
Jam 6 pagi Vivi bangun,walau semalam tidur malam,tapi Vivi punya tanggung jawab pada pasien,jadi Vivi harus siap walau masih mengantuk.
Vivi menuju dapur untuk membuat kopi juga mengambil sarapan,Vivi sudah mandi dan rapi,jadi bisa langsung kerja memeriksa pasien selesai sarapan.
Vivi sudah membuat kopi,sebenarnya bisa menyuruh Bibi,tapi Vivi ngga mau merepotkan,karena Bibi juga repot dengan urusannya.
Vivi masuk ke ruanganya lalu melihat data pasien,Lalu Suster datang ke ruangan Vivi.
"Sus tolong panggilkan Jihan yah,kita mau mengecek Pasien,"
"Iya Dok,,"Suster lalu mencari Jihan.
"Ini orang mau KKN kok kaya di rumahnya sendiri,jam segini belum keluar,bikin repot orang aja,"Suster sambil berjalan ngomong sendiri.
Tok,,,Tokkk,,suster mengetuk kamar Jihan,dan Jihan membuka pintunya,ternyata baru bangun.
"Ada apa,,,?"tanya Jihan yang membuat Suster kesal di dalam hatinya.
"Anda di suruh Dokter Vivi ikut melihat melihat memeriksa pasien,,"
"Sepagi ini,,"
"Ini sudah setengah tujuh,jadi ini sudah siang,Saya harap Mba nya cepat bersiap,permisi,,"Suster dengan wajah kesalnya langsung pergi.
Jihan lalu menutup pintu dan mandi langsung,Suster lalu masuk ke dalam ruangan Vivi.
__ADS_1
"Mana Jihadnya sus,,?"
"Dia baru bangun tidur,,"
"Apa,,serius,,?"
"Iya Dok,,sangat serius,,"Vivi lalu melihat jam.
"Ya udah kita periksa pasien aja dulu,nanti Jihan biar saya yang kasih tau dan arahan,"
"Baik Dok,,"
Vivi dan Suster lalu memeriksa pasien yang sedang rawat inap.
Vivi sangat ramah dan sabar dalam memeriksa,kadang ada pasien yang ngga mau meminum obat,Vivi yang selalu menasehati dan memberi arahan pada pasien,dan kadang juga kalau pasien nya anak kecil Vivi juga bisa membujuknya,Vivi memang di daerah tempatnya sekarang sudah terkenal baik dan lembut.
Saat Vivi baru duduk Jihan datang,dan langsung duduk di bangku depan meja Vivi.
"Maaf ya Vi Aku kesiangan,"
"Iya ngga papa,tapi cukup kali ini saja yah,besok jangan lagi,,ini Aku sedang tulis apa saja yang harus kamu lakukan saat pagi,,"Vivi lalu menyerahkan kertas yang sudah di tulisnya.
"Pagi kamu harus ikut Aku memeriksa pasien insp,lalu lanjut membantu saya untuk memeriksa pasien yang datang untuk berobat sampai jam 12,lalu istirahat sampai jam 1,setelah istirahat ikut Aku periksa pasien inap lagi,lanjut sorenya kamu ke bagian apotik,,baru jam 5 sore kamu istirahat,"Vivi menjelaskan semuanya pada Jihan.
"Apa ada pertanyaan,,?"tanya Vivi pada Jihan.
__ADS_1
"Ngga ada,,Iya Aku mengerti,,jadi sekarang Aku akan membantumu untuk memeriksa pasien yang datang hanya berobat kan,?"Vivi menjawab iya.
Lalu Suster sudah mulai memangil satu persatu pasien yang datang untuk berobat,sekitar jam 10 Jihan yang belum sarapan minta izin pada Vivi untuk sarapan dulu.
"Ya udah Sanah kamu sarapan aja dulu,"kata Vivi pada Jihan,Jihan lalu menuju dapur klinik dan makan ,karena dari pagi belum makan.
Suster hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Jihan,"Sus,,itu anak temanya Bu Dinda sama Pak Agung,jangan terlalu keras ,"
"Tapi Dok,,saya kok ya kesal banget lihat tingkahnya yang kaya anak bos aja,seenaknya gitu loh,,"
"Sabar sus,,jangan suka marah marah gitu,nanti ceper tua loh,,"
"Iya Dok,",sambil suster tersenyum.
Jihan masuk ke ruangan Vivi sambil tersenyum,dan senyumnya itu terlihat bahagia.
"Kayanya bahagia banget,kamu kenapa ,,?"tanya Vivi,Jihan masih tersenyum.
"Aku lagi seneng banget,,"
"Seneng kenapa,,?"
"Tante Dinda baru ngirimin no telfon Abang ke Aku Vi,,lihatlah,,"Jihan memperlihatkan kontak Akbar pada Vivi di hpnya.
Vivi hanya diam dan melihat Jihan yang sangat senang.
__ADS_1
"Sabar Vi,,kamu harus percaya pada Mas Akbar,,"kata Vivi dalam hatinya,Vivi menyemangati diri sendiri.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...