
Akbar sudah duduk di depan pak penghulu,acara Akad hanya di hadiri keluarga inti saja,karena Vivi sudah tidak punya orang tua hanya Mba Iis yang bibinya,jadi Vivi memakai wali hakim,keluarga mamah datang semuanya,Ada kakek Doni dan istri,Ada Bibi Dea dan suami,juga Zara dan suaminya,serta keponakan lainya yang ikut datang untuk menyaksikan acara ijab nya,baru nanti malam acara pesta nya akan di gelar di hotel.
Pak penghulu menyuruh pengantin wanitanya untuk keluar karena ijab akan segera di mulai.
Mba Iis dan Mba Siti menggandeng Vivi menuju ke depan pak penghulu,Mata Akbar menatap Vivi sambil tersenyum tipis,karena Vivi terlihat sangat cantik.
Vivi sudah duduk di dekat Akbar,"Sayang,kamu cantik banget sih,"Kata Akbar pelan,Vivi tidak menjawab hanya tersenyum saja.
"Baiklah kita langsung mulai saja,gimana Mas Akbar apa sudah siap,,?"tanya pak penghulu.
"Sudah Pak,,"
"Apa sudah siap untuk jadi suami dan imam untuk mba Vivi,,?"
"Sudah Pak,,"
"Kok jawabnya sudah terus,ganti dong yang lain,siap pak,,gitu kan bisa,"Pak penghulu meledek Akbar dan orang di situ pada tersenyum semua termasuk Vivi.
"Ya sudah mari kita mulai,karena mba Vivi sudah tidak punya wali,jadi saya yang akan menjadi walinya,mari Mas Akbar kita mulai,"Sabil pak penghulu bersalaman dengan Akbar.
Pak penghulu lalu memulainya dan di lanjutkan Akbar,hanya satu kali tarikan Akbar bicara dengan lantang,dan saksi langsung mengucap kata Sah.
Semuanya mengucap syukur,begitu juga Akbar dan Vivi,rasa deg degan keduanya sudah plong sekarang.
Pak penghulu menyuruh Vivi cium tangan Akbar dan Akbar mencium kening Vivi,setelah itu di lakukan,sekarang keduanya menandatangani surat nikah mereka.
Sekarang waktunya bersalaman,para tamu memberi selamat pada Akbar dan Vivi.
__ADS_1
Semuanya dengan tersenyum gembira memberi selamat,acara lanjut ke foto foto.
Semua keluarga berfoto semuanya,mba Iis dan mba Siti juga tidak ketinggalan,karena keduanya lah yang mengasuh Akbar dari kecil.
Selesai foto baru lanjut makan makan,semuanya makan bersama sambil mengobrol tentang nanti malam,keluarga akan langsung berangkat ke hotel tempat acara,biar siang istirahatnya sudah di hotel.
Pak penghulu dengan rombongannya berpamitan,Papah mengantar sampai depan dan mengucapkan terimakasih juga.
Yang di dalam selesai makan makan,juga pamit mau langsung pergi ke hotel.
"Kalian kapan berangkat ke hotelnya,?"tanya ini Dea.
"Kita nanti jam 3 sore aja Bi,,"
"Oh gitu,ya udah kita pergi dulu yah,"
Mamah dan Papah nanti sore baru ke hotel bareng pengantin nya.
"Kalian istirahat lah,,ingat entar sore jam tiga kita akan berangkat ke hotel,dan nanti malam pasti akan sangat cape karena harus menyambut para tamu undangan cukup banyak,jadi kalian harus istirahat jangan macam macam dulu,,ngerti kan kalian,terutama Abang nih,,"kata Papah.
"Iya Pah,,siap,,tapi kalau nyicil dikit boleh kan Pah,"
"Tetap ngga boleh,kalian harus istirahat dan tidur siang,"
"Ya elah Pah,,pelit amat sih,,"Mamah tersenyum mendengar anak dan suaminya yang sedang debat lucu.
"Itu biar nanti Abang ngga ngantuk di sana,udah Sanah masuk ke kamar,"
__ADS_1
"Iya Pah,,ayo sayang kita masuk kamar,kita nyicil bikin anak,"Akbar sambil berjalan menggandeng Vivi ke arah kamar berkata.
"Abang,,kamu ngga boleh nyicil dulu,nanti kebablasan,,"kata papah sedikit kencang,Akbar berbalik sambil tersenyum dan menarik turunkan kedua alisnya,tanda meledek papahnya.
"Ya Tuhan Mah Anakmu itu loh,"
"Ya biarin sih Pah,kaya kamu ngga pernah rasain jadi pengantin baru aja,udah ayo kita ke kamar,"Mamah dan papah masuk ke kamar.
Sedang Akbar di kamar sudah tiduran,Akbar menunggu Vivi yang masih di kamar mandi untuk ganti baju kebayanya.
"Yang,,,kamu lama banget sih di kamar mandinya,?"teriak Akbar.
Vivi yang mendengar teriakan Akbar diam saja,karena Vivi sedang membersihkan wajahnya.
"Yang,,kamu tuh ngapain sih lama banget,"Akbar yang ngga sabaran akhirnya menyusul ke kamar mandi.
"Ini Mas,,Vivi lagi bersihin wajah ,ada apa sih emangnya,,?"
"Kan kita mau nyicil Yang ,kok make di tanya lagi,"
"Kan tadi papah udah ngelarang kita,nanti malam aja sih Mas,,"
"Ngapain dengerin papah sih Yang,lagian papah juga ngga di sini ini,udah ayo keluar,"
Akbar yang ngga sabaran langsung menggendong Vivi,Vivi sampai kaget dan langsung berpegangan di leher Akbar.
Akbar langsung menidurkan Vivi di kasur,setelah itu Akbar menindih badan Vivi.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...