Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Keinginan Jihan Terwujud


__ADS_3

Vivi Memeriksa denyut nadi Jihan,"Ji,,kita ke ruang itu yuk,,"Vivi mengajak Jihan ke ruang pemeriksaan yang ada di rumahnya.


"Mau nggapain Vi,,"


"Sudah ayo,,bantu Aku bangun,,"Vivi yang perutnya sudah besar jadi susah bangun nya,Jihan lalu membantunya untuk bangun.


Keduanya menuju ruang pemeriksaan,sampai di dalam Jihan di suruh tiduran.


"Vi,,Aku ini sehat loh,cuman kepala ku aja yang suka pusing,"


"Sudah diam lah,,Aku hanya ingin pastikan pemeriksaan ku salah apa ngga,,"


Jihan lalu diam dan mulai memeriksa Jihan,Jihan akhirnya diam saja saat Vivi memeriksanya.


Vivi sudah selesai memeriksa Jihan,lalu menyuruh Jihan duduk,sedang Vivi mengambil sesuatu di laci.


"Coba gunakan alat ini dan masuklah ke kamar mandi,"Jihan yang tau alat apa yang di berikan oleh Vivi langsung menatap Vivi.


"Vi,,apa maksudnya ini,,?"


"Kamu masuk kamar mandi dan coba pakai,jadi kita akan tau hasilnya,kalau di rumah sakit Aku akan langsung USG kamu biar tau hasilnya,tapi karena di sini ngga ada alatnya jadi kamu pakai ini,,sudah Sanah masuk,,"Jihan menurut dan masuk kamar mandi.


"Ya Tuhan,,semoga hasilnya positif,Aku sangat menginginkan punya anak,,"Kata Jihan sambil menggunakan alat yang di berikan Vivi.

__ADS_1


Setelah itu Jihan tidak ingin melihat hasilnya,dan langsung di berikan pada Vivi,Vivi juga mendiamkannya menunggu 10 menitan.


"Kamu sudah telat datang bulan belum Ji,,?"


"Harusnya sih memang tanggal 10 kemarin,ini tanggal 15 Aku belum dapat,,"


"Sepertinya hasilnya akan positif,,apa kamu senang kalau itu benar,"


"Ngga senang lagi Vi,,Aku sangat bahagia,Aku ngga punya sodara dan Mas Frengki juga sama anak tunggal,walau mertua ku tidak secara terang bilang ingin cucu dari ku,tapi dari perkataanya Aku sudah paham kalau mereka sangat menginginkan cucu Vi,,tapi Mas Frengki yang selalu menjaganya agar Aku tidak hamil dulu,,"


"Trus kok sekarang bisa ke bobolan gini,,?"


"Sepertinya waktu itu Mas Frengki yang lupa,Aku bilang padanya Aku lagi ngga subur,dan dia percaya jadi dia tidak buang di luar,,dan membuangnya di dalam,,"Vivi mengangguk.


"Iya Aku akan tetap mempertahankannya Vi,,ini darah daging kita masa Mas Frengki akan tega menyakitinya,"


"Ya semoga aja Frengki tidak akan berbuat gila,,dia menjagamu agar tidak hamil itu karena dia sangat menyayangi dan mencintaimu,makanya dia tidak ingin kamu kenapa kenapa,dan membahayakan diri kamu"


"Iya Vi Aku tau,,tapi Aku juga sudah ingin mempunyai anak darinya,,"


"Iya Aku paham,,dulu aku juga sepertimu,takut kalau tidak bisa hamil,dan pikiranku malah sangat jauh,takutnya Mas Akbar akan menceraikan mu karena Aku ngga bisa hamil,"


"Ya Aku juga punya fikuran gitu juga,"

__ADS_1


"Ya udah kita lihat yah apa hasil nya,,"Jihan mengangguk.


Saat Vivi melihatnya langsung tersenyum ,"Lihatlah dua garis merah dengan sangat jelas,"Jihan melihatnya dan langsung menangis,lalu mengusap perutnya yang masih rata.


"Selamat yah,,kamu hamil,,"


"Iya Vi,,makasih,,,Aku bahagia banget Vi,,"


Setelah itu keduanya keluar dari ruang pemeriksaan,Karena sudah jam makan siang,Keduanya makan siang bersama.


"Kamu harus makan yang banyak ya Ji,biar kamu sehat dan juga calon bayinya,"


"Iya Vi,,bantu Aku untuk menjaganya yah,"


"Iya Siap,,"


"Dan nanti kalau Mas Frengki tidak mau dengan kehamilanku ini bantu Aku,pasti ada cara untuk Aku bisa melewati ini semua,walau nyawa yang akan aku taruhkan tapi aku akan tetap mempertahankan anak ku ini,"


"Iya nanti akan Aku bantu,,pasti,,walau Aku sebenarnya juga takut dengan kondisimu yang belum sembuh betul,"


Sore pun datang,Jihan sedikit takut dan cemas karena takut nanti Frengki akan marah kalau dengar dirinya hamil.


"Ya Tuhan tolong bantu Aku,semoga Mas Frengki tidak marah dan menerima anaknya ini,,"kata Jihan yang ada di kamarnya.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2