Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Frengki Dan Jihan Datang


__ADS_3

Frengki dan Jihan sudah sampai di bandara Surabaya,Akbar yang menjemputnya,mereka sampai jam 4 sore jadi Akbar sekalian pulang.


"Gimana kabarmu Bar,,?"tanya Frengki sambil berpelukan.


"Baik,,kamu gimana,,?"


"Pastinya baik dong,,"keduanya melepaskan pelukannya,lalu Akbar berjabat tangan dengan Jihan.


"Ayo kita berangkat,Vivi pasti sudah menunggu di rumah,"ajak Akbar.


Ketiganya berjalan menuju bandara,pernikahan Frengki dan Jihan juga sudah masuk dua tahun,tapi mereka belum di beri keturunan.


Jihan memang di Dokter kandungan belum boleh hamil karena bekas kecelakaan di bagian tulang punggungnya belum sempurna sembuh.


Frengki pun yang seorang dokter tau kalau sampai Jihan hamil itu sangat beresiko untuk Jihan nya,Frengki selalu memberinya semangat dan dukungan pada Jihan,Jihan sekarang tidak bekerja hanya di rumah saja menunggu Frengki,untungnya Jihan tinggal di rumah mertua jadi ada teman ngobrol.


Sampai di rumah Akbar,Vivi memang sudah menunggu,Vivi mendengar suara mobil Akbar datang langsung membuka pintu.


Vivi tersenyum saat melihat Frengki dan Jihan datang.


"Vivi,,,,"Jihan sedikit berlari saat keluar dari mobil melihat Vivi yang sudah ada depan pintu.


"Jihannn,,,"


Keduanya langsung berpelukan,"Aku kangen Vi,,"kata Jihan,"Aku juga kangen,lama kita ngga ketemu,,"


"Udah ayo masuk,kita ngobrolnya di dalam aja,"Akbar bicara saat sudah di dekat Vivi.


Frengki lalu berjabat tangan dulu dengan Vivi,"Ayo masuk silakan,,"kata Vivi.

__ADS_1


Semuanya masuk ke dalam,dan duduk di sofa,Jihan duduk dekat Vivi karena Jihan ingin mengusap perut Vivi.


"Kalian jangan cuman sebentar dong di sini,kita kan lama ngga ketemu,"kata Vivi.


"Aku juga maunya lama,tapi mas Frengki yang selalu sibuk,ini aja Aku yang maksa ingin ikut,soalnya aku ingin ketemu kamu Vi yang sedang hamil,,semoga Aku cepat menyusul ya Vi,"


"Amin,,semoga yah,kamu harus sabar dan banyakin doa,Aku aja dulu sampai nangis nangis karena pengin banget hamil,tapi karena memang Tuhan belum kasih kita mau gimana lagi,,"


"Sayang,,kalau kamu mau di sini seminggu ngga papa,tapi yang punya rumah ngizinin apa ngga ,,?"Frengki berkata.


"Serius Mas,,Vi,,gimana boleh ngga Aku di sini satu Minggu,"


"Boleh lah pake banget,Aku malah seneng ,jadi ada teman,"Vivi dan Jihan saling senyum.


"Mas kok tumben kamu bisa libur lama,?"


"Kamu di sini sendiri Yang,Mas pulang ke Jakarta dulu ,nanti kalau kamu udah seminggu Mas jemput,"


"Ya kalau Mas di sini ngga bisa satu Minggu,paling cuman dua hari,,gimana dua hari ngga papa,apa mau pilih yang seminggu tapi sendiri,?"


"Udah satu Minggu aja,emang kenapa sih ji kalau sendiri,?"tanya Vivi.


"Aku takut Vi,,,"


"Takut kenapa,,di sini kan Ada aku sama Mas Akbar,,"


"Dia tuh takut Aku macam macam Vi,,"Vivi sampai kaget mendengarnya.


"Kamu pernah selingkuh kali Freng makanya Vivi takut kamu macam macam,,"

__ADS_1


"Sembarangan kamu tuh Bar kalau ngomong,,ya ngga lah,,Jihan aja yang terlalu cemburuan"Jihan yang memang benar hanya diam.


"Kamu kenapa jadi cemburuan gitu,jangan gitu nanti suamimu jadi merasa terkekang dan dia jadi ngga nyaman,,"


"Aku takut Vi,,takut dia suka sama orang lain,dia kerja nya kan selalu sama suster dan dokter yang cantik cantik,,"


"Kok kamu jadi gini sih,Jihan yang percaya diri dengan kecantikan dan keanggunanya mana,kamu tuh masih sama kaya yang dulu,"


"Tapi Aku ngga bisa punya anak,,"


"Yang,,,kamu tuh bukanya ngga bisa,tapi kamu tuh hanya perlu bersabar,tulang belakang kamu belum kuat untuk hamil,"suara Frengki sudah seperti kesal,karena Jihan selalu bilang ngga bisa punya anak.


"Freng,,sudah ,,sekarang kita makan malam dulu yuk,mba sudah masak tuh buat kita,,ayo Jihan Frengki,,"


Vivi mengajak Frengki dan Vivi makan,Ke empatnya pun berjalan menuju meja makan.


Jihan yang tadi merasa Frengki kesal padanya jadi banyak diam,Jihan juga ngga tau kenapa akhir akhir ini sedikit sensitif.


Selesai makan Akbar mengantarkan Frengki dan Jihan ke kamar tamu,karena keduanya pasti merasa lelah.


Di kamar Jihan tidak banyak bicara,,dan Jihan berbicara kalau Frengki bertanya,Jihan langsung tiduran di kasur karena beralasan mengantuk dan lelah.


Frengki membiarkannya,karena Jihan memang akhir akhir ini sering ngambek ngga jelas.


Frengki selesai ganti baju ,lalu naik ke kasur,Jihan yang sudah tidur Lalu Frengki memeluknya,Frengki mencium kepalanya juga.


"Sayang,,kamu akhir akhir ini lagi kenapa sih,kenapa jadi sering marah dan Mas sampai bingung harus gimana menghadapi kamu,"kata Frengki dalam hatinya.


Akhirnya Frengki yang memang merasa lelah pun ikut tidur.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2