
Iza hari ini akan pulang bersama anaknya setelah 3 hari di rumah sakit,dan kondisi Iza dan Anaknya sudah sehat.
"Mas mau ke bagian administrasi dulu yah sayang,"kata Beni.
"Iya Mas,,"
Beni pun keluar,mamah membereskan barang yang akan di bawa pulang di bantu Mba Iis.
Papah saat ini sedang mengobrol dengan temanya sesama dokter di rumah sakit ini,tapi papah juga sudah tau Iza mau pulang hari ini.
Beni sudah selesai dari administrasi,"Sudah semuanya Ben,,?"tanya Mamah.
"Sudah Mah,kita tinggal pulang aja,"
"Oh iya,,telfon papah suruh kesini,kita mau pulang,"
"Iya mah,,"Mamah menyuruh Beni yang telfon papah soalnya mamah lagi gendong Dedek.
Iza sedang di lepas jarum infusnya oleh suster,dan mba Iis sudah bawa barang yang mau di bawa pulang ke mobil.
Setelah papah datang,mereka bersiap untuk pulang,Iza di bantu Beni naik ke kursi roda,lalu Beni yang mendorongnya,sedang mamah gendong Dedek berjalan bareng papah.
Sampai di mobil semua naik,dan langsung menuju rumah,sekitar 25 menitan mereka sampai,di kamar Iza sudah ada box bayi untuk anaknya,dan di dekor sangat cantik oleh mamah di bantu papah.
"Ini siapa yang bikin Mah,?"tanya Iza saat masuk ke kamar.
"Mamah sama papah,,suka,,?"
"Suka,,,makasih ya mah,,"
__ADS_1
Mamah meletakan Dedek di box,dan Iza duduk di kasur,Beni membantu untuk Iza duduk dengan nyaman.
"Sudah enak duduknya,,?"
"Sudah Mas,,makasih,,"
Beni lalu masuk kamar untuk bersih bersih,selesai bersih bersih Beni naik ke kasur,Beni selama tiga hari tidur di rumah sakit tidak nyaman,jadi saat sudah di kasur Beni merasakan nyaman.
"Enaknyaaa,,,tidur di kamar sendiri,,"Iza hanya tersenyum,Mamah sudah keluar dari kamar.
"Mas,,papah sama Zee kamu udah kabarin belum,,?"
"Sudah,,papah nanti malam akan datang,papah baru sampai nanti sore di Jakarta,kalau Zee dia masih susah ambil cuti,ngga tau kapan akan datang,tapi mas udah kasih tau kok kalau kamu udah lahiran,"sambil memeluk Iza dan menciumi pipinya.
"Iih,,geli,,itu kumis nya kenapa belum di kerik sih,"Iza mengusap pipinya dan mendorong bibir Beni agar berhenti menciuminya karena kumisnya yang bikin geli.
"Bukanya enak ya Yang ,geli geli gimana gitu,,"
"Mas,,kamu udah siapin nama belum buat anak kita,,?"
"Sudah dong,,"
"Siapa nama nya,,?"
" Rinjani Amira Diasti,,gimana bagus ngga,,?"
"Bagus,,panggilannya siapa Mas,,?"
"Amira apa Mira,,"
__ADS_1
"Iya Mas,,"
"Nanti setelah Amira aqiqah kita nikah lagi ya Yang,biar kita sah secara agama dan negara,"
"Iya Mas,,Aku ngukut Mas aja,,"
Saat Iza dan Beni mengobrol,Dedek menangis dengan kencang.
"Mas,,Dedek pengin Nen kali,sinih tolong angkatin,,"
"Tapi Mas takut Yang,,kamu aja gih,"
"Takut kenapa,,udah cepetan kasihan itu nangis terus,"Beni akhirnya mau dan dengan pelan dan masih sangat kaku menggendong anaknya dari box ke Iza.
Iza lalu memberinya Nen,"Uuh,,laper yah sayang,,"kata Iza sambil mengusap kepala anaknya yang sedang Nen.
"Jangan di habiskan ya Dek,papah juga pengin rasain gimana rasanya Nen,"
"Apa sih Mas,,ngga boleh,,"Beni hanya tersenyum.
Di lain tempat Akbar merasa kesal karena ada pemberitaan di internet tentang dirinya dan foto saat dirinya kemarin menolong kliyenya.
"Brengsek,,rupanya ada yang memfotoku kemarin,"
"SEORANG PENGACARA MUDA YANG SEDANG NAIK DAUN TERNYATA ORANG KETIGA DI RUMAH TANGGA BIMA RAHARJA,DIA BERSELINGKUH DENGAN ISTRI BIMA RAHARJA YANG BERNAMA ANDINI,"
Dan ada foto Akbar yang sedang memeluk ibu Andini,brengseknya terlihat ibu Andini di foto sangat nyaman dalam pelukan Akbar.
Vivi yang melihat foto suaminya sedang pelukan dengan wanita lain langsung menangis,entah sekarang Vivi mau percaya sama berita dan foto nya atau dengan perkataan Akbar.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...