Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Minta Maaf


__ADS_3

Vivi sampai di rumah sakit tempat Jihan di rawat,Vivi menuju kamar rawat Nya langsung.


"Sore semuanya,,,"kata Vivi saat buka pintu.


"Sore,,,"Jawab Frengki dan Akbar,Jihan rupanya sedang tidur.


"Gimana kondisi Jihan,,?"sambil melihat ke Jihan,Vivi bicaranya juga pelan takut ganggu.


"Sudah lebih baik,,,"jawab Abang.


"Syukurlah,,,ini siapa yang bawain makanan,?"sambil duduk dekat Abang.


"Sifa,,tadi sebelum berangkat kerja ngaterin makanan dulu ke sini,,"


"Oh,,,Freng,,kamu ngga mau mandi dari kemarin,,"Frengki menggeleng.


"Balik Sanah ke hotel dulu,biar Jihan Aku sama Vivi yang jagain,kamu mandi Trus sekalian aja baju baju kamu bawa sini,biar ngga bayar Hotel,"


"Benar Freng,,itu kan baju juga sudah dari kemarin,,pasti udah kotor,,"Frengki lalu berfikir.


"Baiklah Aku balik ke hotel dulu,sekalian koper ku Aku bawa kesini,,kalian tolong tunggu sini dulu yah,Jihan jangan di tinggal,"


"Iya ,,kamu tenang aja sih,,"


Frengki tadinya mau pamitan sama Jihan,tapi Akbar melarangnya karena kasihan kalau Jihan di bangunkan.


Frengki pun pergi,Vivi dan Akbar mengobrol,sambil Vivi membereskan meja karena banyak makanan.


Satu jam kemudian Jihan bangun dan melihat ada Vivi.

__ADS_1


"Vi,,,"kata Jihan pelan.


Vivi belum tau kalau Papah Jihan sudah meninggal,Vivi yang mendengarnya lalu bangun dari duduknya dan mendekat ke Jihan.


"Hai Ji,,lama kita ngga ketemu yah,,"sambil tersenyum Vivi berkata,Jihan tersenyum tipis tapi air matanya keluar.


"Loh kok nangis,,jangan nangis dong,,nanti cantiknya hilang,,"Vivi sambil mengusap air mata Jihan.


Akbar saat ini sedang keluar untuk beli kopi dan minuman.


"Maafin Aku ya Vi,,Aku banyak salah padamu,pasti kamu membenciku karena perbuatan ku padamu dulu,"


"Aku udah maafin kamu kok Ji,,Aku juga sudah melupakan kejadian itu,sudah jangan di bahas lagi,kita masih teman kan,,?"


"Trimakasih ya Vi,,kamu benar benar baik,Abang ngga salah memilihmu,dan terimakasih kamu masih mau menjadi temanku,,"


Jam sekarang pukul 5 sore,Jihan waktunya makan,Vivi menyuapi Jihan dengan pelan,saat Vivi sedang menyuapi Jihan Akbar datang.


"Sayang ini coklat mu di meja yah,,"


"Iya mas taro saja situ,nanti Vivi minum,"


Akbar juga mendekat ke mereka,lalu ketiganya sambil mengobrol.


"Frengki kemana Vi dari tadi kok ngga kelihatan,,?"setelah selesai makan Jihan bertanya.


"Frengki lagi balik ke hotel dulu buat ambil baju dan juga bersih bersih,dari kemarin dia kan ngga mandi,,"Jihan hanya jawab Iya.


Frengki pun datang,sambil membawa kopernya dan sudah ganti baju juga karena sudah mandi.

__ADS_1


"Freng,,karena kamu sudah datang,kita pulang dulu yah,,"kata Akbar.


"Baru Aku sampe udah mau balik aja sih kamu,"


"Ini udah malam,Aku sama Vivi mau istirahat,"


"Oh mau istirahat,ngga bohong tuh,,paling juga kamu mau nyicil,,"


"Tau aja kamu Freng,,ya udah aku balik dulu yah,,"


"Iya,,Sanah ,besok ke sini lagi kan,,?"


"Kurang tau,soalnya Vivi libur jadi kita mau jalan jalan,"Vivi yang sedang mengobrol dengan Jihan lalu di panggil Akbar,dan di ajaknya pulang.


"Ji,,Aku pulang dulu yah,besok Aku kesini lagi,"


"Iya Vi,,makasih yah,hati hati di jalan,"Vivi jawab Iya.


Akbar dan Vivi lalu pulang,mereka keluar dari rumah sakit.


"Sayang,,kita ke Hotel aja langsung yah,,"


"Vivi tapi mau ganti baju ,ke kosan dulu aja yah,,"


"Udah nanti mandi di hotel aja,pake baju Mas juga bisa nanti,kan ada kaos yang bisa kamu pake,,"


Vivi pun tidak bisa menolak karena Akbar akan tetap memaksanya kalau dia sudah punya keinginan.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2