
Akbar membuka kancing baju Vivi karena ingin melihat luka di boba nya Vivi.
Saat Akbar melihat boba nya merah merasa menyesal.
"Maaf yah,pasti ini sakit,,"sambil jari Akbar mengusapnya,itu membuat Vivi justru merasa geli.
"Sudah Mas,,nanti Vivi kasih salep juga sembuh,"Sambil Vivi menyingkirkan jari Akbar di boba nya karena Vivi benar benar merasa geli.
"Mas Ada salep luka,tunggu Mas ambil dulu,biar cepat sembuh,"Akbar langsung bangun dan menuju koper.
Sedang Vivi buang nafas,malah Akbar punya salepnya,padahal Vivi tidak mau di sentuh lagi karena merasa geli.
Akbar mencuci tanganya setelah menemukan salepnya,lalu mendekat ke Vivi.
"Sinih Mas kasih salep dulu,"
"Biar Vivi aja mas,, sinih salepnya,"
"Udah Mas aja,Mas udah cuci tangan kok,"Akbar lalu menurunkan pembungkus dada Vivi.
Jari Akbar lalu di beri salep,setelah itu di oleskan ke boba Vivi dengan pelan,Akbar juga sambil meniupnya dengan pelan.
Vivi tidak merasakan perih tapi merasakan geli geli gimana,Vivi menggigit bibirnya bukan menahan sakit tapi karena menahan sensasi yang di lakukan Akbar pada Boba nya.
Akhirnya kedua Boba Vivi sudah di beri salep,Vivi buru buru menutupnya,karena malu kalau Akbar terus melihatnya.
"Sayang,,nanti kita jalan jalan yuk,,Mas pengin lihat suasana malam di Brunai,,"
"Iya,,nanti sekalian kita cari makan,banyak makanan enak loh Mas di sini,"
"Siap,,nanti kita sekalian makan malam di luar"
__ADS_1
"Tapi nanti ke kos kosan Vivi dulu yah,Vivi mau ganti baju ,"
"Iya,,"
Keduanya sekarang menikmati cemilan,sambil mengobrol.
"Mas kok bisa masuk ke kantin rumah sakit sih,itu kan khusus Dokter sama suster saja,"
"Mas di bantu Sifa,,"
"Sifa,,kok bisa,mas punya kontak telfonya Sifa"
"Ngga,,Mas DM Sifa,lalu Sifa mau bantu,jadi Mas bisa dengan mudah masuk ke kantin,"
"Oh gitu,,Mas udah lama komunikasi sama Sifa,,?"
"Belum,,baru seminggu,,saat Mas sudah ada rencana buat ke sini,baru Mas cari media sosialnya Sifa,"Vivi mengangguk.
"Tadi setelah Mas sudah duduk Sifa langsung pamit pergi,katanya mau ketemu teman di luar rumah sakit,,"
"Oh gitu,,"
"Sifa sudah punya pacar belum Yang,,?"
"Ngapain Mas nanya gitu,,?"sambil mata Vivi melotot,Akbar yang melihatnya malah tersenyum.
"Iih,,malah tersenyum sih,,jawab ngga,,?"
"Mas tanya tuh cuman nanya biasa aja sayang,,soalnya tadi waktu mau pergi bilangnya mau ketemu teman tapi Mas lihat kaya mau ketemu pacar gitu,"
"Bener yah,,Mas ngga bohong,,"
__ADS_1
"Iya bener,,cinta Mas cuman untuk kamu seorang,hanya ada Vivi di hati Mas dan itu selamanya,,"lalu Akbar mencium kening Vivi.
Vivi tersenyum senang lalu memeluk Akbar dari samping,karena posisi mereka sedang duduk di sofa.
Jam berlalu,sekarang sudah jam 5 ,Vivi dan Akbar akan pergi ke kos kosan Vivi.
Akbar dan Vivi terus saja bergandengan tangan,sampai bawah Akbar dan Vivi naik taxsi.
Sampai kos kosan Vivi,Akbar di suruh masuk ke dalam,kos kosan nya cukup besar,karena kamar mandi dan dapur ada di dalam.
"Sayang,,ini mahal ngga sebulanya,,?"tanya Akbar sambil melihat lihat ke setiap ruangan.
"Kalau uang Indonesia cuman 2,3 j mas,,"Akbar menganggukan kepalanya,Akbar lalu tiduran di kasur Vivi,sedang Vivi mandi sekalian,biar segar.
Sekitar pukul 7 malam,Akbar dan Vivi berangkat jalan jalan untuk menikmati indahnya kota saat malam hari.
Sambil bergandengan tangan keduanya menyusuri jalan sambil melihat lihat ke banyaknya penjual makanan.
"Sayang,,kita ke Restoran aja yuk,Mas udah laper nih,,nanti selesai makan kita lanjut lagi jalan jalan nya,,,"
"Iya Mas,,"
Keduanya masuk ke restoran,saat baru masuk keduanya berpapasan dengan orang yang mereka kenal.
"Kalian,,,"
"Sifa,,,kamu kok bisa sama,,,,,"
***Kira kira Sifa sama siapa yah,,lanjut bsk..
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih***..
__ADS_1