
"Saya mau keluar negri,,"Frengki langsung kaget mendengar Vivi mau pergi ke Luar negri.
"Vi,,jangan lah,itu terlalu jauh,kalau kamu ingin menenangkan diri di Indonesia banyak kok tempat yang bisa di datangi,kenapa ke luar negri,,"
"Saya pengin nenangin diri sambil jalan jalan Freng,Saya pengin ke luar negri juga ngga jauh jauh,cuman mau ke Brunai Darussalam,Di sana ada teman kamu tenang saja,"
"Mau berapa hari di sana,,?"Vivi mengeleng.
"Belum tau,,"
"Apa kamu yakin,,"
"Iya,,ayo antar saya ke bandara,"
Frengki langsung membawa mobilnya menuju bandara,sekarang sudah jam 3 pagi,mobil sudah sampai di Bandara,keduanya langsung turun dan mencari tempat duduk.
Frengki lalu memesan Tiket untuk ke Brunai,setelah pesan secara onlaine keduanya langsung duduk dan istirahat.
Frengki yang merasa lelah sampai tidur sambil duduk,penerbangan menuju Brunai jam 5 pagi,masih ada dua jam menunggu keberangkatan pesawatnya.
Vivi mengirim pesan pada Sifa temanya yang dulu ikut seminar bareng di Amerika,setelah pesan terkirim,Vivi juga mengirim pesan pada Akbar.
"Mas Vivi pamit,Vivi mau pergi dulu,ngga usah kuatir,Vivi bisa jaga diri,Mas jaga kesehatan,dan Vivi mohon untuk tidak menyakiti perasaan orang tua Mas,jangan membuatnya sedih,orang tua adalah segalanya,mereka lah yang sudah berjasa pada kita,Vivi ikhlas kalau memang Mas harus menikahi wanita pilihan Mereka,"setelah itu Vivi pun mematikan lagi hpnya.
"Maaf Fin Vivi Mas,,Vivi akan pergi,kalau kita jodoh pasti kita akan bertemu lagi,"kata Vivi dalam hatinya.
Vivi menunggu jam keberangkatan sambil melihat ke layar hpnya,Vivi melihat ke foto dan Video saat bersama Akbar,sampai air mata Vivi keluar.
Penerbangan menuju Brunai pun sudah di umumkan,Vivi lalu membangunkan Frengki,karena ingin berpamitan.
__ADS_1
"Apa sudah mau berangkat,?"Sambil mengucek matanya.
"Iya,,Saya pergi dulu yah,,"
"Iya,,kamu harus hati hati,dan jangan lupa kalau sampai di sana kabari Aku,biar Aku ngga di salahkan oleh Akbar,,"Vivi menjawab Iya.
Vivi pun masuk ke dalam,sedang Frengki hanya bisa melihat Vivi yang makin menjauh.
Setelah Vivi sudah tidak terlihat,Frengki pun keluar dan menuju mobilnya,karena mau pulang.
Pagi harinya,Akbar bangun tidur dan langsung membuka hpnya,Akbar merasa senang karena ada pesan dari Vivi,tapi saat Akbar membaca pesannya Akbar langsung merasa kesal dengan isi pesan yang Vivi tulis.
Akbar menelfon Vivi tapi hp Vivi mati,dan ngga bisa di telfon.
Akbar merasa kesal karena hpnya Vivi mati,lalu Akbar menelfon Frengki,hp Frengki ternyata mati juga,Frengki sengaja mematikan hpnya karena ingin tidur biar ngga di ganggu.
Dinda membantu mba membuatkan sarapan,Dinda bertanya ke Mba Iis tentang Vivi.
"Mba,,Vivi kirim pesan ngga sama kamu,,?"
"Pagi ini belum Bu,,Tapi semalam Vivi kirim pesan pada saya,,"
"Oh,,dia bilang apa Mba,,?"
"Katanya Saya suruh jaga kesehatan Bu,,"
"Cuman itu saja Mba,,?"
"Iya Bu,,memangnya ada apa ya Bu,?"
__ADS_1
"Oh ngga ada apa apa kok,cuman tadi saya telfon Vivi tapi hpnya mati,"
Dinda lalu menata sarapan di meja makan,di bantu mba Siti,Agung keluar dari kamar dan menuju meja makan.
"Mamah bikinin teh dulu ya Pah,"
"Iya,,"sebelum Dinda pergi ke kamar,si kembar datang dan langsung bertanya Abang sudah pulang belum.
"Abang sudah ada di kamarnya,"jawab Dinda,dan kembar langsung berlari ke kamar Abang.
"Kaka,,Adek,kalian harus sekolah loh,jangan lama lama nanti terlambat,"Si kembar menjawab Iya.
Kembar membuka pintu kamar Abang,dan langsung memeluk Abangnya secara bersama setelah masuk.
"Abang,kita kangen,,"
"Abang juga kangen,"kata Abang sambil mengusap kepala keduanya.
"Abang bawa oleh oleh ngga buat kita,?"
"Bawa dong,tapi nanti yah bukanya pulang sekolah,kalau sekarang nanti kalian terlambat sekolah,"
"Iya udah deh,kita berangkat dulu,ayo Bang kita sarapan,,"
"Kalian sarapan saja duluan,Abang belum lapar,"
"Oh ya udah,"Kembar belum tau tentang kejadian semalam,jadi kembar berfikir semuanya baik baik saja.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1