri,,?"Tiya bertanya .


"Ini tuh ingin nya Abang kamu,katanya kalau malam ngga mau begadang ,,"


"Alah Abang bilang aja ngga mau di ganggu kalau sedang enak enak,,"Vivi tersenyum karena memang itu utama dari adanya suster.


"Kamu ada apa,ngga mungkin kamu pagi pagi ke sini dan ngga datang ke rumah sakit tanpa ada sesuatu ,,kamu bukan orang yang malas malas an soalnya,,?"


"Ngga ada apa apa kok kak,Tiya cuman lagi sedih,"


"Sedih kenapa,kamu berantem sama Torik,?"Tiya menggeleng.


"Lalu,,,"


"Tiya datang bulan lagi Kak,, Tiya kok ngga hamil hamil,,"Vivi langsung tau.


"Yang sabar,,Kaka dulu seperti kamu,tiap datang bulan nangis dan sedih,tapi mau gimana lagi kalau Tuhan belum kasih,kamu harus sabar sayang,,"


Tiya memang kalau ke rumah Vivi pasti selalu merasa tenang karena wejangan wejangan Vivi,karena mamah jauh jadi Vivi lah yang selalu jadi tempat curhatnya.


"Soalnya kemarin Tiya sudah senang telat lima hari kak, makanya Tiya kira lagi hamil, ternyata tadi pagi celana Tiya ada noda merahnya,jadi Tiya sangat sedih,Tiya aja ngga bilang ke Mas Torik dulu,tapi ternyata hasil nya begini,,"


"Apa noda darahnya banyak,,?"sambil Vivi mengambil tangan Tiya untuk di periksa denyut nadinya.


"Ngga kak,,cuman dikit,,,"Vivi mengangguk.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2