
Pagi harinya Tiya bangun tidur merasa perutnya sakit,tapi sakitnya sebentar dan nanti hilang lagi.
Tiya ngga bilang suaminya karena sakitnya tidak sering dan masih bisa di tahan.
"Mas kok belum siap siap ke kantor,,?"tanya Tiya saat melihat Torik sedang di ruang tamu memegang hpnya.
"Mas hari ini ke kantornya siang,Mas mau jemput Mamah di bandara,,"
"Mamah mau ke sini,,?"
"Iya,,Mas yang suruh,biar kamu ada teman,Mas kuatir kamu di rumah sendirian,,"
"Mas mau jemput ke Bandara,,?"
"Iya,,nanti jam 9 pagi,"
"Oh,,Mas Tiya mau bubur ayam,"
"Mas udah pesan,bentar lagi sampai,,Mas buatkan susu dulu aja yah,"Tiya jawab Iya,Torik langsung ke dapur untuk membuatkannya.
Jam 9 Torik pergi menuju bandara untuk menjemput mamahnya,Tiya di rumah sendirian lalu menelfon Mamah,"Pagi sayang,,"
"Pagi Mah,,,Mah perut Tiya kok sudah mulai sakit,,"
"Kamu sudah mulai mulas gitu,,?"Mamah terlihat panik.
"Iya Mah,tapi sakitnya nanti datang Trus hilang,dan belum sering banget,"
"Itu sudah tanda tanda,,udah matikan telfonya,Mamah mau siap siap ke sana,,"Tiya lalu mematikan telfonya.
Tiya Dokter jadi sudah ada filing tentang kehamilannya,Tiya lalu telfon kak Vivi.
"Halo kak,,"
"Iya Dek,,ada apa,,?"
"Kaka sudah ke rumah sakit,?"
"Ini lagi di jalan mau ke rumah sakit,kenapa,,?"
"Tiya udah merasa mules kak, Tiya mau minta tolong di cek sudah pembukaan berapa,,"
"Oh ya udah Kaka langsung ke sana yah,,udah dulu yah Kaka matikan telfonya,"Tiya jawab iya.
__ADS_1
"Ada apa sayang,?"tanya Akbar.
"Tiya perutnya sudah mules Mas,kita puter balik ,kita ke rumah Tiya dulu Vivi mau cek sudah pembukaan berapa nya,"Akbar langsung puter balik dan menuju rumah Tiya.
Sampai di rumah Tiya Akbar melihat mobil Torik yang ngga ada,"Torik gimana sih,istri udah merasa mulas kok di tinggal sendirian,"Akbar ngoceh sambil keluar dari mobil.
"Mungkin lagi ada urusan mas,,jangan berpikir yang ngga ngga dulu deh,udah ayo masuk,,"
Tiya yang sedang menunggu kedatangan kakanya langsung buka pintu saat melihat dari jendela mobil Abangnya sampai.
"Dek,,Torik udah pergi ke kantor,,?"
"Ngga Bang,,Mas Torik lagi ke bandara,dia mau jemput mamahnya yang mau ke sini,"
"Oh gitu,kirain Torik tetap kerja,padahal kamu lagi mules gini,"
"Udah ayo kita masuk, Tiya ayo Kaka periksa,,"
"Iya kak,,"
Tiya dan Vivi masuk ke kamar,sedang Abang menunggu di ruang tamu,Vivi di kamar memeriksa Tiya sudah pembukaan berapanya.
Saat di cek ternyata Tiya sudah pembukaan Dua,,"Dek,,kamu ke rumah sakit aja yuk,ini sudah pembukaan Dua loh,,"
"Ya udah kalau gitu,kamu sudah siapkan yang mau di bawa ke rumah sakit belum,,?"
"Sudah Kak,,itu di lemari,,"Vivi selesai memeriksa Tiya membantu Tiya menyiapkan semuanya.
"Dek,,kamu ganti baju dulu yah,,Kaka bantu,,"
"Iya Kak,,Maaf merepotkan,,"
"Ngga dong sayang,masa buat adek gini aja merepotkan,,"Vivi membantu Tiya ganti baju.
Setelah selesai keduanya keluar dan duduk di sofa,"Mas,,kamu ke kantor aja Sanah,Vivi mau nemenin Tiya di sini sampai Torik pulang,"
"Ya udah kita temenin aja bareng,Mas juga ngga ada kasus penting ini,,"
"Oh Ya udah,,Tiya sudah pembukaan dua Mas,jadi harus ke rumah sakit,"
"Ya udah kalau gitu kita berangkat aja sekarang,,"
"Nanti aja Bang,,nunggu Mas Torik,ini Tiya udah kirim pesan untuk cepat pulang,"
__ADS_1
"Ya Udah kalau gitu,,Yang,,buatkan Mas kopi dong,"Vivi lalu bilang Iya dan ke dapur.
Saat Vivi ke dapur,Tiya merasakan mulas,"Aaawww,,,sakit,,,,"Akbar yang melihatnya ketakutan sendiri.
Akbar kan waktu Vivi juga heboh,"Mana yang sakit,,aduh gimana ini,, Dek tahan yah,,"Akbar kebingungan harus ngapain.
"Sakit banget Bang,,,"Akbar memegang perut Tiya yang kencang langsung mengangkatnya lagi,Akbar ketakutan.
"Yang,,ini tolongin Tiya,,"Akbar teriak membuat Vivi yang sedang buat kopi lari keluar.
"Ada apa Mas,,?"
"Tiya kesakitan itu kasian tolongin,,"
Vivi membuang nafas kasar,"Ya emang begitu Mas kalau orang mau melahirkan,kita itu ngga bisa menolongnya,kita hanya bisa kasih semangat dan bantuin nih usap usap perutnya,"Sambil duduk dekat Tiya dan mempraktekan ucapan nya,biar Abang lihat.
"Kasian Yang Mas melihat Tiya kesakitan gitu,"
"Ya emang kaya gini kalau lahiran,itu kopi Mas masih di dapur Sanah ambil sendiri,,"Akbar ke dapur untuk ambil kopinya.
Sekitar 40 menitan akhirnya Torik bersama Mamahnya sudah datang,"Rik,,ini ada mobil siapa,,?"
"Mobil Abangnya Tiya Mah,, ayo kita masuk,"Torik buru buru masuk.
"Akhirnya kamu pulang juga Rik,ini Tiya sudah mau melahirkan ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang juga,,"kata Akbar.
"Ini serius Bang,,"
"Serius,itu lihat Tiya sudah kesakitan dari tadi,"
Mamah langsung mendekat ke Tiya dan mengusapi perut Tiya.
"Sudah di cek pembukaannya,,?"
"Sudah Tan,,sejam yang lalu sudah pembukaan dua,mungkin sekarang sudah nambah,"
"Ayo kita langsung berangkat aja,,"Torik melihat tas langsung membawa keluar dan memasukannya ke mobil.
Mamah dan Vivi berjalan sambil menuntun Tiya keluar,Tiya dan Mamah naik mobil Torik,Mobil pun berjalan,Akbar mengikuti mobil Torik yang melaju di depanya.
Vivi juga menelfon mamah mertuanya untuk memberi tau Tiya sedang di jalan mu ke rumah sakit.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1