
Vandra mendengar perkataan Vano langsung melotot,tanda untuk menyuruh Vano diam,sedang Zee yang dengar juga sedikit kaget,tapi Zee langsung berfikir ngga mungkin calon pacar Vandra dirinya,orang baru kenal.
"Kamu tuh ngomong apa sih Dek,,ya bukan lah,Aku aja baru kenal Zee,iya kan Zee,,"
"Iya,,,"jawab Zee pelan sambil senyum tipis.
Mobil sudah sampai di rumah teman Vano,Vano langsung turun dari mobil,di mobil hanya tinggal Vandra dan Zee.
"Kamu kerja apa jadi Dokter seperti Tiya dan Iza Zee,,?"
"Aku jadi Dokter,dan tugasku ada di pulau Kalimantan,,"
"Wah jauh juga yah tugasmu,,Trus kamu di sini sedang liburan atau apa,,?"
"Aku lagi cuti,,Aku pengin ketemu Tiya dan Iza,,juga anak Iza,"Vandra mengangguk.
"Trus kamu udah nikah belum kaya mereka,,"
"Belum,,"
"Kenapa belum menikah,,?"
"Ya belum ketemu jodohnya,,"
"Tapi kalau pacar udah ada belum,,,"
"Eemm,,belum ,,"jawab Zee pelan dan sedikit malu.
Dalam hati Vandra langsung tersenyum senang karena punya kesempatan untuk mendekati Zee.
"Oh,,Aku juga belum ada pacar,,ada kesempatan ngga buat Aku untuk lebih mengenal kamu,,"
"Maksudnya lebih mengenal,,?"
"Ya Aku ingin lebih dekat mengenal kamu,siapa tau kita jodoh,,"Zee menelan ludah mendengar perkataan Vandra.
__ADS_1
Belum juga Zee menjawab pertanyaan Vandra ,Vano masuk ke mobil.
"Maaf lama,,orangnya baru bangun,,"kata Vano sambil menyalakan setater mobil.
"Ini mau kemana dulu,,?"
"Antarkan Zee dulu,,"jawab Vandra.
"Emang mau kemana,,?"sambil melihat ke Zee.
"Aku mau ke kantor papah ku dekat lampu merah di depan,,"
"Oh,,"jawab Vano.
Vandra tidak lagi banyak bicara lagi di mobil karena ada Vano, sampai di depan kantor papah Zee,Zee langsung turun dan bilang terimakasih karena sudah mau mengantarnya.
Vandra tadinya ingin minta no telfon Zee,tapi karena ada Vano Vandra tidak jadi minta,Vandra terus melihat ke kaca sepion untuk melihat Zee.
"Kalau suka langsung bilang aja sih,dari pada di nanti nanti ,entar di duluin orang baru tau rasa ,"kata Vano saat melihat kakanya terus saja melihat ke kaca sepion.
"Pelan pelan aja,kalau jodoh ngga kemana kan,"
"Hemm,,"jawab Vandra hanya berdehem sambil mengangguk pelan,Vano tersenyum mendengar jawaban Kaka nya yang seperti malu gitu.
Sampai di kantor Vandra dan Vano masuk ke dalam ruang kerjanya sendiri sendiri.
Vandra rupanya serius ingin lebih dekat dengan Zee,Vandra lalu menelfon Tiya.
"Halo,,ada apa Bang,,?"Tiya mengangkat telfon Vandra.
"Ngga ada apa apa,cuman mau tanya tentang Zee apa boleh,,?"
"Zee,,,Zee teman Tiya,"
"Iya,,"
__ADS_1
"Abang kenal Zee dari mana,,bukanya Abang baru ketemu sekali Trus Abang juga ngga ngobrol,kok tau Zee sih,?"
"Udah kamu ngga perlu tau,Abang cuman mau tanya,apa bener Zee belum punya pacar,?"
"Iya setau Tiya Zee belum punya pacar,dan Zee bilang ingin cari calon suami,Zee juga sudah ingin menikah,"Vandra tersenyum.
"Apa Abang suka sama Zee,,?"
"Kalau Iya,,kira kira Abang masuk kreteria Zee ngga yah,,?"
"Oh pasti masuk banget,Abang itu sangat tampan loh,Abang sudah sukses lagi,pasti Zee ngga bakalan nolak deh,"
"Masa sih,,kamu lagi ngga bohong kan,?"
"Ngga Bang,,Tiya serius,,mau Tiya bantu ngga,?"
"Ya Abang sih mau banget,"
"Tapi ngga gratis ya Bang,"
"Ya elah,,sama sodara aja perhitungan amat,"
"Bukan masalah perhitungan sama sodara,tapi biar Tiya semangat bantu Abang,gimana mau ngga,,"
"Iya ok lah,kamu minta apa,,?"
"Itu nanti Tiya mintanya saat Abang sudah jadian sama Zee aja deh,"
"Itu sangat cocok,,ok siap,,sekarang Abang bagi no telfon Zee dulu dong "
"Wani Piro,,"
"Ya Tuhan kamu tuh ngga pernah di kasih uang sama suami kamu yah,dari tadi mintanya imbalan aja,"Tiya langsung tertawa mendengar perkataan Vandra.
"Udah sekarang kirim no telfon Zee,nanti kamu minta apa Abang janji akan kasih,"Tiya langsung jawab iya, dan Tiya memberikan telfon Zee pada Vandra setelah telfon di matikan.
__ADS_1
"Ya Tuhan,,semoga Abang Vandra dan Zee berjodoh,Karena aku tau Abang orang baik pasti Zee akan bahagia,,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...