Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Bilang Ke Vivi Kalau Mencintai Akbar


__ADS_3

Vivi sudah memasang infus ke tangan Jihan,setelah itu Vivi memeriksanya,setelah Selesai memeriksa Vivi menyuruh satu suster untuk menemaninya, karena kalau nanti sadar Vivi minta di beri tau.


Karena Vivi harus memeriksa pasien inap jadi tidak bisa menemani Jihan sampai sadar,lalu Vivi keluar dari kamar Jihan,dan mulai memeriksa pasien inap di temani suster.


Saat Vivi baru selesai memeriksa pasien 4 orang,suster yang menjaga Jihan datang dan memberi tau kalau Jihan sudah sadar.


"Sus,,kamu lanjutin pemeriksaan yah,dan catat semua hasilnya,nanti Saya periksa lagi,,saya mau lihat Jihan dulu,"


"Iya Dok,,"Vivi pun pergi.


Vivi lalu masuk ke kamar Jihan,dan melihat Jihan yang sedang di suapi makan oleh Bibi.


"Gimana,,udah enakan belum,,"sambil memeriksa Jihan.


"Udah enakan kok,,makasih ya Vi,,"


"Makanya jangan sampai telat makan,,"kata Vivi, Jihan hanya tersenyum tipis.


Bibi sudah selesai menyuapi Jihan,tadi Bibi buat bubur,lalu Bibi pun pamit.


"Kamu kenapa sih akhir akhir ini sering diam dan jadi telat makan,ada masalah,,?"Jihan diam.


"Ya udah ngga papa kalau kamu ngga mau cerita,"kata Vivi lagi yang melihat Jihan hanya diam.


"Abang sudah seminggu ngga balas pesanku Vi,,apa dia sangat sibuk sampai ngga mau balas pesanku,"Vivi yang mendengarnya langsung diam,karena tidak menyangka Jihan akan sampai segitunya.


"Aku harus gimana ya Vi,Aku semalam telfon pun ngga di angkat,"


"Apa kamu sangat menyukai Abang,sampai kamu segini nya,,?"

__ADS_1


"Aku ngga cuman suka Vi,tapi memang Aku dari dulu mencintainya,"


Degg,,,,


Dada Vivi serasa di hantam benda keras saat mendengar perkataan Jihan,Vivi diam tidak bisa bicara lagi.


Keduanya diam sama sama kepikiran dengan satu orang yang sama.


"Aku harus memeriksa pasien,Aku tinggal dulu yah,jangan lupa minum obat biar cepat sembuh dan jangan terlalu di fikiran,siapa tau nanti malam Abangmu menghubungimu,,"Jihan tersenyum tipis.


"Iya,,makasih ya Vi,,"Vivi menjawab Iya lalu keluar dari kamar Jihan.


Vivi lalu masuk ke ruanganya dan masih memikirkan kata kata Jihan yang mengatakan kalau tidak hanya sekedar suka tapi mencintai Akbar.


Suster lalu masuk dan bertanya apa sudah siap untuk mulai memeriksa pasien yang berobat,Vivi lalu menjawab iya.


Vivi lalu mulai memeriksa pasien yang berobat,Vivi melupakan sejenak permasalahan Jihan.


Vivi istirahat setengah jam,lalu melihat keadaan Jihan di kamarnya,Vivi tidak lama memeriksa Jihan,karena Vivi tidak mau teringat perkataan Jihan yang tadi.


Sore hari Vivi selesai tugas langsung masuk kamar,Vivi sampai lupa makan,Vivi yang merasa pusing langsung tidur tanpa bersih bersih.


Jam 11 malam Akbar telfon Vivi,tapi lama ngga di angkat,Akbar terus saja menelfonya,sampai ke 5 kalinya Akbar menelfon,Vivi Akhirnya terbangun.


Vivi melihat Hpnya yang berbunyi tanda panggilan dan di lihatnya dari Akbar.


"Halo,,,"kata Vivi.


"Sudah tidur ,,"

__ADS_1


"Hemm,,tadi kepala pusing jadi minum obat,"


"Maaf yah Aku ganggu,,"


"Ngga papa,,"


"Apa masih pusing,,"


"Udah ngga,"Sambil duduk dan mengusap matanya.


"Apa ada masalah,?"Vivi mengeleng.


"Tapi Aku merasa kamu ada masalah,"Vivi diam.


"Jihan sakit Mas,,"


"Oh,,kalau sakit ya suruh minum obat dong,"


"Obatnya cuman kamu Mas,hanya kamu yang bisa menyembuhkan sakitnya,,"


"Apa,,Apa maksudnya,,jangan bikin Aku pusing Yang,Aku bukan Dokter gimana bisa menyembuhkan sakitnya,kamu kasih obat saja nanti juga sembuh ,,"


"Jihan sakit karena kamu Mas,,karena Mas ngga pernah membalas pesannya dan Mas ngga angkat telfonya juga,,"


"Yang,,kamu lagi becanda kan,masa Jihan sampai segitunya,"


"Vivi serius Mas,Jihan sakit karena itu,Jihan jadi tidak enak makan dan kerjanya juga selalu melamun,tadi pagi Jihan sampai pingsan,karena tidak makan dan fikirannya selalu ke kamu Mas,,"


"Apa,,sampai Pingsan,,!"

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2