Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Mendapatkan 5 Foto


__ADS_3

Jihan lalu sarapan,selesai sarapan masuk ke kamar lagi,Jihan rupanya ingin menelfon Frengki.


"Halo ada apa Ji,,?"


"Aku mau nanya sebentar ,bisa ngga,?"


"Nanya apa,tapi jangan banyak banyak tanya yah,Aku mau operasi pasien nih,,"


"Ngga banyak kok,Aku cuman mau tanya,Vivi kasih ke orang orang coklat dari Amerika,dan coklat itu yang Aku tau mahal,Vivi semalam kan pulang sama kamu,itu Vivi dapat coklat dari mana,?"Frengki diam tidak langsung jawab karena sedang memikirkan jawaban apa untuk Jihan.


"Halo Freng,,kamu dengar kan,,?"


"Iya dengar,,"


"Terus dari mana Vivi dapat itu coklat,?"


"Itu dariku,Aku dapat dari sodara yang baru pulang dari Amerika,Aku ngga begitu suka coklat,jadi Aku kasihkan saja ke Vivi,"


"Oh gitu,,kamu ngga bohong kan Freng,?"


"Ngga lah,ngapain Aku bohong,"


"Ya udah,makasih yah,"Jihan langsung mematikan telfonya.

__ADS_1


"Aku ngga bodoh amat Freng,pasti kalian menyembunyikan sesuatu dariku,Aku akan terus slidiki,'


Vivi di ruangannya sedang berkirim pesan dengan Akbar,Akbar bilang pada Vivi nanti sore untuk datang ke Vila,suruh naik taxsi onlaine.


Vivi pun mau karena Akbar terus memaksa,Vivi menyudahi berkirim pesan karena Jihan masuk ke ruangannya.


"Kelihatanya kamu sedang bahagia banget Vi,ada apa nih,,?"Jihan rupanya sedang mancing.


"Ah ngga kok,,biasa aja,"jawab Vivi.


"Ya udah yuk kita periksa pasien,"Vivi lalu bangun dari duduknya.


Saat sedang memeriksa pasien Vivi juga terlihat bahagia dan tersenyum terus,pacaran aura wajah Vivi penuh dengan kebahagiaan.


Jihan yang melihatnya makin tidak suka,dan makin ingin tau ada apa dengan Vivi.


"Vi,,Aku mungkin dua hari akan pulang ke Jakarta,karena Aku dah selesai kan,?"


"Iya,,ngga kerasa yah Ji,waktu sangat cepat,"


"Iya,,Aku juga udah ngga sabar ingin ketemu Abang,soalnya Papah dah bilang kalau Aku dan Abang akan langsung tunangan setelah Abang pulang,"Jihan langsung melihat ekspresi wajah Vivi,dan Jihan tersenyum sinis tanpa Vivi tau.


"Oh gitu,,kamu jadi mau tunangan sama Abang,terus Frengki gimana,dia pasti akan patah hati,,"

__ADS_1


"Ya mau gimana lagi,Aku nyaman dengan Frengki sebagai teman Vi,kalau buat kekasih kayanya ngga bisa,"


"Ya memang cinta ngga bisa di paksa, itu seperti Abang padamu kan,Frengki merasakan apa yang kamu rasakan ,"Deg,, Jihan sedikit kaget dengan perkataan Vivi,karena memang Frengki seperti dirinya,Akbar menganggapnya teman,Jihan lalu diam,sedang Vivi hpnya bunyi tanda panggilan langsung bangun dari duduknya,dan sedikit menjauh untuk mengangkat telfon.


Sore pun datang,sehabis magrib Vivi akan pergi,dan Vivi sudah memesan taksi online,untuk mengantarnya ke Vila nya Frengki.


Vivi sudah selesai bersiap,lalu Vivi keluar kamar,saat mau keluar Jihan melihat Vivi lalu bertanya mau kemana.


"Aku mau pergi bertemu teman,"


"Mau nginap,,?"


"Ngga kok,malam juga aku pulang,Aku pergi dulu ya Ji,"


"Ya Silakan,,"


Vivi pergi keluar,Jihan yang curiga lalu mengambil jaket dan Dompet di kamarnya.


Saat mobil sudah pergi ,Jihan mencari ojek untuk mengikuti mobil taksi yang Vivi naiki.


Sekitar 45 menit mobil yang di naiki Vivi berhenti depan Vila,Jihan lalu turun dari motor,untuk mengintip dari pagar ,dan ojek di suruh menunggunya.


Jihan kaget sekaget kagetnya melihat Vivi bertemu dengan siapa,Mereka berdua saling peluk dengan mesra,dengan merasakan dada yang sakit ,Jihan mengambil hpnya,lalu memfoto Apa yang dilihat.

__ADS_1


Jihan memutuskan pulang ,karena sudah mendapatkan 5 foto untuk di perlihatkan ke Dinda dan Agung.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2