Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Kaget Dan Sedih


__ADS_3

Frengki terus saja diam karena memikirkan Jihan,Akbar yang melihatnya langsung menegurnya.


"Kamu kenapa jadi melamun gitu,bukanya mikir ini mau gimana,,? Luka Jihan itu cukup parah,dan pasti akan sangat lama penyembuhannya,kita ngga mungkin di Brunai terus kan buat jagain Jihan,,"


"Aku ngga bisa meninggalkan dia sendirian di sini,kalau kamu mau pulang duluan silakan,tapi Aku akan menemaninya sampai dia sembuh,,"


"Kamu gila ya Freng,kamu memangnya ngga kerja,tanggung jawab mu dengan pekerjaanmu gimana,jangan karena kasian pada Jihan kamu mengabaikan kerjaan mu,"


"Jangan bilang kamu masih menyukainya ya Freng,,kamu sudah ada Sifa,jangan kamu permainkan perasaan Sifa,,"Frengki diam.


"Aku tau,,kamu tenang saja,,"Akbar mendengar jawaban Frengki sepertinya tidak puas.


"Jawab pertanyaan ku Freng,kamu masih suka Jihan,?"


"Biar waktu yang menjawab,ayo kita kembali ke kamar rawat Jihan,"Frengki bangun dari duduknya.


Akbar menggelengkan kepalanya melihat tingkah Frengki,"Dia ngga beres nih,,bahaya,,"sambil menyusul Frengki yang sudah jalan duluan.


Sampai di ruang rawat Jihan,Sifa sedang duduk di sofa sambil memainkan hpnya.


"Sudah bicaranya,,?"


"Sudah,," Akbar yang menjawab,Frengki justru berjalan lurus menuju ke Jihan.


Akbar lalu mengajak Sifa mengobrol agar tidak memperhatikan tingkah Frengki.


"Kenapa nasibmu seperti ini,kasihan sekali hidupmu,,"kata Frengki dalam hatinya sambil terus melihat ke Jihan.


"Mas Frengki,,Aku mau pulang dulu yah,"Kata Sifa,tapi Frengki yang sedang melihat ke Jihan tidak mendengar,Akbar lalu memangil Kanya.

__ADS_1


"Frengki,,ini Sifa panggil kamu,dia mau pulang,"Frengki lalu menengok.


"Oh maaf,,kamu mau pulang,"sambil melihat ke jam tangannya dan berjalan ke Sifa.


"Iya Mas,,Aku nanti sore kesini lagi sekalian berangkat kerja,"


"Kamu ngga usah bolak balik ke sini,nanti capek,"


"Ngga kok Mas,,Aku ngga capek,soalnya Aku nanti bawakan makanan buat kamu,"


"Ya bener Fa,,entar sore bawakan kita makanan,,"Akbar yang ikut berkata.


"Ya udah terserah kamu saja,,"


Sifa lalu pulang,sedang Akbar dan Frengki tetap menemani Jihan.


Jihan bangun saat Dokter datang memeriksa,Frengki juga mendekat.


"Tapi tangan saya sangat sakit Dok,,apa ini parah,,?"


"Kalau tangan Nona pasti cukup lama sembuhnya,karena tulangnya patah,dan kemaren kita pasang alat agar tulangnya menyatu lagi,jadi sekitar 3 bulanan kemungkinan baru sembuh,"


"Patah Dok,,tangan saya,,"Jihan sangat kaget dan sedih.


"Iya,,,tangan Nola patah,,tapi asal Nona rajin minum obat dan tidak banyak gerak pasti cepat sembuh,"


"Iya Dok Trimakasih ,"Frengki yang bicara karena Jihan diam saja,pasti Jihan tidak menyangka tanganya separah itu.


Dokter lalu keluar setelah selesai memeriksa,Akbar bangun mendekati Jihan dan Frengki.

__ADS_1


"Kamu ngga usah kuatir,pasti tanganmu akan sembuh,,"kata Akbar,Jihan hanya tersenyum tipis.


"Makan lah dulu,,biar Aku suapi,,"kata Frengki sambil mengambil kotak makan yang tadi suster Antarkan.


Mereka bertiga sambil ngobrol,dan Frengki dengan tlaten menyuapi Jihan.


"Aku ingin pulang ke Indonesia,"


"Di sini saja dulu tunggu tanganmu lebih baik,"Akbar yang menjawab.


"Aku tidak ingin merepotkan,kalau di rumah ada mba yang menemani dan menjagaku,"


"Iya,,kamu akan pulang tapi tunggu satu mingguan lagi,,"Frengki langsung mengiyakan,karena mungkin kalau di rumah Jihan akan cepat sembuh.


"Vivi di mana Bang,,Apa Vivi tidak mau melihatku lagi,,? Vivi benci ya Bang sama Aku"


"Vivi masih kerja nanti sore dia akan datang,Vivi ngga membencimu,Vivi justru kuatir sama kamu,karena kerja jadi dia akan datang nanti sore,,"


"Syukurlah lah Bang,,Aku takut Vivi membenciku,,"


Jam pun berlalu,Vivi sudah pulang tugas,dan akan langsung ke rumah sakit,Sifa juga sudah datang ke rumah sakit untuk mengantarkan makanan,Akbar dan Frengki lalu makan.


"Freng,,Sifa pintar masak yah,,ini cocok buat istri,,pintar masak,,"Akbar sambil menyuapkan sendok ke mulutnya,Jihan yang mendengar menengok ke arah Frengki,Jihan rupanya menunggu jawaban apa yang Frengki akan katakan.


"Kalau nanti Aku punya istri justru Aku ngga akan bolehkan dia masak,Aku ingin istriku hanya untuk melayani ku di ranjang,,"Akbar yang mendengarkan perkataan Frengki langsung bilang gila.


"Kamu emang gila ya Freng,otakmu ternyata mesum juga,,"


"Aku ini normal,Aku kan bekerja untuk cari uang,dan untuk membahagiakan istriku nanti,jadi Aku tidak ingin tangan dia terluka atau kotor hanya untuk memasak,Aku akan mencarikan mba agar dia yang mengurus semua urusan rumah,"Jihan yang mendengarnya tersenyum.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2