
Akbar masih bicara pada Jihan agar Jihan mengerti,kalau cinta tidak bisa di paksakan.
"Jihan ingin egois Bang,,Jihan ingin tetap menikah dengan Abang,,"Akbar yang mendengarkan perkataan Jihan langsung geleng geleng kepala.
"Kenapa kamu ingin egois,dengan kamu mementingkan perasaanmu sendiri banyak orang yang tersakiti,"
"Jihan ngga peduli,Jihan sudah cukup lama menunggu seperti ini,dan Jihan ingin sekali menikah dengan Abang,kenapa dia yang baru kenal sudah langsung bisa mendapatkan Abang,Jihan ngga terima dengan itu semua,"
"Ya Tuhan Jihan,,sudah Aku katakan cinta itu kita tidak tau akan berlabuh ke siapa,dan cinta itu tidak bisa di paksa,kenapa kamu ngga ngerti juga sih,"Akbar terlihat frustasi.
"Asal kamu tau ,akibat kejadian ini Papah ku terkena serangan jantung,dan sekarang masuk rumah sakit,"Akbar bicara sambil wajahnya sudah memerah,antara marah,bingung dan sedih.
Ternyata Jihan benar benar keras kepala,Akbar lalu turun dari duduknya dan bersujud depan Jihan.
"Bang,,apa yang kamu lakukan,bangun Bang,jangan seperti ini,,"Jihan menarik Akbar agar bangun,tapi Akbar tidak mau.
"Aku mohon padamu dengan sangat Ji kita gagalkan rencana perjodohan kita,jika kita tetap menikah,kita tidak akan bahagia, Aku mohon,,apa Aku perlu mencium kakimu,Akan aku lakukan kalau itu yang kamu inginkan,"
Jihan melihat Akbar sampai memohon seperti itu merasa bingung.
"Abang pulanglah,beri Jihan waktu tuk berfikir"Jihan lalu pergi meninggalkan Akbar ,Jihan naik ke atas menuju kamarnya sambil menangis.
Akbar lalu bangun dan langsung pergi keluar menuju mobilnya,Akbar saat ini pikiranya benar benar sedang kacau,Akbar membawa mobilnya asal jalan tidak tau mau kemana.
__ADS_1
Akbar menepikan mobilnya saat ada telfon masuk,saat di lihat no baru,tapi Akbar mengangkatnya.
"Halo,,"
"Halo Mas,,"
"Sayang,,ya Tuhan akhirnya kamu menelfon Mas,,kamu di mana sekarang sayang,Aku membutuhkanmu,,"
"Vivi sedang di Brunai Mas,di rumah Sifa,Maafkan Vivi ya Mas,,Vivi sudah tau semua ceritanya dari Frengki,makanya Vivi langsung telfon Mas,,"
"Kapan kamu pulang,Aku membutuhkan kamu sayang,,"
"Vivi belum tau kapan pulangnya Mas,tapi Vivi selalu berdoa agar Mas bisa menyelesaikan semua masalah dengan cepat,agar semua membaik,"
"Masss,,,"kata Vivi pelan,dan Akbar akhirnya mengeluarkan air matanya.
"Aku merindukanmu,Aku butuh kamu Vi,,"
"Mas,,Vivi kenal Mas adalah laki laki kuat,mandiri dan pintar,Mas pasti akan bisa melewati ini semuanya,"
"Jihan sangat egois ,dia sangat batu,Aku sampai bingung mau bicara apa lagi padanya"
"Kalau berbicara padanya ngga ada hasil,kita minta sama Tuhan Mas,agar Jihan tidak lagi keras,biar dia bisa menerima semuanya,"
__ADS_1
"Iya,,"
"Mas,,Vivi punya tabungan tapi ngga banyak,tapi kalau Mas mau pakai silakan,Vivi akan kirim ke rekening Mas,,"
"Ngga sayang,itu ngga perlu,,oh iya kenapa Aku ngga kepikiran untuk bicara ke Papahnya Jihan,Aku ingin mengembalikan uang yang di pinjem Papah padanya,kalau pun dia minta ganti rugi,Aku akan memberikanya,"
"Iya Mas,coba aja Mas bicara pada Papah Jihan,semoga beliau bisa di ajak bicara baik baik,"
"Iya sayang,,doakan Aku yah,,"
"Iya Mas,,pasti Vivi doakan,Mas hati hati dan jaga kesehatan yah,"
Telfon lalu mati,Akbar lalu menjalankan mobilnya menuju ke kantor Papah Jihan.
Di lain tempat Frengki sedang ada di mobil yang berjalan ,Frengki tadi di telfon Jihan,dan Jihan ingin bicara,rupanya Jihan butuh teman bicara.
Frengki sampai di cafe dimana Jihan berada,Frengki langsung duduk di depan Jihan.
"Ada apa,,?"Frengki sangat cuek,sebenarnya Frengki tidak mau bertemu Jihan,tapi karena Jihan tadi sampai menangis saat di telfon membuat Frengki tidak tega.
"Apa Aku tidak boleh bahagia,Aku ingin hidup bersamanya dan bahagia bersamanya,tapi kenapa sangat sulit untuk mendapatkannya,,"
***Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..
__ADS_1
siapa tau Kaka Kaka ada yang belum tau kalau cerita si kembar Fatiya dan Faiza sudah ada yah,,adeknya si Abang Akbar,judulnya Cerita Cinta dua F,terimakasih...