Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Berangkat Ke Hotel


__ADS_3

Akbar benar benar ngga bisa menahan,Akbar langsung melepaskan baju yang Vivi pakai,juga dalaman nya juga di lepas semuanya.


Vivi sudah polos,Akbar dengan tidak sabaran langsung menciumi Vivi mulai dari kening,pipi leher,dada ,perut dan ke dua kaki Vivi,semuanya di ciumi sampai tidak ada yang terlewat ,sampai ke jari kaki Akbar menciuminya.


Hanya satu yang sengaja Akbar lewati,yaitu inti tubuh Vivi,Akbar sengaja karena itu untuk di nikmati paling akhir.


Setelah semuanya di ciuminnya,sekarang barulah Akbar menuju inti tubuh Vivi.


Di bukanya kaki Vivi lebar lebar,Akbar melihat inti tubuh Vivi dengan sangat jelas,dan sekarang sudah tidak ada rasa takut atau rasa gimana gimana,karena sekarang sudah halal untuknya.


Vivi yang sudah dari tadi di beri rang*sangan oleh Akbar,inti tubuhnya rupanya sudah basah,memang Vivi tipikal wanita yang cepat basah.


Vivi menggigit bibirnya saat jari tangan Akbar mengusap miliknya,karena usapan jari Akbar membuatnya geli geli gimana,dalam dada Vivi sudah merasa ada desaran desaran aneh.


"Maasss,,,,aaahhh,,,"Vivi men*desah saat Akbar sudah menciumi inti tubuhnya.


Setelah di ciumin nya ,lidah Akbar mulai menjila*ti,Tangan Vivi sudah mulai merem*asi rambut Akbar.


"Aaahh,,,Mass,,,eeemmm,,,"


Mulut dan Lidah Akbar sudah aktif di inti tubuh Vivi,Akbar sangat bern*afsu ,Vivi sampai sampai tidak bisa tahan lama,Vivi karena terus di serang Akbar akhirnya Vivi tidak kuat lagi.


Vivi berteriak sambil mulutnya di tutupi dengan tanganya,karena Vivi merasakan pelepasan.


"Maasss,,,,aaahhhgggg,,,,,,"sampai kepalanya terangkat ke atas.


Akbar yang tau Vivi merasakan pelepasan langsung tersenyum karena telah berhasil membuat Vivi merasakan nikmat.

__ADS_1


Vivi ambruk lagi kepalanya ke Bantal,dan nafas masih ngos ngosan tak berdaya,lalu Akbar menikmati ****** ***** di inti tubuh Vivi.


"Sayang,,ini sangat nikmat,,"Vivi hanya pasrah dan diam, membiarkan Akbar melakukan sesukanya,karena Vivi sudah tidak berdaya.


Setelah selesai,Akbar tiduran di dekat Vivi,Akbar berbisik,"Gimana sayang rasanya,,apa nikmat,,nanti malam gantian Mas yah yang di buat nikmat,"Vivi tidak menjawab,tapi memeluk Akbar karena Vivi rasanya malu.


Akbar menarik selimut untuk menutupi badan Vivi yang polos,"Kita tidur yah,biar nanti malam tidak mengantuk,"Vivi hanya mengangguk.


Keduanya pun tidur dengan saling pelukan,sekitar jam setengah 3 sore,mamah mengetuk pintu kamar Akbar,karena jam 3 harus sudah berangkat ke Hotel.


"Mas,,itu mamah ketuk pintu,"Vivi sambil mengusap matanya.


"Eemmm,,iya,Sanah kamu yang buka Yang pintunya,"


"Tapi Vivi belum pake baju Mas,,udah Sanah Mas aja,Vivi malu,,"


"Iya baiklah,,"


Akbar dengan mata masih belum terbuka semua bangun dan berjalan menuju pintu.


Akbar membuka pintunya,"Iya Mah,,"


"Abang baru bangun,,Vivi sudah siap belum,?"


"Abang sama Vivi baru bangun Mah,"


"Ya Tuhan,ini sudah sore loh,,setengah jam lagi kita harus berangkat ke hotel,udah Sanah buruan mandi dan bersiap,"

__ADS_1


"Iya mah,"Akbar menutup pintunya,Mamah hanya bisa geleng kepala.


Vivi rupanya sudah masuk ke kamar mandi,karena dengar mertuanya tadi bicara.


"Sayang,,kita mandi bareng yah,buka pintunya,"Akbar mengetok pintu kamar mandi,Vivi rupanya menguncinya.


"Vivi sudah mau selesai kok Mas,tunggu yah,"Vivi sengaja ngga mau mandi bareng,karena kalau mandi bareng akan bakalan lama jadinya.


Akbar terlihat Bete,Vivi keluar dari kamar mandi,Akbar langsung menarik pinggang Vivi agar menempel di badanya.


"Kenapa ngga mau mandi bareng hemmm,,"


"Kalau kita mandi bareng pasti akan lama,dan nanti kita kena marah mamah karena kita makin lama,udah Sanah Mas mandi,"sambil Vivi mendorong dada Akbar,tapi pelukan Akbar di pinggangnya cukup kuat,jadi tidak bisa di terlepas.


"Cium dulu baru Mas lepas,"sambil Akbar memonyongkan bibirnya.


Vivi yang ngga mau makin lama menuruti keinginan Akbar,Cup.....


Akbar tersenyum,lalu melepaskan pelukannya,Vivi langsung bersiap dan memakai bajunya,Vivi juga menyiapkan baju untuk Akbar pakai.


Vivi sudah menyiapkan koper kecil yang berisi baju bajunya dan baju Akbar untuk ganti nanti.


Akbar dan Vivi sudah siap,Papah dan Mamah sudah menunggu di bawah.


"Kalian sudah siap kan,ayo kita langsung berangkat,"kata Papah.


"Iya Pah,,"

__ADS_1


Semuanya ikut ke Hotel,di rumah hanya ada pak Udin saja,karena rumah jangan sampai kosong .


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2