
Frengki mengambil remot AC,lalu menyalakannya.
"Nanti biar Aku yang bayar listriknya,sekarang kamu tidurlah,Aku lapar mau makan dulu,,bibi pasti sudah memasak,"Jihan mengangguk,Frengki menyelimuti Jihan,sebelum pergi keluar Frengki mencium kening Jihan dulu.
Frengki ke dapur untuk melihat Bibi sudah selesai masak belum,"Bi sudah matang belum ,,?sambil melihat ke meja.
"Sudah Den,silakan makan,,?"
"Iya Bi,ayo bibi juga ikut makan sama saya,"
"Ngga usah Den,,Bibi nanti saja,,"
"Sekarang aja Bi,biar saya ada teman,ngga enak makan sendirian,,ayo Bi duduklah,,"
"Tapi Den,,"
"Sudah ngga usah tapi tapian,,sinih duduk,"Frengki menarik bangku agar Bibi duduk.
Bibi lalu duduk karena Frengki terus memaksanya,"Bi,,besok saya akan bawa Jihan pulang ke indonesia,Bibi nanti bantu siap siap yah,baju Jihan sama bibi rapiikan di koper,biar besok kita tinggal berangkat,,"
"Iya Den,,tapi Den kita kalau pulang ke Indonesia mau tinggal di mana yah,?"
"Apa Rumah Jihan sudah laku di jual,,?"
"Katanya tinggal tunggu tandatangan non Jihan Den,,"
"Oh gitu,,nanti saya ada apartemen,Bibi sama Jihan bisa tinggal di sana dulu ,"
"Iya Den,,"
Selesai makan Frengki melihat ke kamar Jihan,ternyata Jihan masih tidur dengan nyenyak.
"Bi,,Jihan masih tidur,saya mau pulang ke apartemen saya dulu yah,Saya mau sekalian bawa barang barang saya,biar Besok kita langsung berangkat dari sini,"
"Iya Den,,"
Frengki pergi dari apartemen Jihan,dan akan pulang ke apartemen nya.sampai di apartemen Frengki beres beres,Frengki sambil menelfon Bram untuk mengucapkan terimakasih atas bantuannya dan sekalian pamitan,setelah telfon Bram Frengki lanjut telfon Vivi.
__ADS_1
"Syukurlah lah kalau kamu sudah bertemu Jihan,Saya ikut senang Freng,,"
"Iya,,ini berkat doa dari kalian semuanya,Aku akan bawa pulang Jihan ke Indonesia,biar berobat di Indonesia saja,,"
"Iya,,tinggal pemulihan kan,,"
"Iya,,sekarang sedang terapi jalan,doakan ya Vi agar semua lancar,"
"Iya,,akan saya doakan untuk semuanya yang terbaik untuk Jihan dan kamu,"
"Terimakasih,,ya sudah aku tutup dulu telfonya,"Vivi menjawab iya.
Jihan bangun dari tidurnya,melihat jam sudah jam satu siang.
Jihan melihat Bibi yang sedang merapikan baju ke dalam koper.
"Bi,,Bibi lagi ngapain,kenapa baju bajunya di masukan ke koper,Bibi mau ninggalin Jihan,?"Bibi tersenyum.
"Siapa yang mau ninggalin non Jihan, Bibi tadi di suruh Den Frengki untuk merapikan baju non sama baju bibi ke koper,kata Den Frengki besok kita akan pulang ke Indonesia,"
"Den Frengki sudah pulang Non,tadi waktu non tidur,,"wajah Jihan terlihat sendu,Bibi yang melihatnya langsung menjelaskan.
"Den Frengki pulang ke apartemen nya untuk merapikan barang barangnya Non,nanti den Frengki datang lagi ke sini,,"Jihan sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Den Frengki baik ya Non,Trus kayanya tulus lagi mencintai non,,susah loh non cari laki laki yang seperti den Frengki,non sangat beruntung,"Jihan tersenyum.
"Iya Bi,,Mas Frengki memang sangat baik,tapi Jihan takut kalau mas Frengki nantinya menyesal karena menikahi wanita cacat kaya Jihan gini Bi,,"
"Sepertinya den Frengki tulus dan tanggung jawab,ngga mungkin menyesal deh non,Non Jihan ngga cacat kok,nanti juga sembuh ,kan tinggal terapi saja,,"
Saat mereka mengobrol bel pintu berbunyi,Bibi membuka pintunya ternyata orang yang mau meminta uang sewa apartemen.
"Mana uang sewanya Bi,,saya harap jangan kurang yah,soalnya 2 bulan kemarin saja kurang terus,,"Bibi diam dan bingung.
"Kenapa diam,,mana uangnya!,,"sedikit keras bicaranya.
"I,,iya akan saya ambilkan,tunggu sebentar,"
__ADS_1
Bibi masuk ke dalam dan mengambil uang di kamar,"Siapa bi,,?"tanya Jihan.
"I,,itu non orang yang mau ambil uang sewa apartemen,,"
"Dia marah yah bi,,"
"Iya non,,ini uangnya masih kurang lagi non,,dia minta kurangan dua bulan yang bulan kemarin,gimana yah non,,"
Saat keduanya sedang bingung,orang nya di luar tidak sabar lalu masuk ke dalam.
"Mana uangnya,lama amat sih,,saya ngga ada waktu yah,,"di pintu kamar.
Jihan dan bibi kaget dan terlihat takut juga,"Ini cuman buat bayar bulan ini saja,sisa yang bulan kemarin belum ada,,"
"Kalian ini kalau ngga punya uang jangan belagu deh sewa apartemen di sini,kalian tuh pantasnya di kolong jembatan aja,,saya ngga mau tau yah,besok harus ada sisa uang yang bulan kemarin,kalau kalian tidak membayarnya,besok kalian angkat kaki dari sini,,"
"Cukup,,kurang berapa memangnya,saya yang akan bayar semuanya,jadi berhenti bicara kasar pada mereka,,"Orang itu melihat Beni dengan sinis,Beni bicara juga dengan marah karena melihat Jihan dan bibi di hina.
"Kurang nya banyak,,5 juta,,"
"Saya akan bayar sekarang,mana no rekening kamu,,"Orang itu lalu menujukan no rekening di hpnya.
"Ini saya sudah tranfer,silakan keluar,,"saat orang itu baru satu langkah,Beni menyetopnya.
"Besok mereka sudah tidak tinggal di sini,kembalikan uang itu,,"
"Oh bagus,,tapi uang yang ini saya tidak akan kasih,karena mereka juga tinggal di sini selalu telat bayar,jadi ini uang tetap milik saya,"Orang itu langsung pergi,saat Frengki ingin mengejarnya Jihan melarangnya.
"Mas,,ngga usah,,jangan di kejar,,biarkan dia pergi,,"suara Jihan bergetar,Frengki yang melihatnya jadi tidak jadi mengejar.
Frengki mendekat ke Jihan dan langsung memeluknya,Bibi lalu keluar dari kamar karena ngga enak.
"Maafin Aku Mas yang jadi beban mu,,"kata Jihan sambil menangis di pelukan Frengki.
**Maaf kalau ada yang kurang suka kenapa ceritanya Frengki terus,mungkin 4 episode kedepan masih Frengki dan Jihan yah,nunggu hubungan mereka di setujui keluarga Frengki dan Jihan sembuh, trimakasih...
Buat ceritaku yang Hanya Cinta Sesaat itu cerita nyata yah dari temanku,tapi Aku sedikit rubah,hanya ambil inti kisahnya saja,,aku juga sudah dpt izinya dia untuk aku buat cerita,jngn lupa baca yah, terimakasih**...
__ADS_1