Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Bram Dan Frengki Bertemu


__ADS_3

Frengki lalu menuju ruang Dokter yang telah memberikan izin pada Jihan.


"Pagi Pak,,silakan duduk,apa ada yang bisa saya bantu,,?"tanya Dokter pada Frengki saat Frengki masuk ke dalam ruangan nya.


"Saya Frengki ,dan saya ingin bertanya tentang pasien yang bernama Jihan ,saya di sini selaku temanya,kenapa Dokter memberi izin pasien untuk pergi dari rumah sakit,padahal Jihan itu lukanya masih parah,"


"Oh tentang nona Jihan,iya Pak saya juga sudah melarangnya untuk tidak pergi dulu karena lukanya masih cukup Parah,tapi dia bersikeras ingin tetap keluar dari rumah sakit ini,"


"Harusnya Dokter tetap tidak memberinya izin dulu,karena ini sangat beresiko untuk si pasien sendiri,"


"Iya Pak saya juga tau,tapi nona Jihan terus saja memaksa untuk keluar dari rumah sakit ini,dan dia terus memohon sampai menangis,karena kata nona Jihan dirinya tidak ingin jadi beban juga tidak ingin merusak hubungan dari temanya sendiri,itu yang nona Jihan katakan pada saya,tapi bapak tenang saja,Nona Jihan sekarang sudah sampai di rumah sakit yang cukup bagus ,tadi saya sudah telfon dengan Dokter rumah sakitnya,"Frengki yang mendengar kata beban dan tidak ingin merusak hubungan temanya,sudah faham di arah kan Jihan untuk siapa.


"Di mana rumah sakitnya Dok,saya akan ke sana,,"


"Maaf Pak,,nona Jihan melarang Saya memberi tau di mana rumah sakit tempatnya di rawat,,jadi saya tidak akan memberi tau bapak,"


"Apa,,ngga mungkin Dok,,Dokter pasti bohong kan,Dokter jangan main main,saya itu kuatir padanya,Jihan sudah ngga punya orang tua,siapa yang akan menemaninya di rumah sakit nanti,"


"Saya ngga tau soal itu Pak,cuman Nona Jihan berpesan seperti itu,jadi saya ngga bisa memberi tau ke Bapa,,maaf,,"


"Baiklah,,Saya ngga akan tanya di mana rumah sakitnya,tapi di kota mana itu rumah sakitnya,,"Dokter tetap tidak mau memberi taunya.


"Saya juga seorang Dokter,saya juga teman nya,saya hanya ingin merawatnya saja,tidak lebih,,"sambil menunjukan kartu tanda Dokternya Frengki berkata.


Si Dokter yang melihatnya langsung bingung,antara mau kasih tau atau tidak,karena si Dokter sudah berjanji pada Jihan.


"Nona Jihan ada di rumah sakit di Singapura,"Hanya itu saja yang dokter bisa kasih tau,jelasnya di mana Dokter tidak memberi taunya.


Frengki keluar dari ruang Dokter dengan lemas, Frengki mengambil kopernya lalu meninggalkan rumah sakit.

__ADS_1


Frengki menuju Hotel di mana Akbar menginap,Frengki juga menelfon Akbar untuk menjajakan kamar dan lantai berapa Kamarnya,Saat Akbar tanya ada apa,Frengki bilang nanti akan menjelaskannya kalau sudah sampai.


Frengki tidak membaca ada pesan masuk ,Frengki tau banyak pesan tapi Frengki mengabay kan nya,Frengki naik taxsi menuju hotel.


Akbar masih bersama Vivi,Vivi hari ini masuk siang jadi Vivi belum berangkat.


"Frengki mau ke sini Yang,ada apa yah,tumben dia mau ninggalin Jihan,"


"Kita tunggu aja Frengki Mas,dia mau apa dan ada apa,,"Akbar hanya mengangguk.


Frengki sudah sampai di hotel,Tinggal naik ke atas menuju kamar Akbar,Bram datang ke kamar Akbar karena mau pamitan.


"Bram,,ayo masuk,,"Kata Akbar.


"Ngga usah,Aku hanya mau pamit saja,Aku mau balik ke Singapura,,"


"Udah ayo masuk dulu,Vivi ada di dalam,kita ngobrol sebentar,,"Bram akhirnya masuk,rupanya Akbar ingin mempertemukan Frengki dengan Bram.


"Yuk masuk Freng,,"saat Vivi buka pintu.


"Kamu nginap di sini,,"Vivi tersenyum dan mengangguk.


"Awas Luh hamil aja nanti kamu,"


"Sembarangan,,ya ngga lah,emang kita ngapain,,udah ayo masuk,,"


Frengki ikut masuk,Vivi lalu mengenalkan Frengki pada Bram.


"Bram,,kenalkan ini Frengki,freng ini Bram teman kita dari Singapura,"

__ADS_1


Bram melihat Frengki yang terlihat gagah sedikit tersenyum,"Pantas saja Sifa jatuh cinta padanya,dia sangat tampan rupanya,,apalagi dia sudah sukses,,"dalam hati Bram.


Frengki yang tidak kenal siap Bram hanya biasa saja,dan berjabat tangan.


"Ada apa kamu ke sini Freng,terus Jihan sama siapa,,?"Frengki mau bicara tapi ada Bram merasa ngga enak,Bram yang tau lalu mau pamit.


"Bram,kamu tetap di sini,ngga papa,Freng katakan saja,Bram ngga akan ikut campur,"


"Jihan,,,Jihan pergi dari rumah sakit,"Sedikit pelan.


"Pergi,,pergi gimana maksudnya,,"kata Vivi.


"Pergi ,dan pindah rumah sakit tanpa Aku tau,"


"Kok bisa kamu ngga tau,bukanya kamu selalu jagain,,"


"Semalam Aku menginap di rumah Sifa,"Bram yang mendengar perkataan Frengki langsung lemas,"Ternyata hubungan mereka sudah jauh,tapi siapa Jihan yah,"Bram bicara dalam hatinya.


"Dan tadi pagi saat Aku balik ke rumah sakit,kamarnya sudah kosong,Aku tanya Dokter dan Dokter bilang Jihan semalam minta di pindah kan ke rumah sakit di Singapura,tapi Dokter tidak memberi tau apa nama rumah sakitnya,Jihan yang melarangnya,"


"Apa kamu tau kenapa Jihan pergi ,,?Frengki menggeleng.


"Tadi Dokter bilang,alasan Jihan pergi karena tidak mau merepotkan dan juga dia tidak mau menjadi perusak hubungan,"


"Maksudnya Jihan tidak mau merepotkan kamu dan tidak mau merusak hubunganmu dengan Sifa,,"


"Iya,,sepertinya seperti itu,,"


***Lanjut besok,,kita lihat Apakah Akbar bisa membantu Bram dan membantu Frengki ..

__ADS_1


*jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih****...


__ADS_2