Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Buat Seketsa Wajah


__ADS_3

Pagi harinya Akbar dan Vivi masih tidur dengan saling peluk,udara dingin membuat mereka masih nyenyak tidur.


Akbar ingin libur kuliah dan cuti kerja selama dua hari,karena ingin menghabiskan waktu bersama Vivi.


"Mass,,ini sudah siang ,kamu ngga kuliah,,"Vivi bangun duluan dan kaget melihat jam sudah jam 8 pagi.


"Eemmm,,,Aku mau libur kuliah sama Kerja,Aku pengin dua hari ini menghabiskan waktu bersamamu,"Sambil memendamkan wajahnya di dada Vivi.


"Tapi kenapa harus sampai libur sih Mas,,kan kita masih bisa malam nya sama paginya,"sambil mengusap kepala Akbar.


"Tapi hanya sebentar sebentar,Aku pengin dua hari ini menghabiskan waktu bersama kamu,karena kita bertemunya akan lama lagi,"Vivi tersenyum mendengar perkataan Vivi.


"Ya udah Vivi mau buat sarapan dulu yah,,ini sudah siang,Mas harus minum obat biar lukanya tidak sakit lagi,"


"Hemmm,,,iya,,"Akbar lalu.melepaskan pelukanya di badan Vivi.


Vivi menuju kamar mandi,untuk cuci muka dan gosok gigi,setelah itu Vivi ke dapur untuk buat sarapan.


Saat Vivi sedang menggoreng telor,Akbar datang dan langsung memeluk Vivi dari belakang.


"Masak apa sayang,,"sambil mencium leher Vivi.


"Vivi cuman dada telur Mas,soalnya semalam belanjaan Vivi,,"Vivi ngga lanjutin bicaranya.


"Iya udah ngga papa,,pake telur aja enak kok,ngga usah di ingat yang kemarin yah,semua udah baik baik saja kok,"Sambil Akbar membalikan badan Vivi agar menghadap ke arahnya,Vivi hanya mengangguk.

__ADS_1


Akbar memeluk Vivi Dangan sayang,karena Akbar tau banget Vivi masih merasa troma atas kejadian semalam.


Saat keduanya masih berpelukan,hidung keduanya mencium bau gosong.


"Mas,,telur Vivi gosong,,"kata Vivi dan Akbar langsung melepaskan pelukanya.


"Yah Mas,,,Jadi gosong kan telurnya,Mas sih peluk peluk Vivi,,"Akbar tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat melihat telurnya gosong.


"Ya kan tadi kamu juga mau di peluk,,"


Vivi lalu membuat telur dadar lagi,untung masih ada dua telur lagi,Vivi juga membuatkan coklat hangat buat Akbar.


Setelah telur dadarnya Mateng,keduanya sarapan bersama.


"Yang,biasanya Aku kalau pagi ngga pernah sarapan gini loh,Aku hanya makan roti sama minum coklat hangat,kalau malam juga jarang makan,padahal lapar tapi malas buat makanan nya,semenjak ada kamu berat badanku sekarang udah naik 4 kg,"


"Serius ,sekarang berat badanku 72 tadinya 68 loh,,nih perut aja dah kelihatan ,"Vivi tersenyum karena memang perut Akbar kelihatan gendut.


Selesai makan Vivi beres beres dapur,sedang Akbar ke ruang depan duduk di sofa sambil memangku laptopnya.


"Mas sedang apa,,?"tanya Vivi yang mendekati Akbar dan ikut duduk di sebelahnya.


"Aku lagi buat seketsa wajah orang orang semalam,"Vivi langsung diam.


"Aku ngga akan biarkan mereka berkeliaran di luar sana,mereka harus dapat hukuman karena telah menyakitimu,,"sambil Akbar melihat ke Vivi yang dari tadi diam.

__ADS_1


"Kamu ngga usah takut,Aku akan selalu ada di dekatmu ,Aku lakukan ini agar orang orang itu jera dan tidak melakukanya lagi pada wanita Asia,"Sambil menggenggam tangan Vivi dan menciumnya.


Vivi lalu mengangguk dan melihat Akbar membuat seketsa wajah 4 laki laki semalam.


"Mas,,yang ini ada bekas luka di wajahnya,karena yang ini Vivi sangat faham,"sambil menujuk ke satu orang.


"Luka,,di wajah,,,"Vivi mengangguk.


"Apa seperti ini,,?"Akbar menujukan gambar bekas luka di pipi.


"Iya Mas,,dan agak lebar ke bawah lagi,,"Akbar lalu mengikuti perkataan Vivi.


"Iya Mas bener ini,wajahnya sangat mirip,,"kata Vivi,sedang Akbar sedang mengingat karena seperti pernah melihatnya.


"Ada apa Mass,,?"tanya Vivi karena Akbar diam sambil melihat ke gambar.


"Aku kayanya pernah lihat dia,tapi di mana yah,"kata Akbar sambil berfikir.


"Masa sih Mas,,di mana,,?"


"Mas lupa di mana,tapi Mas yakin pernah melihatnya,,"sambil terus berfikir.


Saat Akbar masih berfikir hp vivi berbunyi tanda pangilan,dan ternyata dari Sifa.


"Vi,,kamu jadi ikut beli oleh oleh ngga ,kl jadi kita ketemuan di lampu merah depan ,"Vivi bingung mau pergi apa ngga,karena Vivi rupanya masih sedikit takut.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2