Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Ingin Menikah


__ADS_3

Akbar dan Vivi keluar rumah sakit sambil bergandengan tangan,keduanya sama sama bahagia,bibir keduanya selalu tersenyum.


"Kita jalan kaki aja mau ngga Yang,,?"tanya Akbar pada Vivi,karena gedung hotel pun terlihat,jaraknya ngga jauh tapi juga ngga dekat.


"Boleh,,ayo,,"


Keduanya jalan kaki melewati trotoar yang ada di pinggir jalan yang tidak panas,karena di pinggir sepanjang trotoar ada pohon yang cukup rindang.


"Sayang kita mampir ke minimarket dulu yah,Mas mau beli minuman dan cemilan,"


"Iya Mas,,"Keduanya masuk ke minimarket yang mereka lewati,keduanya memilih apa yang mereka mau.


Dua kantong penuh mereka bawa ke Hotel,sampai di kamar hotel,Akbar meletakan kantong nya di atas meja.


"Mas,,Vivi minta air mineral nya dong,"Akbar lalu mengambilkan dari dalam kantong kresek lalu memberikanya pada Vivi.


Keduanya duduk di sofa,setelah Vivi minum Akbar merebahkan kepalanya di pangkuan Vivi,Akbar mengambil satu tangan Vivi lalu di ciumin nya.


"Kemarin gimana pembukaan rumah sakitnya Mas,,lancar kan,,?"


"Ya,,semuanya lancar,dan langsung banyak pasien,Mamah sama Papah juga masih di sana untuk membantu menangani pasien,"


"Syukurlah mas,,Mas dari Surabaya apa langsung ke sini,?"


"Ngga,,Mas ke Jakarta dulu,soalnya Adek ikut pulang,"

__ADS_1


"Terus kenapa hpnya harus di matikan sih,Mas bikin kuatir saja,"


"Iya maaf ,kan mau buat kejutan,"Sambil Akbar tersenyum,Vivi mengusap rambut Akbar dengan tangan.


"Tapi Vivi cemas banget loh Mas,,besok besok jangan lagi yah,,Vivi ngga suka,,"


"Iya sayang,,besok ngga lagi,,"


"Rencana Mas besok mau apa kalau pulang ke Jakarta,,"


"Mas mau ikut tim kerja ke Beni,Mas mau cari pengalaman kerja dulu,sambil kuliah lagi,"Vivi lalu diam dengar Akbar mau kuliah.


"Kenapa,,kok diam,,?"


"Ngga,,Kan Mas udah pernah bilang kalau ngga akan balik ke sana lagi,kuliahnya mau di Jakarta aja,"


"Iya,,kirain mau pergi lagi,,"


"Ngga kok,,nanti kalau sudah habis kontrak di sini jangan perpanjang lagi,kamu kerja di rumah sakit yang di Surabaya aja yah,,mau kan,,?"


"Apa boleh sama orang tua Mas,,?"


"Pasti boleh,,mereka kan sudah merestui kita,"


"Iya lihat nanti aja ya Mas,,"

__ADS_1


"Ngga boleh bilang nanti,tapi harus,soalnya Mas sudah punya pandangan mau buka kantor pengacara di Surabaya nanti,jadi kita kalau sudah menikah ngga LDR an,"Vivi tersenyum.


Akbar bangun dan duduk,"Yang,,kita nikah nya jangan lama lama yah,gimana kalau nanti kamu pulang ke Jakarta kita nikah aja,biar kita nanti di Surabaya sudah menikah,kan jadi enak kita,gimana,,,"


"Vivi selesai kontrak 6 bulan lagi loh Mas,masa kita mau menikah 6 bulan lagi,Mas emang sudah punya uang,kerja juga belum trus katanya mau kuliah,itu perlu uang banyak loh,,"


"Kamu ngga usah mikirin uang,yang penting kamu mau apa ngga kita nikah setelah kamu selesai kontrak 6 bulan lagi,,"


"Kalau orang tua Mas merestui dan mengizinkan kita menikah,Vivi mau aja Mas,,"Akbar tersenyum senang.


"Besok kalau Mas pulang langsung akan bilang ke orang tua Mas,semoga mereka merestui,,"


"Amin,,,"Jawab Vivi.


Akbar langsung memegang pipi Vivi,dan langsung mencium bibirnya sekilas.


"Mas mencintaimu,,sangat,,"


"Vivi juga mencintai Mas,,"Akbar langsung memeluk Vivi,dan mencium keningnya.


Akbar lalu menggendong Vivi di depan,Vivi mengalungkan tanganya di leher Akbar,Akbar membawa Vivi ke kasur,Vivi di tidurkan di kasur dengan pelan,setelah Vivi tiduran Akbar menindih Vivi.


Akbar langsung mencium bibir Vivi dengan rakusnya,Vivi hanya mengimbangi permainan Akbar,Vivi sudah merasakan benda keras menekan inti tubuhnya,dan Akbar sambil menekan juga meng*esek gesek*Kanya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2