Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Curhat Ke Vivi


__ADS_3

"Mas kok ngegas gitu,Mas cemburu,,?"kata Vivi pada Akbar,Akbar lalu diam sesaat karena berfikir.


"Ce,,cemburu,,ya ngga lah,,"


"Tadi kenapa Mas kesal kalau Vivi kasih no telfon Jihan ke Frengki,,Vivi kasih no telfon Jihan ke Frengki juga atas izin Jihan ya Mas,tapi Mas kok malah yang marah sih,,"


"Aku ngga Marah,Maksud Aku itu ngapain sih Si Frengki minta no telfon Jihan,,"


"Kamu tuh harusnya bersukur Mas,kalau Frengki bisa buat Jihan jatuh cinta padanya,jadi Jihan ngga berharap sama kamu,dan kamu jadi ngga cemburu lagi sama Frengki,"


"Oh iya Ya Yang,,kenapa Aku ngga kepikiran,,"


"Makanya jadi orang tuh jangan curiga yang ngga ngga dulu,,"


"Iya maaf sayang,,Mas kan cuman takut aja kalau kamu tuh di rebut sama orang lain,,"


"Ah masa,,emang Mas Cinta sama Vivi,,"Bicara Vivi sambil di buat buat.


"Ngga cuman cinta ,tapi Aku cinta mati sayang sama kamu,"Vivi yang mendengarnya sangat senang dan tersenyum.

__ADS_1


"Tunggu Aku yah,tinggal 2 bulan lagi Aku pulang,dan dua Minggu lagi Aku sidang skripsi dan doakan supaya sidangku berhasil yah,,"


"Pasti Vivi doakan Mas,,Vivi juga sudah ingin bertemu denganmu,"Akbar tersenyum mendengar perkataan Vivi.


Mereka berdua mengobrol cukup lama,sampai perut Vivi lapar ingin makan,Vivi lalu bilang pada Akbar untuk menyudahinya dulu,Akbar pun mengiyakan.


Hari berlalu dan Vivi tidak tau kabar Frengki dan Jihan,karena Vivi tidak mau kepo,yang penting Jihan sekarang tidak sering bilang tentang Akbar.


"Vi,,kita makan siang bareng yuk,Aku pengin ngobrol nih sama kamu,"kata Jihan saat jam istirahat.


"Oh boleh,Ayo,,"Vivi lalu bangun dari duduknya dan keluar dari ruanganya bersama Jihan.


Vivi dan Jihan sudah ambil makanan,keduanya lalu duduk bersama.


"Aku mau curhat,kamu mau denger ngga Vi,?"


"Curhat aja,Aku mau dengerin kok,,"


"Makasih yah,,eemmm ini Aku mau cerita tentang Frengki,,kamu kan temenan sama dia lama kan Vi,,?"Vivi mengangguk.

__ADS_1


"Dia orangnya gimana sih,?"Sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Frengki orangnya baik,dan perhatian juga sama teman temanya,dia yang selalu di depan kalau ada temanya yang sedang kesusahan,dan orangnya juga sopan,"Jihan mengangguk.


"Dia ngga macam macam sama kamu kan Ji,?"


"Ngga,,cuman dia sering kirim pesan,dan sering kasih semangat juga wejangan gitu,Aku ngga begitu ladenin takutnya dia orangnya playboy,"


"Kalau playboy sih ngga,malah dia tuh banyak cewek yang suka,tapi sampai sekarang Aku belum denger dia punya pacar,dia tuh memang orangnya gitu ke temen ,sering ngasih semangat kalau kita lagi belajar ,apa lagi kamu sedang KKN dan sama jurusannya dengan dia Dokter,pasti dia akan rajin kasih pemasukan,tapi dia tuh ngga kesemua cewe gitu loh Ji,jangan jangan dia suka sama kamu lagi,,"Jihan sedikit kaget dengar kata terakhir ini.


"Ah ngga mungkin dia suka sama Aku,dia itu pasti dah punya cewe,kamu aja kali Vi yang ngga tau,"


"Ya ngga tau juga sih Aku,tapi coba nanti Aku tanyakan deh,,"


"Kenapa ngga sekarang aja Vi tanyanya,,?"


"Aku lagi makan Ji,tar kan bisa,kamu penasaran banget sih kayanya,udah mulai suka yah sama Frengki,,"


"Iihh,,apaan sih kamu Vi,,"Pipi Jihan terlihat memerah karena malu dengan perkataan Vivi.

__ADS_1


"Lalu gimana dengan Abang,apa kamu sudah menyerah,,?"


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2