Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Martabak


__ADS_3

Tiya pulang kerja ingin pergi ke rumah Vivi,karena Tiya merasa heran dengan datang bulanya yang hanya dua hari tapi cuman sedikit,Tiya ingin bertanya pada Vivi,karena kemarin Vivi pernah bilang ke Tiya kalau datang bulanya sedikit dan ngga lanjut suruh datang ke rumahnya.


"Mas ngga papa kan kita ke rumah Kak Vivi dulu ,?"


"Iya Ngga papa,,,,kamu kangen sama Fatir,,?"


"Iya Mas,,,"


Keduanya baru saja masuk mobil,Torik pulang kerja seperti biasa jemput Tiya,Torik langsung menjalankan mobilnya menuju rumah kak Vivi.


"Mas,,Tiya pengin martabak ,boleh beli ngga,?"


"Ya boleh,,mau martabak apa,,?"


"Martabak Bangka,yang isinya pisang ,keju sama coklat,,itu kesukaan Mas kan,dan pastinya enak banget Mas,,"


"Iya itu enak banget,tumben kamu mau,biasanya Mas kalau mau beli kamu ngomel dulu karena kalau martabak Bangka mentega nya terlalu banyak,,kamu bilangnya makanan ngga sehat,,"Tiya tersenyum.


"Iya ngga tau nih,,tiba tiba Tiya pengin,,boleh kan Tiya beli,,?"


"Boleh dong,,Mas aja mau itu,,"Torik langsung membawa mobilnya menuju penjual martabak langganannya.


Dari dulu Torik suka sekali martabak,tapi semenjak menikah dengan Tiya hanya boleh beli sebulan sekali,karena menurut Tiya itu ngga sehat,terlalu banyak minyak, Torik sebagai suami yang baik hanya menurut.


Setelah beli dua kotak martabak, Torik lanjut membawa mobilnya menuju rumah Akbar,di mobil Tiya terus saja makan martabaknya,Torik hanya sesekali di suapi, Torik sampai aneh melihat Tiya yang tiba tiba doyan banget ke martabak,tapi Torik tidak menegurnya,malah Torik senang Tiya suka martabak.


Sampai di rumah Akbar,Tiya mengusap pulut nya dengan tisu,lalu tanganya di lap pakai tisu basah,setelah bersih keduanya turun,dan Tiya bawa satu kotak martabak buat kak Vivi sama Akbar.


"Malam Kak,, malam Bang,,"Tiya langsung cipika cipiki ke pada keduanya,Torik hanya bersalaman.


"Bawa apa itu Kak,,?"tanya Akbar.


"Martabak,,,"


"Wah enak nih,,sinih Abang mau,"Tiya memberikanya pada Akbar.


"Kak,,Tiya mau tanya yang kemarin,"Tiya bicara ke Vivi dengan berbisik.


"Ya udah yuk ke kamar Kaka,"

__ADS_1


"Mau ngapain kalian,?"tanya Akbar.


"Ada deh,,ayo kak,,"kata Tiya sambil senyum.


"Kita mau ke kamar Fatir Mas,Tiya mau ngajak main,,"kata Vivi.


Lalu kedua wanita pergi,tinggal dua laki laki saja,"Abang tumben jam segini sudah ada di rumah,,"?"


"Lagi ngga sibuk,jadi pengin pulang cepat,"sambil makan martabak.


"Oh gitu,,itu martabaknya enak ngga Bang,?"


"Enak,,beli di mana kalian,"dua laki laki mereka masih mengobrol sedang dua wanita mereka masuk ke kamar Vivi,tadi Vivi bilang ke kamar Fatir biar ngga pada curiga.


"Gimana datang bulanya lancar,?"Tiya menggeleng.


"Sudah berhenti,cuman dua hari itu juga ngotorin celana doang,"


"Oh,,sinih Kaka periksa,,"Tiya menurut.


Vivi meriksa denyut nadi Tiya,lalu detak jantungnya juga,Vivi tersenyum.


"Nanti kalau pulang dari rumah Kaka mampir ke apotik,beli tespek yah,,"


"Tespek,,"


"Iya,,hasil pemeriksaan kaka 70 persen kamu hamil,tapi masih muda,makanya Kaka ngga bisa jelas banget takut salah,besok pagi cek aja pakai tespek yah,"Tiya langsung tersenyum bahagia.


"Tapi ini belum pasti,kamu jangan bilang dulu ke suami apa Abang,besok kalau sudah pasti baru bilang,,kamu juga jangan terlalu senang dulu karena takutnya Kaka salah periksa,"


"Iya kak,,,terimakasih ya kak,,"Tiya langsung memeluk Vivi.


"Jadi mamah sama papah juga jangan di kasih tau dulu ya Kak,,"


"Iya jangan dulu,,"


"Baik kak,,ya udah kita keluar yuk kak,"


Vivi dan Tiya keluar dari kamar,lalu ikut gabung lagi dengan para laki laki,Vivi melihat Abang makan martabak langsung ikut makan.

__ADS_1


"Mas,,kita pulang yuk,,"


"Kok Bentar banget sih maunya,"Abang langsung protes.


"Iya Bang,,Tiya capek pengin istirahat,"


"Bener mau pulang nih,,?"Torik memastikan.


"Iya mas,,ayo,,"


"Ya udah ayo,,Bang kak,,kita pulang dulu yah,"


"Iya hati hati di jalan,"


"Siap kak,,"


"Tiya besok kabarin Kaka yah,"


"Siap kak,,"


"Kabarin apaan,,?"Akbar kepo.


"Ada deh,,dahhhhj,,,"Tiya langsung menggandeng Torik keluar .


Di jalan Tiya senyum-senyum ngga jelas membuat Torik merasa aneh.


"Kamu kenapa sih sayang,kok senyum senyum sendiri gitu,?"


"Ngga kenapa kenapa kok Mas,,"


Tiya ngga mampir ke apotik karena di rumahnya masih punya tespek.


Sampai di rumah Tiya dan Torik makan malam,dan Tiya pengin nya buru untuk tidur,Torik hanya menurut,karena Tiya kalau ngga di turuti pasti akan ngambek.


Keduanya tidur dengan saling berpelukan,saat pagi datang,Tiya bangun duluan ,Tiya mengambil tespek lalu di pakainya,Tiya menunggu 10 menit dengan harap harap cemas.


"Ya Tuhan,,semoga hasilnya positif,,Aku sudah ingin sekali punya anak,,"sambil duduk di closet.


Setelah 10 menit Tiya melihat hasilnya,dan Tiya langsung tersenyum senang.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2