Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Dinda Tidak Setuju Dengan Keinginan Agung


__ADS_3

Akbar diam sesaat karena bingung mau menjawab pertanyaan Dinda.


"Mah,,,bukanya Abang ngga ada waktu buat jawab pesan dari Jihan,tapi Abang memang membatasinya, Abang takut kalau nanti Jihan mengira Abang perhatian padanya,dan menyalah artikan itu semuanya,"


"Ya emangnya kenapa kalau Jihan beranggapan seperti itu,Emang Jihan kan sudah suka sama Abang dari dulu,apa ada yang salah,,?"


"Ada Mah,,karena Abang ingin menjaga perasaan seseorang,Abang kan udah bilang dari dulu juga ke Jihan,Abang ngga suka padanya,Abang hanya menganggapnya teman ,makanya Abang tidak ingin terlalu aktif membalas pesan Jihan,"


"Apa Abang sudah punya kekasih,,?"Akbar tidak langsung menjawab,Agung yang mendengar pertanyaan Dinda langsung penasaran dengan jawaban Akbar.


"I,,iya Mah,Abang sudah punya kekasih,,"Agung dan Dinda saling tatap.


"Siapa pacar Abang,,?"


"Ada Mah,,Abang akan kenalkan nanti kalau waktunya sudah tepat,,"


"Baiklah kalau Abang memang sudah punya kekasih,tapi setidaknya Abang telfon Jihan,bilang kalau Abang sudah punya kekasih,"

__ADS_1


Tapi saat Dinda selesai bicara Agung mengambil hpnya,Agung langsung bicara.


"Jangan bilang ke Jihan kalau Abang punya pacar,Sebelum Papah tau siapa kekasih Abang,Papah ngga akan kasih restu kalau kekasih Abang ngga masuk kreteria Papah,karena Papah lebih setuju Abang dengan Jihan ,"Akbar yang mendengar papahnya bicara seperti itu diam dan hanya mendengarkan nya.


"Abang dengar yang Papah katakan kan,,"tanya Agung lagi karena Akbar hanya diam.


"I,,iya Pah,Abang dengar,,"


"Bagus,,sekarang telfon Jihan biar Jihan cepat sembuh,,"Akbar menjawab iya.


"Pah,,kenapa Papah bicara seperti itu pada Abang,Mamah kok kurang setuju,"


"Bicara yang mana,,?"


"Yang bilang kalau pilihan Abang harus masuk kreteria Papah,,menurut Mamah asalkan Abang mencintainya dan merasa nyaman dengan nya,itu sudah cukup,jangan terlalu mengangkang Abang Pah,,"


"Papah ngga mengengkang atau melarang Abang untuk mencari pasangan,tapi Papah hanya ingin Abang tidak salah pilih,karena menurut Papah Jihan sudah sangat pas dan cocok untuk Abang,Mamah tau kan kalau Jihan sudah menyukai Abang dari mereka sekolah,Emang Mamah ngga mau kalau Jihan jadi menantu Mamah,,?"

__ADS_1


"Mamah suka dengan Jihan,dan setuju aja kalau Jihan jadi menantu kita,tapi kalau Abang menyukai Jihan juga,kalau Abang tidak suka dengan Jihan,Mamah ya tidak akan memaksanya,karena Mamah ingin melihat Abang menikah dengan orang yang Abang cintai,,"


"Tapi Papah tetap tidak setuju kalau pilihan Abang menurut Papah tidak cocok,"Dinda hanya membuang nafas kasar karena Agung benar benar membuatnya bingung.


Vivi memeriksa keadaan Jihan,dan Jihan sudah lebih baik.


"Kamu harus banyak makan ya Ji biar cepat pulih,semuanya sudah bagus loh nih,,"Jihan tersenyum tipis.


"Aku juga pengin banget sembuh Vi,sakit tuh ngga enak,,"


"Itu tau sakit ngga enak,tapi kamu malah mengabaikan Makan ,"


"Ya,,aku juga ngga mau kaya gitu,malas makan dan bawanya ngga enak ,tapi Aku sekarang sudah lebih baik soalnya semalam Aku bilang papah masalah sakit ku ini,dan Aku juga bilang karena Abang ngga pernah balas pesanku,Lalu Papah bilang akan ke rumah Om Agung suruh menanyakan Abang kenapa,trus tadi Papah ku udah telfon katanya sudah bilang sama Om Agung dan Tante Dinda,kata nya mau langsung menanyakan ke Abang,pasti nanti Abang akan menghubungiku,karena Om Agung dan Tante Dinda pasti sudah menghubungi Abang,"Vivi hanya tersenyum tipis.


Dan benar saja baru saja Jihan selesai bicara ,hp Jihan berbunyi tanda pangilan,Vivi sempat melihat ke layar hp Jihan yang ada di atas meja dekat kasur,dan Akbar yang menelfon Jihan.


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..

__ADS_1


__ADS_2