Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Isengin Beni


__ADS_3

Malam harinya Tiya dan Torik bersiap pergi ke rumah Mamah Dinda,karena besok acara Aqiqah anak Iza.


"Mah Pah,,kita pergi dulu yah,,"


"Iya hati hati,, Mamah sama Papah besok ke sananya pas acara yah,,"


"Iya mah,,"jawab Tiya.


Setelah Tiya dan Torik pamitan,keduanya berangkat langsung,karena di jalan tidak macet jadi hanya 25 menit sudah sampai.


Keduanya masuk,di ruang keluarga semuanya sedang kumpul,Mamah sedang memangku Jani.


"Malam semuanyaa,,,"kata Tiya sambil cium tangan ke semuanya.


"Malam,,"jawab semuanya.


Tiya lalu duduk di dekat mamah yang sedang memangku Jani.


"Kalian sudah makan malam belum,,?"


"Sudah Mah,tadi sebelum ke sini kita sudah makan,,"


"Mah,,Kaka mau gendong Jani dong,,"


"Ini,,"Mamah lalu meletakan di pangkuan Tiya.


Abang lalu mengajak para laki laki merokok di teras belakang,Papah tidak merokok tapi ikut mengobrol,di ruang keluarga tinggal para perempuan.


"Tiya besok kalau ke Surabaya mau bareng Kaka ngga,,?"tanya Vivi.


"Kaka hari apa pulangnya,,?"


"Tiga harian lagi,soalnya Abang ada kerjaan,"


"Oh,,nanti Tiya tanya Mas Torik dulu ya kak,"Vivi jawab iya.


"Kak,,Dedenya udah gerak belum,,?"tanya Iza.


"Belum,,ini kan belum 4 bulan Dek,,"


"Tapi dah kelihatan besar ya kak,,"

__ADS_1


"Iya ,,orang ada dua ya pasti cepat kelihatan besarnya,,"


"Buat acara besok sudah siap semuanya Mah,?"


"Sudah,,semuanya mamah pesan,dari bingkisan sama makanan nya,"


"Oh,,emang undang berapa orang,,?"


"Ngga banyak,,cuman 100 ,anak yatim sama anak panti asuhan,,"Tiya mengangguk.


"Mamah udah siapkan amplopnya belum buat mereka,"


"Sudah,,kenapa emangnya,,?"


"Tiya mau nitip kasih ke dalam amplopnya,,tapi ngga banyak,bisa ngga mah,,"


"Bisa aja,,uangnya udah ada belum,,?"Tiya tersenyum.


"Belum sih Mah,,besok pagi Tiya suruh Mas Torik ambil ke Bank aja,,"


"Emang mau kasih berapa,,?"


"10 juta aja,"


"Oh ya udah Pinjam punya mamah aja dulu kalau gitu,nanti Tiya tranfer ke mamah,,gimana,,"


"Iya boleh,,"


"Kaka nanti mau acara 4 bulanya di mana,,?"tanya Vivi.


"Ya di Surabaya mungkin,,"


"Kok di sana sih Kak,,Iza ngga janji bisa datang kalau di sana,,"


"Ya ngga papa,yang penting doanya,kalau Kaka yang ke sini,kasihan anak Kaka bolak balik naik pesawat,,"


"Iya juga emang sih,,berarti Mamah sama Papah ke Surabaya dong,,?"


"Ya iya lah Dek,,masa Kaka mau repot mamah sama papah ngga datang,emang kenapa,,?"


"Masa Iza di tinggal ,,"

__ADS_1


"Kan ada suami kamu,,ada mba,,mana ada sendiri sih,,"Iza cemberut.


Vivi dan Mamah tersenyum melihat Iza dan Tiya berdebat.


Sekitar jam 9 Iza mengajak Jani ke kamar,karena Iza sudah mengantuk,Mamah ikut mengantar Iza,Fatir pun sama sudah mengantuk Vivi masuk ke kamarnya juga.


Tiya yang sendiri langsung ikut gabung ke para laki laki,"Kok kesini,,di sini banyak Asep rokok Kak,,"Papah langsung bicara saat melihat Tiya datang.


"Tiya sendirian,semua sudah masuk kamar,"


"Ya Kaka tinggal masuk kamar aja Sanah,,ngga baik buat kandungan Kaka,,"


"Ngga mau kalau sendiri,,"


"Eelleh ngomong aja sih Kak kalau mau ajak Suami kamu masuk kamar,"kata Abang.


"Hehe,,kok Abang tau,,"


"Tau lah,,udah Sanah Rik masuk kandang,,"Torik hanya tersenyum,lalu Torik mematikan rokoknya.


"Enak aja kandang,emang Tiya sama Mas Torik kambing,,"Sambil memonyongkan bibirnya ke Akbar,Akbar tersenyum.


Setelah itu Tiya dan Torik masuk ke kamar,Tiya ganti baju agar tidurnya nyaman.


"Mas,,usapin perut Tiya dong,,"


"Sinih,,"Tiya langsung tiduran dan mengusap perut Tiya,keduanya sambil mengobrol.


Mamah mencari papah,dan menyuruh Papah masuk kamar karena sudah malam juga,sekarang tinggal Beni dan Akbar.


"Dingin banget sih ya Bar,,"


"Iya,,dingin dingin gini enaknya peluk istri Ben,,"Akbar yang emang iseng, rupanya sengaja Manas manas sin Beni,karena sedang puasa.


"Iya,, Aku tau kamu pasti sedang meledekku kan ,,"Akbar tertawa.


"Emang dasar kurang asem kamu,,"


"Sukurin,emang enak,,40 hari men,,,kemarin Aku aja puasa nunggu sampai 40 hari,rasanya Ben,, sudah lama ,kepala nytnyutan kalau LG pengin tapi ngga di salurkan,,"Beni langsung buang nafas karena tidak bisa membayangkan.


"Aku mau masuk kamar juga ah,,dingin gini enaknya peluk istri ,"sambil bangun ninggalin Beni sendiri.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2