Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Putri Yang Cantik


__ADS_3

Beni membawa mobilnya dengan cepat menuju rumah sakit,ini sudah jam 11 malam jadi jalanan tidak macet.


Iza di bawa ke rumah sakit karena sudah pembukaan Dua,Papah duduk di depan sedang Mamah menemani Iza di belakang.


"Mah,,sakit Mah,,"


"Iya sayang ,,sabar yah,,kita sebentar lagi akan sampai,,"Mamah sambil mengusapi Pinggang Iza yang sakit.


Karena baru pembukaan dua jadi sakitnya kadang datang kadang hilang,mobil sudah sampai di rumah sakit,Beni membantu Iza turun dari mobil,papah mengambil kursi roda.


Karena semua suster dan perawat sudah kenal Papah dan Mamah,jadi di rumah sakit semuanya langsung paham dan masih menghormati Papah dan mamah.


Setelah Iza duduk di kursi roda,Beni mendorongnya masuk ke dalam mengikuti arahan mamah,Sedang papah mendaftar kan Iza ke suster penjaga di depan.


"Dokter Dinda,,kok disini,,?"


"Hai Dok,,iya ini Iza mau melahirkan,,"


"Oh Iza mau lahiran,,ayo kita periksa langsung,"Lalu si dokter mengarahkan Iza ke ruang bersalin.


"Iza naik ke ranjang yah biar saya periksa dulu,"


Iza di bantu Beni naik ke ranjang pasien,lalu Iza di periksa dan sudah pembukaan 3.


Setelah di periksa si Dokter keluar dari ruangan Iza,dan menunggu sampai pembukaan 10.


Mamah dan Papah duduk sambil menelfon Akbar dan Tiya mereka memberi kabar tentang Iza yang akan melahirkan,sedang Beni menemani Iza.


"Mas,,,,sakittt,,,,"sambil mencengkram lengan Beni.


"Iya Sayang,,sabar yah,,,"sambil tangan satunya mengusapi kening Iza.

__ADS_1


"Masss,,,uuuhhh,,,uuuhhh,,"Iza sambil membuang nafasnya.


"Mas usapin punggung ku Mas,,"Beni langsung mengusapinnya.


Iza masih terus kesakitan,dan makin ke sini kesakitannya makin sering.


"Mah,,Iza sampai kapan kaya gini,,Beni ngga tega,,"kata Beni akhirnya bertanya.


"Sabar,,nanti tunggu sampai pembukaannya Samapi 10,"


"Apa lama Mah,,"


"Ya bisa lama bisa juga cepat,,"


Beni sambil mengusapi keringat Iza dan juga mengusapi pinggangnya,dengan rasa kasihan karena Iza terus kesakitan.


Mamah dari tadi mencoba menelfon Akbar dan Tiya tapi tidak di angkat,karena ini sudah malam jadi mereka pastinya sudah tidur,tapi Mamah mengirim pesan agar besok pagi saat Akbar dan Tiya buka hp bisa tau kalau Iza mau lahiran.


"Iza sudah pembukaan 9,sebentar lagi mau lahiran,,"


"Apa ngga bisa sekarang aja Dok,,?"tanya Beni.


"Ngga bisa,harus sampai 10,,kecuali kalau Iza mau operasi Cesar,,bisa di lakukan dari tadi,"


"Tapi saya sudah ngga tega lihatnya,,"Si Dokter tersenyum.


"Iza mau operasi Cesar,?"tanya Dokter ke Iza.


"Ngga Dok,Iza mau normal aja,,"


"Tapi masih ada tenaga buat ngedan kan,,"Iza mengangguk.

__ADS_1


Saat sedang bicara,tiba tiba Iza mengeluarkan cairan,dan itu air ketuban.


"Ini air ketubannya udah keluar Dok,"Iza berkata.


"Oh,,iya,,ayo kita lakukan sekarang,,"


Dokter lalu memanggil suster untuk menyiapkan semuanya,Papah dan Mamah keluar dan menunggu di luar,Beni tetap di dalam menemani Iza.


Dokter memberi arahan agar Iza mulai mengedan,Beni terus memberi semangat ,sebenarnya Beni tidak tega dan takut,tapi karena ngga tega Iza sendiri Beni tetap menemaninya.


"Ayo,,Iza,,ini sudah kelihatan rambutnya,,ayo,,ayo,,,yang kuat ,terus,,,,terus,,,"


"Ayo sayang,,kamu pasti bisa,,"


"Aaaaaaaaaa,,,,"Iza mengeluarkan semua tenaganya,dan akhirnya..


Oeeee....oooeeeee.....


Dokter langsung membawa si bayi ke Iza,dan di letakan di dada Iza.


"Selamat Yah,,anak Iza cewek,,dan sangat cantik,,,"Iza menangis bahagia karena sudah melahirkan putri kecilnya dengan normal.


Beni tersenyum dan mencium kening Iza,"Sayang,,terimakasih,,kamu telah memberikanku putri yang sangat cantik,,"kata Beni.


Lalu suster mengambilnya untuk di bersihkan,Beni langsung ikut karena mau di azani.


Iza di bersihkan oleh Dokter dan suster lainya,setelah semua bersih Iza di bawa ke ruang rawat,Beni bersama Mamah dan Papah baru saja dari ruang bayi untuk melihat cucu cantiknya.


Iza rupanya tidur,ketiganya lalu duduk di sofa,Beni yang tadi ikut tegang sekarang merasa cape,Beni tertidur di sofa sambil duduk,Papah di sofa panjang,sedang Mamah tetap bertahan membuka matanya karena takut Iza bangun.


"Ya Tuhan,,terimakasih karena Aku sudah mendapatkan cucu lagi,semoga nanti anaknya Tiya juga lahir dengan sehat,,Aku sangat bahagia ya Tuhan,,"Sambil duduk dekat Iza dan menatapnya.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2