
Sifa memeriksa denyut nadinya,sambil menyingkirkan rambut yang menutupi wajah wanita yang tertabrak,saat rambut sudah tidak menutupi nya,Torik kaget melihat siapa wanita itu..
"Mas,,denyut nadinya sangat lemah,,ayo bantu Aku angkat ke mobil Mas,,"Frengki lalu mengangguk,keduanya mengangkat si wanita ke dalam mobil.
"Biar Aku yang menyetir,kamu temani saja wanita itu,"kata Frengki.
Sifa lalu duduk di bangku belakang,sambil memeriksa lukanya.
"Ya Tuhan Mas,,tanganya patah,,"saat Sifa memeriksa badan wanita yang tertabrak itu,tulang tanganya di pegang seperti remek.
Frengki yang mendengarnya menengok ke belakang sekilas.
"Terus periksa,,takutnya ada luka yang parah lagi,,"Sifa menurut,dan terus memeriksa.
"Mas,,agak cepat mas,,dia makin lemah,,"Frengki lalu menginjak gas lagi,Frengki pun tidak ingin wanita itu kenapa kenapa.
Sampai di rumah sakit Frengki memanggil suster dan Perawat untuk membawakan Bankar,Lalu Perawat dan suster membantu mengangkat si wanita.
Sifa dan Frengki ikut mendorong Bankar menuju UGD,Frengki terus melihat ke wanita itu,wanita itu memakai gaun yang panjang tapi lenga nya pendek.
"Kenapa kita bertemu lagi ,dan dengan keadaan seperti ini,,kamu harus kuat,,kamu wanita kuat jadi kamu harus kuat,,"Frengki sambil melihat ke wajah wanita itu.
Perawat lalu melarang Frengki dan Sifa masuk saat Bankar sudah ke UGD.
Keduanya duduk sambil menunggu,"Mas,,ini tas milik wanita itu,kita buka yuk,biar kita bisa mengabari keluarganya,"
"Ya udah buka saja,"Sifa lalu membuka tas wanita itu.
__ADS_1
Sifa memberikan dompetnya pada Frengki,sedang Sifa memeriksa isi tasnya lagi, Frengki dengan pelan membuka dompetnya,lalu melihat KTP nya.
Frengki menatap cukup lama KTP itu,"Dia orang mana Mas,,"Frengki lalu memberikan KTP nya.
"Mas dia orang Indonesia ,"Frengki mengangguk.
"Aku mengenalnya,,"
"Mas serius mengenalnya,,sukurlah,,,kalau Mas mengenalnya,jadi kita ngga bingung untuk mengabari keluarganya,"Frengki mengangguk.
Frengki mengambil hpnya,lalu menelfon Akbar,"Halo Bar,,kamu sudah selesai makan belum,,?"
"Sudah,,ini lagi jalan jalan lagi,"
"Eemm tadi saat Aku dan Sifa pulang,kita menabrak seorang perempuan,"
"gila kamu ngomongnya Bar,,"
"Ya Aku kan tanya,,meninggal apa ngga,?
"Dia ngga meninggal tapi kritis,sepertinya lukanya sangat parah,,"
"Oh terus kamu minta bantuan ku gitu,buat bicara sama keluarganya,,"
"Iya,,tapi Aku ingin kamu kesini ,melihat orangnya dulu sebelum kamu bicara sama keluarganya,,"
"Baiklah,,Aku akan ajak Vivi juga,rumah sakit mana memangnya,,?"Frengki lalu memberi tau nama rumah sakitnya.
__ADS_1
Telfon pun mati,lalu Akbar mengajak Vivi ke rumah sakit yang Frengki kasih tau,Akbar juga menceritakan kenapa Frengki dan Sifa ada di rumah sakit.
"Ya Tuhan,,kok bisa sih ,"
"Ya namanya orang sedang apes kita mana tau kan,,"
Keduanya lalu naik taxsi menuju rumah sakit,sampai di rumah sakit Sifa dan Frengki masih menunggu dokter yang belum keluar dari ruangan UGD.
"Sifa,,,kamu ngga papa kan,,,?"Vivi langsung mendekat ke Sifa.
"Ngga Vi Aku ngga papa,tapi Aku takut,,"
"Kok bisa sih kamu nabrak,,"
"Aku ngga nabrak Vi,tapi wanita itu yang tiba tiba menyebrang,Aku ada di jalan yang benar,"
"Ya Tuhan,,apa wanita itu mabuk,,?"
"Sepertinya ngga,,karena ngga bau alkohol,tapi apa mungkin di di kejar orang sampai ngga menengok kanan kiri ya Vi,,"
"Bisa jadi,,kita berdoa saja yah semoga wanita itu ngga terluka parah,"Sifa menjawab Iya.
Frengki lalu menunjukan Identitas wanita itu ke pada Akbar,"Ini KTP wanita itu Bar,,Orang Indonesia,,"Akbar mengambilnya dan membaca nama nya,Akbar langsung melihat ke Frengki.
"Ji,,Jihan,,,"Frengki mengangguk.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1