Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Frengki Mengirim Pesan Pada Jihan


__ADS_3

Frengki yang melihat motif pesan di hpnya langsung membukanya,Frengki tersenyum saat melihat ternyata Vivi mengirim no telfon Jihan.


"Trimakasih,,"balas Frengki pada Vivi.


Frengki lalu menyimpan no Jihan,dan setelah di simpan Frengki langsung wa ke Jihan,"Hai,,"pesan yang di kirim frengki buat Jihan.


Frengki masih ada di jalan sedang menuju Vila,dan perjalanan masih 1 jam lagi,jadi Frengki setelah kirim pesan meletakan hpnya lagi,dan tidak memainkanya.


Jihan yang baru selesai mandi lalu duduk di kasur,dan sambil mengambil hpnya,Jihan melihat ada pesan masuk di hpnya.


"Siapa ini yah,,"Kata Jihan.


Di Wa Frengki tidak memasang fotonya,tapi memakai gambar animasi,jadi Jihan tidak tau itu no siapa,Jihan pun mengabaikan pesannya.


Akbar di apartemen nya sedang BT,tadi Akbar menelfon Mamang di klinik,dan bertanya tentang Frengki,Si Mamang pun menceritakan kalau Vivi mengantar Frengki sampai mobilnya.


"Kamu tuh Yang,ngga nurut banget sih,di bilang jangan mengantarnya ,malah kamu mengantarnya sampai mobil lagi,,"kata Akbar bicara sendiri sambil melihat ke kontak Vivi.

__ADS_1


Akbar sedang ambil cuti kerja,karena sedang menyiapkan skripsi.jadi Akbar banyak waktu di apartemen nya.


Akbar lalu menelfon Vivi,pertama telfon Akbar ngga di angkat,lalu Akbar telfon lagi,yang kedua baru di angkat telfonya oleh Vivi.


"Halo Mas,,maaf tadi Vivi lagi di kamar mandi,"


"Tadi kenapa kamu antar Frengki ke depan,kan Aku udah bilang jangan antar dia ke depan,kenapa ngga nurut sih Yang,,"Vivi langsung menutup mulutnya sambil berfikir kok Akbar bisa tau.


"Kamu pasti sedang berfikir kok Aku bisa tau kan,Aku punya mata batin jadi bisa melihat kamu di sana dan bisa merasakan kalau kamu sedang macam macam,jadi kamu jangan sekali sekali buat Aku kesal dan marah,"Vivi bukanya takut malah tertawa mendengar perkataan Akbar.


"Kenapa malah tertawa,apa ada yang lucu,,Aku serius loh Yang,"Sambil Akbar mengganti panggilanya ke VC,Vivi lalu menggeser tombolnya.


"Mas,,Vivi mau kasih tau sesuatu,mau dengar ngga,,?"


"Kalau kabar baik Aku mau,tapi kalau kabar buruk Aku ngga mau,,"


"Ini kabar baik kok Mas,,"

__ADS_1


"Sukurlah,,apa coba katakan,,"


Saat Vivi mau berkata,pintu kamar Vivi ada yang mengetuk,sebelum ibu menjawab ,pintu langsung di buka,ternyata Jihan,Vivi tidak mematikan vcnya ,tapi di arahkan ke dada Vivi layar hpnya.


"Maaf Vi ganggu sebentar,Aku dapat pesan masuk dari tadi,tapi Aku ngga tau dari siapa,ini coba lihatlah apa ini no nya temen kamu yang tadi,?"Jihan mengarahkan layar hpnya ke arah Vivi agar Vivi bisa melihat no telfonya.


"Oh iya,,itu no telfonya Frengki,"Jihan lalu mengangguk.


"Dia cuman kirim pesan Hai doang,sampai dua kali lagi,Aku ngga mau balas soalnya orang iseng,,"


"Iya sekarang kan sudah tau,jadi kamu bisa balas,"


"Ngga ah,,biarin aja ,orang dia juga wa nya cuman Hai,,ya udah ya Vi Aku keluar dulu,maaf ganggu,kamu lagi telfonan sana siapa tuh,,"Vivi hanya tersenyum tipis.


Jihan lalu keluar dari kamar Vivi,dan Akbar langsung bertanya.


"Kamu ngapain kasih no telfon Jihan Ke Frengki,,"Nada suara Akbar terdengar tidak suka,dan Vivi pun merasa aneh mendengarnya.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih,,,


__ADS_2