
"Terus sekarang istri saya harus gimana Dok,karena istri saya ingin mempertahankan kehamilanya,?"tanya Frengki.
Dokter tidak langsung menjawab,karena sedang berfikir sambil lihat ke layar komputer yang masih melihatkan tulang punggung Jihan,Jihan yang melihat Dokter tidak juga menjawab makin takut,sampai air matanya mengalir.
Frengki yang melihat istrinya sampai menangis,lalu mengusap kepalanya dan air mata yang mengalir dari ujung matanya.
Walau keduanya tidak mengeluarkan suara,tapi frengki tau Kalau Jihan sangat sedih.
"Kalau kehamilan ibu ingin di pertahankan itu akan sangat beresiko,tulang yang baru saja menyatu kemungkinan tidak akan kuat ,Dan akan membuat si ibu merasakan sakit di punggung,dan kemungkinan ibu juga akan merasa sakit saat jalan,dan duduk yang cukup lama,kalau akan terus di lanjutkan seperti itu Bisa membahayakan nyawa ibu, karena ibu yang harusnya minum obat tulang,tapi karena hamil jadi tidak boleh meminum itu,karena obat tulang sangat keras dan membahayakan kandungan ibu,"Frengki am Jihan mendengarkan penjelasan Dokter,Frengki juga langsung takut,karena sudah membayangkan nantinya.
"Apa tidak ada cara Dok untuk tetap mempertahankan anak kami,?"
"Kalau menurut saya ,memang baiknya jangan lanjutkan kehamilan nya,karena ini bahaya,tapi kalau Ibu dan Bapak tetap ingin melanjutkan nya silakan,yang lebih bisa menjelaskan akan gimana si bayi nantinya,biar dokter kandungan yang jelaskan,"
"Baik lah Dok,,trimakasih untuk penjelasanya,kalau begitu kita ke Dokter kandungan dulu,biar lebih jelas nantinya,"
"Iya Dok,,karena saya hanya bisa memeriksa kondisi tulang nya saja,"
Frengki membantu Jihan untuk bangun,setelah jihan rapi keduanya pamit ke Dokter sepecialis tulang.
"Mas,,,,"Jihan berhenti berjalan saat sudah keluar dari ruangan Dokter.
"Jangan sedih,,kamu harus kuat,jangan berfikiran yang tidak tidak,ayo kita ke dokter kandungan dulu,"Jihan mengangguk,Frengki menggandeng tangan Jihan yang terasa dingin.
__ADS_1
Sampai di Dokter kandungan,Frengki menceritakan semuanya lagi,dan juga tadi hasil dari Dokter tulang Frengki berikan ke Dokter kandungan.
Dokter kandungan membaca hasil pemeriksaanya,dan sambil mendengarkan apa yang di inginkan Frengki dan Jihan,mereka ingin tetap mempertahankan anaknya.
"Kita periksa dulu aja ya Bu,,biar tau sudah berapa Minggu kehamilan Ibu,,"
Jihan lalu naik ke ranjang,suster membuka bajunya sedikit agar Dokter bisa memeriksa dengan alat, Frengki menemaninya dan melihat ke layar komputer.
"Ini Pak,,Anak Bapa dan Ibu,,masih sangat kecil,dan baru 4 Minggu,"Frengki melihat titik yang di bilang itu calon anaknya,Hati Frengki terasa ada debaran,membuatnya terasa sakit dan sedih.
"Semuanya bagus sih Pak,,kehamilan Ibu ngga ada masalah di rahimnya,"
Lalu selesai di periksa,Jihan di suruh duduk lagi,Frengki membantu Jihan untuk bangun.
"Jadi Bapa sama Ibu mau mempertahankan kandungan Ibu,,"
"Tapi akan sangat beresiko,,Bapa ibu sudah tau kan,,"
"Iya Dok,,kita sudah tau,,"
"Saya serahkan keputusan pada Bapa dan Ibu,Bapak kan Dokter pasti nanti bisa menjaganya,jadi saya sarankan,Bayi di lahir kan prematur saja nanti,saat kehamilan Ibu masuk 7 bulan ,Bayi harus di lahir kan,agar si Ibu tidak makin parah merasakan sakitnya,dan Ibu harus periksa setiap dua Minggu sekali,dan Ibu juga tidak boleh capek dan banyak fikuran,karena itu akan sangat berpengaruh pada kondisi kandungan dan fisik Ibu,"
"Baik Dok,,kita akan lakukan seperti yang Dokter katakan,"
__ADS_1
"Iya Pak,semoga Ibu dan si bayi akan kuat dan sehat selama 6 bulan ke depan,dan saat lahiran nanti keduanya dalam keadaan sehat,"
"Amin,,"jawab Frengki dan Jihan.
"Oh iya Pak, untuk Bapak di harap jangan dulu untuk mengajak Ibu untuk berhubungan badan,karena masih rawan keguguran,bapak bisa melakukanya nanti saat usia kandungan Ibu menginjak 3 bulan,"Frengki langsung menatap ke Jihan,karena itu sangat lama .
Jihan hanya tersenyum tipis,"Bapa juga nanti kalau mau melakukanya harus sangat hati hati,dan dalam dua Minggu hanya boleh sekali,karena nanti Ibu yang akan kesakitan saat bapak melakukanya,kalau bapa bisa tahan malah harusnya jangan sampai ibu melahirkan,"
"Ya Tuhan Dok,,apa itu harus,?bukanya bayi juga perlu di jenguk Papahnya,"Dokter tersenyum.
"Iya sih pak,tapi di lihat kondisi Ibu kan sedang tidak baik,jadi kalau bapa sayang dengan istri dan calon anak bapak,ya bapak harus tahan,"Frengki langsung menarik nafas.
"Dok,,kita mau pulang ke Jakarta apa bisa istri saya naik pesawat,?"
"Bisa,,tapi lihat kondisi ibu yah,kalau si ibu sedang tidak baik jangan dulu,tunggu ibu baikan dulu, Bapak pasti tau kan harus gimana,"
"Iya Dok,,makasih Dok atas semua penjelasanya,"
Setelah dengar penjelasan dari Dokter kandungan,Frengki dan Jihan lalu pamit pulang.
"Mas,,makasih yah telah mendukung keinginan Ku untuk mempertahankan anak kita,"
"Iya sayang,Mas akan menjagamu dua puluh empat jam bila perlu,kita akan bersama sama untuk menjaga calon anak kita,"
__ADS_1
Keduanya sambil bergandengan tangan menuju parkiran mobil.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...