
Pak Manager melihat ke Frengki yang tiba tiba masuk,dan Pak Manager yang tidak mengenalnya langsung bertanya.
"Siapa kamu berani beraninya masuk ke sini,? Andre,,,siapa dia,,suruh keluar sekarang,,"
"Dia Frengki,teman ku,,kalau sampai dia di usir dari sini,Aku pun akan pergi dari sini,"
"Jihan,,apa apaan kamu,ngajak orang sembarangan masuk kesini,"
"Sudah Aku bilang,dia teman ku,,ini pemotretan mau di lanjut atau tidak,kalau tidak Aku akan pergi,"Jihan sudah mau melangkahkan kakinya untuk pergi, tapi Si Manager langsung menahanya dengan menarik tangan Jihan,sampai Jihan kesakitan.
"Lepas,,,sakit,"Jihan berusaha brontak.
"Lepaskan dia,,kamu jangan kasar ya sama perempuan,"kata Frengki sambil menarik tangan si manager yang memegang tangan Jihan dengan kencang.
"Kamu siapa berani melarang Saya,Jihan harus menyelesaikan pemotretan,,Jihan adalah model saya,dan Jihan sudah tandatangan kontrak,jadi kamu jangan ganggu pemotretan ini,diam kamu,,"sambil mendorong dada Frengki.
"Jihan,ayo lanjut pemotretan,biar cepat selesai dan kamu bisa cepat pergi,"Kata Andre berbisik di telinga Jihan.
"Iya,,tapi tunggu dulu,,"lalu Jihan bicara pada Frengki.
"Freng,Aku ngga papa,kamu tunggu Aku dulu aja yah,biar pemotretan ini cepat selesai,"sambil menarik Frengki ke pintu.
"Apa kamu ngga papa,,?"
__ADS_1
"Aku ngga papa kok,kamu tunggu Aku di luar aja yah,"
"Baiklah,,Aku keluar,,"Frengki lalu keluar,dan Jihan mulai pemotretan lagi.
Pak Manager terus saja melihat pemotretan,sambil melihat hasil jepretan fotografer.
Pak Manager suka ke pada Jihan,padahal pak Manager sudah punya istri,lagian pak Manager sudah tua,sama Papahnya Jihan juga tidak jauh berbeda,makanya Jihan ngga mau kalau di deketin pak Manager,dan Jihan lah model yang selalu di promosikan ,karena Jihan benar benar cantik dan Seksi ,itu membuat penjualan produk laku di pasaran.
Di luar Frengki terlihat cemas,gimana ngga cemas Managernya aja kelihatan hidung belang gitu,takut Jihan di ***** *****,,karena Jihan pake baju seksi.
Jam berlalu Frengki yang tadinya gelisah terus ,bisa bernafas lega saat melihat Jihan keluar dari ruang pemotretan.
"Maaf lama yah,,"kata Jihan,Jihan sudah ganti baju,sekarang sudah pakai baju sendiri yang tadi berangkat di pakai.
"Sudah,ayo kita pulang,,"Frengki menjawab iya dan langsung keduanya keluar.
Saat mau masuk mobil, Andre memangil Jihan,"Ji,,,tunggu,"
"Ada apa lagi,,?"
"Besok malam mau ada acara pengenalan produk ke masyarakat,kamu harus datang yah,kamu kan yang akan jadi Ambassadornya,"
"Lihat besok Aku ada waktu apa ngga,Aku ngga janji bisa datang,"
__ADS_1
"Eh,,ngga boleh gitu,kamu harus datang,ini kesempatanmu untuk go internasional loh,"Jihan tidak menjawab lagi ,lalu masuk ke mobil.
Frengki menjalankan mobilnya untuk pergi dari tempat pemotretan.
Jihan terlihat lemas,sambil menyandarkan kepalanya di sandaran jok matanya terpejam,dan juga tangan satunya memegangi perut.
"Kita makan dulu yah,pasti kamu lapar kan,kayanya tadi siang kamu cuman makan roti,"
"Iya boleh ,Aku memang lapar,,"
"Ya udah kita cari tempat makan sekarang,kamu mau makan apa,,?"
"Apa saja yang penting Aku masuk makanan,"
Frengki berjalan pelan menyusuri jalan,mencari tempat makan,dan ternyata gerimis juga,jam sudah menujukan pukul 6 sore.
"Kita makan di warung sate gimana ,kamu Mau ngga,,?"
"Ya udah ayo,Aku mau aja,,"
Lalu keduanya langsung masuk ke kios penjual sate,Frengki memesan sup kambing juga biar badanya hangat,karena gerimis dan dari siang belum makan juga.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1