
Akbar dan Vivi sudah selesai telfonan,dan Vivi lalu ganti baju dan bersih bersih,selesai bersih bersih Vivi berniat mau lanjut tidur,tapi perut Vivi yang dari siang belum di isi minta di isi.
Vivi lalu memutuskan untuk makan dulu,karena tidur dengan perut lapar pasti tidak nyaman.
Saat Vivi keluar dari kamar ,Vivi tidak sengaja mendengar suara Jihan,dan seperti sedang mengobrol.
Vivi membiarkannya ,Vivi ke dapur untuk membuat makanan,ternyata Jihan sedang telfonan bersama orang tuanya di kamar.
"Besok Papah akan kerumah Om Agung,Papah mau tanya ada apa dengan Akbar ,kamu jangan terlalu di fikiran,nanti makin sakit,,"
"Iya Pah,,,"
"Ya udah,,sekarang kamu tidur ini sudah jam 12 malam,,"Jihan menjawab iya lalu telfon pun mati.
Vivi selesai makan lalu masuk ke kamar lagi,dan sudah tidak mendengar suara Jihan lagi,Vivi lalu langsung tidur karena sudah malam.
Esok harinya Papah Jihan pagi pagi sekali datang ke rumah Agung,tapi Papah Jihan Sudah telfon duluan kalau mau datang,sekitar jam 8 sudah sampai rumah Agung.
"Ada apa kamu sampai pagi pagi gini datang ke mari Lim,,,?"tanya Agung pada Papah Jihan.
"Aku mau minta bantuan kamu Gung,,?"
"Bantuan apa,,?"
__ADS_1
Sebelum papah Jihan menjawab , Dinda datang sambil membawa teh.
"Repot repot Ama sih Din,,"
"Ngga repot kok,orang cuman teh aja,ayo di minum,,"
"Iya Makasih,,,"
Agung dan Papah Jihan lalu meminumnya,setelah minum teh lalu mereka lanjut mengobrol.
"jadi gini Gung,,Din,,Aku mau minta tolong sama kalian,tanyakan ada apa dengan Akbar,karena sudah satu Minggu bahkan lebih,kata Jihan ngga pernah balas pesan darinya,apa lagi telfon ngga pernah mau jawab,Sampai Jihan sakit sekarang di klinik kamu,"Dinda dan Agung saling pandang.
"Serius Jihan sampai sakit ,,?"Papah Jihan mengangguk.
"Tapi sekarang gimana keadaan Jihan,,"
"Sekarang sudah lebih baik,tapi tetap di infus,"
"Ya Tuhan kasihan sekali Jihan,biar nanti saya telfon Akbar ,Saya akan tanyakan ada apa denganya Samapi ngga pernah balas pesan dari Jihan,"
"Terimakasih yah,,Aku jadi merepotkan kalian,dan Maaf karena Aku punya anak satu satunya jadi Aku ingin berusaha membuatnya senang dan bahagia,apa lagi dia sudah ngga punya Mamah,,"
"Jangan bilang trimakasih terus Lim,,kita ngga papa kok,kita pasti akan bantu tanyakan,karena mungkin Akbar sedang sibuk,soalnya dia sedang mempersiapkan Skripsi,,"
__ADS_1
"Iya Gung,,"
Lalu sekitar jam 9 papah Jihan pulang,Dinda dan Agung masuk kamar dan langsung menelfon Akbar,di sana juga baru jam 9 malam,Akbar masih bekerja.
Telfon Akbar terus berbunyi,dan Akbar lalu melihat tanda panggilan dari mamahnya,Akbar izin ke seniornya untuk menerima telfon sebentar karena dari orang tuanya takut penting,kata Akbar pada seniornya,lalu Akbar di beri izin.
Akbar menuju keluar ruangan dan mencari tempat yang enak buat mengobrol.
"Halo Mah,,,"
"Halo Bang,,maaf mamah ganggu yah,,"
"Iya Mah ngga papa,,ada apa,apa ada yang penting,"Akbar merasa aneh kalau Dinda telfon pada jam kerjanya,padahal Dinda ngga pernah menelfonya saat jam kerja.
"Ada apa dengan Abang,,kenapa Abamg ngga pernah membalas pesan Jihan,apa lagi telfonya Abang ngga mau angkat,Abang lagi kenapa sayang,,"Akbar langsung buang nafas kasar.
"Aduh ini anak kenapa sampai ngadu sih,,"batin Akbar.
"Mamah kata siapa,,?"
"Ngga usah tanya balik,jawab dulu pertanyaan Mamah,kamu kenapa,,sekarang Jihan jadi sakit,kan kasihan,,itu cuman pesan loh Bang,kamu bisa balas kapan saja,,"Akbar diam dan bingung gimana mau jelasinnya,dan juga karena Akbar ingin menjaga perasaan Vivi.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih....
__ADS_1