
Saat ini Vivi sedang ketakutan karena 4 laki laki itu terus saja bicara yang ngga pantas padanya,dan tangan mereka juga sesekali memegang anggota tubuh Vivi,seperti tangan ,Bo#kong dan pipi Vivi.
"Saya mohon biarkan saya pergi,"sambil menangis dan takut Vivi terus saja memohon.
"Mendingan kita senang senang sayang,ayo lah jangan sok jual mahal,,"
"Iya,,kita senang senang lah dulu,pasti kamu puas bermain dengan kita,,"sambil mengusap pipi Vivi.
Vivi terus saja berontak dan mengusap kembali bekas pegangan tangan laki laki itu di pipinya.
"Teman teman gimana kalau kita main mainya di apartemenku saja,sepertinya itu lebih enak,"
"Setuju,,ayo kita bawa dia ke apartemenmu,"
"Iya ayo,,"sambil tangan Vivi di tarik oleh salah satu laki laki,Vivi berontak dan teriak minta tolong,tapi satu pria menutup mulutnya Vivi agar tidak teriak.
Vivi terus saja berontak tetapi tenaga wanita tetap kalah dengan tenaga ke empat pria itu.
Akbar di tempat kerjanya merasa tidak tenang,dan perasaanya selalu was was dengan Vivi,Akbar menelfon Vivi tidak di angkatnya juga,padahal Vivi sudah pergi dari 40 menit yang lalu.
"Aku harus izin pulang,rasanya ada yang ngga beres ini,,"Akbar lalu izin kepada seniornya untuk izin pulang,Akbar beralasan ada hal penting yang harus di kerjakan.
Setelah mendapat izin Akbar langsung pulang menuju apartemenya.
Vivi sedang berontak karena tidak mau di bawa.
__ADS_1
"Vivi,,,,"
"Siapa kamu hah,,,jangan ikut campur yah,,"kata satu orang yang sedang memegang tangan Vivi.
"Tolong Bram,,,tolongin Aku,,"rupanya Bram melihat Vivi yang sedang di tarik paksa oleh orang,dan Bram dengan berani mendekatinya,padahal ada orang yang melihatnya juga tapi tidak mau ikut campur.
"Lepaskan dia,,Aku temanya,,"
"Kalau kamu ngga ingin tulang tulang kamu hancur lebih baik kamu pergi sekarang,,"
"Tidak,,saya akan pergi kalau teman saya ikut pergi,,"
"Jangan harap,,"teriak satu orang yang langsung menyerang Bram.
"Ya Tuhan,,Vivi,,Bram,,Aku harus minta tolong ke siapa ini yah,,"Sifa kebingungan mau minta tolong ke siapa.
Sifa lari menuju apartemen Akbar untuk memangil ke amanan,saat Sifa sedang bicara dengan keamanan dengan nafas yang ngos ngosan ,Akbar baru saja sampai dan dengan buru buru masuk ke apartemen dengan berlari,Sifa melihat sekilas langsung mengejarnya masuk ke dalam.
"Mass,,,Masss mas Akbar,,tunggu,,,"Akbar menengok ke belakang saat ada suara yang memangil nya.
Sifa langsung bicara "Mas,,,Vivi,,,sama Bram,,,merekaaa,,,"
"Ada apa katakan,,"
"Bram sedang di keroyok gara gara nolongin Vivi,,"
__ADS_1
"Apa,,,di mana sekarang,,?"
"Di sana,,di samping apartemen Biru,,"Tanpa menunggu Sifa, Akbar berlari dengan sangat cepat.
"Sayang,,,,semoga kamu tidak apa apa,,"Akbar terus saja berdoa.
Akbar langsung berteriak kencang saat melihat Vivi sedang di tarik paksa,sedang Bram sudah jatuh ke aspal dengan banyak luka.
"Brengsekkk,,,lepaskan dia,,,"Vivi melihat ke arah Akbar yang datang,dan Vivi tersenyum sambil menangis.
"Mass,,,,"kata Vivi.
"Mau apa kamu hah,,,kamu mau mati,,,"
"Lepaskan dia,kalau sampai ada darah yang menetes sedikitpun di badanya akan Aku hancurkan badanmu,,"Ke empat laki laki itu tertawa kencang saat mendengar perkataan Akbar.
"Heh kamu jangan banyak bicara,"satu laki laki langsung menyerang Akbar.
Akbar yang sangat marah karena melihat Vivi yang di sakiti langsung menghajar laki laki yang menyakiti Vivi.
Sifa bersama tiga orang keamanan langsung menuju ke tempat keributan.
***Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..
Maaf kmrn ngga up,LG repot***....
__ADS_1