
Jihan langsung menatap ke Frengki saat mendengar perkataan nya.
"Aku menyukaimu Ji,,Apa kamu mau jadi kekasihku,walau pun kita baru kenal,tapi Aku sudah merasa nyaman dan nyambung saat kita mengobrol,kamu ngga perlu jawab sekarang,yang perlu kamu tau Aku serius dan tulus mencintai kamu,"Jihan diam karena bingung mau jawab apa,Jihan sangat kaget mendengar pernyataan cinta Frengki pada nya.
Untungnya hujan sudah reda, tinggal gerimis saja,jadi Frengki melanjutkan perjalanan menuju Bandung.
Keduanya sama sama diam,karena bingung mau bicara apa,dan mereka juga canggung.
"Tidurlah,pasti kamu capek dan mengantuk,nanti kalau sudah sampai Aku bangunkan,"Frengki melihat Jihan menguap.
"Apa ngga papa kamu sendirian,,?"
"Ngga papa,,udah kamu tidur lah,,"Jihan yang memang mengantuk akhirnya tidur.
Frengki menyetir sambil sesekali melirik ke arah Jihan,Frengki senyum sendiri karena tidak menyangka akan seberani dan secepat ini mengutarakan rasa cintanya pada Jihan.
Sekitar jam 10 malam Mobil Frengki sudah sampai di klinik,Frengki lalu membangunkan Jihan.
"Ji,,Ji bangun,kita sudah sampai,"
"Eemmm,,udah sampai,"Sambil mengucek matanya.
__ADS_1
"Iya kita sudah sampai,,"
"Kamu mau turun dulu kan,,?"
"Iya,,Aku mau istirahat sebentar,Aku mau minta kopi dulu,biar ngga ngantuk nanti saat pulang ke Jakarta,"Jihan lalu keluar dari mobil bersama Frengki.
Keduanya masuk ke dalam,dan menuju dapur,Jihan rupanya mau membuatkan kopi buat Frengki untuk tanda terimakasihnya,karena udah mau mengantarnya pulang.
Saat Frengki sedang duduk,dan Jihan sedang menyiapkan kopi,Vivi datang karena mau ambil minum.
"Kalian udah pulang,?"tanya Vivi.
"Ini baru sampai,"Jawa Jihan.
"Kopi buat Frengki,,"
"Wah enak bener ada yang buatkan kopi,jangan jangan nih,,"Frengki tersenyum mendengar ledekan Vivi.
"Apa sih Vi,orang Frengki kan baru mengantarku pulang,masa Aku ngga ada terimakasihnya sih,ya Aku buatkan kopi,"
"Iya deh iya,,,"Vivi tersenyum meledek lalu duduk di bangku berhadapan dengan Frengki.
__ADS_1
"Macet ngga jalanan Feng,tadi hujan gede loh di sini,?"
"Macet sih ngga,tapi sama hujan besar,jadi Kita istirahat dulu nunggu hujan sedikit reda,bahaya kan kalau ujan gede kita bawa mobil,"
"Oh pantes kalian sampai sini malam,kamu mau menginap kan Freng,besok pagi baru pulang,bahaya loh malam malam gini nyetir sendiri ke Jakarta,kamu kan pasti capek,"Jihan yang mendengar Vivi menyuruh menginap melirik ke arah Frengki,rupanya Jihan penasaran dengan jawaban Frengki.
"Emangnya kalau menginap di sini ngga papa yah Vi,apa ada kamar,,?"
"Ya ngga papa ,tapi ya karena ngga ada kamar,kamu tidur di ruang UGD aja,gimana,?"
"Ya Tuhan tega amat sih kamu Vi,ngga ah mending pulang dari pada tidur di ruang UGD,"Vivi tersenyum tipis,tapi tidak dengan Jihan,Jihan teringat perkataan Vivi yang mengatakan bahaya menyetir malam malam gini sendirian dan habis hujan lagi.
Lalu Jihan memberikan kopi ke Frengki,dan Jihan ikut duduk.
"Makasih ya Ji Aku minum,,"Jihan menjawab Iya.
Lalu Vivi dan Frengki lanjut mengobrol,sedang Jihan hanya jadi pendengar saja,Jihan rupanya kepikiran dengan perkataan Vivi.
"Eemm,Vi gimana kalau Frengki tidur di kamarku,"
Hukkk,, hukk,, Frengki tersedak saat dengar Jihan bicara pada Vivi,kalau dirinya suruh tidur di kamar Jihan.
__ADS_1
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...