
Akbar sampai apartemen langsung bersih bersih dan setelah itu langsung tiduran,Akbar lalu mengambil hpnya samakan menelfon Vivi.
Satu kali panggilan tidak di angkat,sampai 3 kali pangilan Vivi belum juga mengangkat telfon Akbar.
"Apa lagi sibuk yah,kok ngga angkat telfon ku,"Akbar melihat jam 11 malam,berarti di Indonesia jam 11 siang.
Akbar lalu memutuskan untuk menelfon Vivi nanti jam 12 saja,biar pas Vivi istirahat.
Akbar lalu mengerjakan skripsinya,padahal Akbar sudah mengantuk tapi karena ingin mengobrol dengan Vivi Akbar menahan rasa kantuknya.
Vivi rupanya sedang tidur karena tadi habis minum obat sakit kepala.
Jam setengah 12 Vivi bangun,sambil memijiti kepalanya,Vivi lalu menuju kamar mandi untuk cuci muka,karena sakit kepalanya sudah lebih baik.
Setelah cuci muka Vivi merapikan rambut dan juga memakai bedak dan pewarna bibir yang tipis agar tidak pucat.
Setelah siap Vivi mengambil hpnya dan akan keluar karena mau melihat pasien rawat inap,tapi Vivi melihat ada 3 panggilan dari Akbar,dan jamnya belum lama.
"Aku tidur nyenyak banget apa yah,sampai ada telfon ngga denger,,"kata Vivi pelan,tapi saat melihat ke volume ternyata Vivi mengecilkan volume suara panggilan.
"Pantas aja Aku ngga dengar,orang suara panggilanya di kecilin gini,"Vivi lalu membesarkan volumenya lagi.
Saat Vivi membuka pintu kamarnya karena mau keluar,hpnya berbunyi tanda panggilan lagi,saat di lihat ternyata dari Akbar,Vivi lalu tidak jadi keluar dan kembali ke kasur,Vivi duduk di pinggir kasur dan mengangkat telfon.
"Halo Mas,,"
__ADS_1
"Halo sayang,,kamu sibuk banget yah,dari tadi Aku telfon kamu ngga angkat,"
"Maaf Mas,,iya Vivi sibuk banget,lagi banyak pasien,,"Vivi sengaja berbohong agar Akbar tidak cemas.
"Oh pantas,,sekarang udah istirahat kan,"
"Udah,,ini lagi di kamar,,"
"Kok di kamar,kenapa ngga makan siang,?"
"Iya nanti makan siang ,Vivi pengin lurusin punggung dulu,"
"Oh gitu,jangan sampai lupa makan ya sayang,biar ngga sakit,"
"Sebenarnya Mas udah mengantuk dan lelah,tapi karena Mas ingin ngobrol sama kamu jadi Mas tahan tahan ngantuknya,"
"Tapi Nanti Mas sakit lagi kalau kurang tidur,besok pagi kan Mas bisa telfon,"
"Tapi Aku pengin ngobrol sekarang,dan Aku kangen banget sama kamu Yang,,"Vivi tersenyum senang.
"Udah telfon Jihan Mas,,?"Vivi pura pura tidak tau.
"Udah tadi,Maaf yah Aku tidak bilang pada Jihan kalau Aku sudah punya pacar,tapi Aku bilang padanya kalau Aku hanya menganggapnya teman saja,dan Aku juga menyuruhnya untuk membuka hati untuk pria lain,"
"Ngga papa kok Mas,,Vivi juga ngga menyalahkan Jihan, karena cinta tidak tau akan datang pada siapa,pasti Jihan juga ngga mau kalau mencintai orang yang ngga mencintainya,"
__ADS_1
"Sabar ya Sayang,,dua bulan lagi Aku akan pulang,Aku akan langsung mengenalkan kamu ke orang tuaku sebagai calon istri,"
"Iya mas,Vivi akan sabar menunggu kepulangan Mas,,semoga keinginan kita di beri kelancaran yah,"
"Amin iya sayang,,"
"Mas apa Mamah dan Papah Telfon Mas,,?"
"Hemm,,,iya,,mereka menelfon Aku tadi,"
"Apa yang mereka katakan sama Mas,,?"
"Ngga ada yang penting kok,kenapa kamu tanya seperti itu,ada apa,?"
"Ngga ada apa apa kok Mas,Vivi hanya bertanya saja,,"
"Tapi Aku merasa kamu punya sesuatu yang ingin di tanyakan,katakan saja,Aku pasti akan menjawabnya,"
"Ngga ada kok Mas,"dengan pelan.
"Katakan,Aku tau kamu ada yang di pikirkan,?"
"Vivi hanya takut kalau orang tua Mas menjodohkan Mas dengan Jihan,,"
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1