Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Menyuruh Untuk Di Gugurkan


__ADS_3

Frengki sudah pulang,Frengki lalu langsung ke kamar tamu dimana dirinya dan Jihan tidur.


"Sore sayang,,"sapa Fengki dan langsung mendekati Jihan,lalu mencium keningnya,Jihan tersenyum.


"Sore mas,,cape yah,,sinih Jihan pijitin,,duduk lah,,"Sambil Jihan menepuk kasur di sebelahnya.


"Ada apa nih tumben mau pijitin,kayanya ada maunya nih,,mau apa Hem katakan aja,ngga usah pijitin Mas,"Jihan tersenyum tipis,Frengki duduk di sebelahnya.


Jihan masih diam karena bingung mau bicara dari mana dulu,"Kamu masih ingin di sini,,ya udah Mas ngalah,kita di sini 4 hari yah,kita jangan kelamaan ngga enak sama Vivi dan Akbar,nanti kita ngerepotin mereka,"karena Jihan terus aja diam Frengki akhirnya yang bicara duluan.


"Iya Mas,,makasih yah,4 hari juga sudah cukup lama kok,"jawab Jihan tersenyum.


"Ya udah Mas mau mandi dulu yah,"Jihan mengangguk.


Frengki masuk ke kamar mandi ,Jihan mengambilkan baju di koper untuk Frengki pakai.


"Aku ngomongnya gimana yah,rasanya aku takut,ya Tuhan bantu Aku untuk bicara ke pada Suamiku,,"kata Jihan pelan bicaranya.


Jihan menunggu Frengki mandi sambil duduk di kasur.


Frengki keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil baju yang sudah di siapkan Jihan.


Jihan diam saja membuat Frengki merasa heran,"Kamu kenapa sih Yang,Hem,,ada yang ingin kamu katakan,"


"Ngga ada apa-apa kok Mas,Aku cuman pusing aja dari pagi,"


"Pusing,coba Mas periksa,"

__ADS_1


"Ngga usah Mas,tadi sudah di periksa Vivi kok,"tangan Frengki memegang kening Jihan.


"Ngga panas sih,"


"Iya Jihan cuman pusing aja kok,"


Frengki melihat wajah Jihan yang terlihat pucat,karena takut ada apa apa Frengki langsung memeriksa denyut nadi Jihan.


Jihan diam saja saat Frengki memeriksanya,Karena Frengki pasti akan tau nantinya.


Frengki melihat ke Jihan,dan mata mereka saling tatap,mata Jihan mengharapkan memohon.


"Ini tidak boleh terjadi,ini akan membahayakan kamu,jadi lebih baik di gugurkan saja,"Air mata Jihan langsung mengalir,Jihan langsung memundurkan badanya dan menjauhi Frengki.


"Tidak,,Aku tidak akan menggugurkannya,kamu tega ya mas ingin membunuh darah daging kamu sendiri,kamu seperti monster,,"


"Tapi Aku ingin punya anak Mas,Aku ingin jadi wanita seutuhnya,bisa melahirkan memberi asi dan membesarkan anak kita mas,"


"Mas tau,,tapi saat ini kamu belum boleh,nanti kalau kamu sudah sembuh ,pasti Mas akan mengizinkan kamu hamil,,"


"Ngga mas,,Aku ngga mau nanti,anak kita sudah ada di sini,Tuhan sudah memberinya berarti Tuhan sudah tau kalau kita mampu dan tubuhku kuat untuk hamil,"


Suara Jihan dan Frengki terdengar dari luar,Vivi dan Akbar mendengarnya.


"Mereka kenapa ya Yang,?"tanya Akbar pada Vivi.


"Sepertinya Frengki belum mau kalau Jihan hamil ,"

__ADS_1


"Bukanya Jihan belum hamil,"


"Sudah Mas,tadi Vivi yang memeriksanya,dari pagi Jihan ngeluh pusing,tadi siang Vivi periksa dan ternyata Jihan sedang hamil,"


"Trus sekarang gimana,?"


"Ya mana Vivi tau lihat aja nanti mereka mau ambil keputusan apa,"


"Apa sebabnya itu Yang sampai Jihan ngga boleh hamil dulu,"


"Ya kalau tulang belakang Jihan belum sembuh memang bahaya sih Mas,tapi kan kalau tulang belakangnya Jihan masih parah Jihan pasti sering merasakan sakit di punggungnya,tapi ini Jihan Vivi tanya sudah ngga merasakan sakit,mungkin karena Frengki masih takut Jihan kenapa kenapa kali Mas jadi Frengki tidak ingin Jihan hamil dulu,"Akbar mengangguk.


Tiba tiba pintu kamar tamu kebuka,Jihan keluar sambil menangis,dan Jihan rupanya ingin pergi.


"Jihan Setop,,jangan pergi,,"kata Frengki sambil menarik tangan Jihan.


"Lepas mas,Aku mau pergi saja,Aku ngga mau sama kamu,kamu jahat kamu seperti monster yang ingin membunuh anaknya sendiri,,"Jihan terus berontak saat tanganya di pegang Frengki.


Vivi dan Akbar yang melihatnya langsung mendekatinya.


"Freng lepas,itu tangan Jihan bisa sakit,"Akbar menyuruh Frengki melepaskan tanganya,karena Akbar melihat Frengki cukup kencang memegang tangan Jihan.


Frengki yang sadar telah menyakiti Jihan langsung melepasnya,Jihan langsung memeluk Vivi sambil menangis.


***Aku punya cerita baru loh,,judulnya Aku bukan Pelakor,yuk mampir klik profilku yah,,pasti ceritanya seru loh...


Seorang janda anak satu,dia punya salon dan juga dia seorang ***MUA ,orangnya cantik dan enak di pandang,gimana ceritanya sampai dia suka dengan suami orang,yuk langsung baca aja...jangan lupa tinggalkan jejak ya kak,dan komentar nya,,maacih...

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih***....


__ADS_2