
Hari berlalu dan sudah 5 hari ini Jihan membantu Vivi di klinik,Jihan juga sudah rajin dan tidak malas lagi.
Jihan sekarang bangun pagi dan giat belajar dari Vivi.
Jihan seperti itu karena Akbar yang bilang,kemarin saat Jihan dapat no telfon Akbar,Jihan langsung kirim pesan pada Akbar.
Akbar juga ngga langsung menjawabnya,tapi Akbar mengirim pesan pada Vivi,meminta izin untuk membalas pesan dari Jihan.
Sekarang setiap Jihan kirim pesan pada Akbar,Akbar selalu mengirim pesan Jihan pada Vivi,agar Vivi tau apa saja yang Jihan obrolkan denganya.
Akbar menasehati Jihan untuk rajin dalam belajar,rupanya agar ada yang membantu Vivi,biar Vivi ngga terlalu capek.
"Mas,,tapi Vivi takut kalau Jihan menganggap lain tentang pesan yang Mas kirim untuknya,"kata Vivi ,saat ini keduanya sedang VC an.
"Kamu ngga usah berfikir yang tidak tidak,Kamu tau kan Aku mengirim pesan nya juga ngga terlalu banyak kata,dan Aku juga jarang balas,"
"Iya ,,tapi Jihan sangat senang kalau kamu membalas pesannya,,"
"Trus Mas harus gimana,?"
"Bisa ngga sih Mas kalau sekarang abaykan pesan Jihan dulu,Aku cemburu Mas,,,"Vivi bicaranya dengan sangat sendu,tapi Akbar justru tersenyum mendengarnya.
"Kenapa Mas senyum gitu,,Mas seneng kalau Vivi sedih yah,,"sambil cemberut.
__ADS_1
"Mas senyum karena seneng lihat kamu cemburu,berarti Kamu sayang dan Cinta banget sama Aku,,"
"Apa an sih Mas,,sebel deh ih,,"Akbar tersenyum lagi.
"Tunggu yah 2 bulan setengah lagi,,Mas akan pulang,dan kita akan bertemu,,"
"Iya Mas,,"jam sudah malam,Akbar dan Vivi lalu mengakhiri sambungan VC nya.
Dan dua hari kemudian,Jihan seperti tidak bersemangat untuk bantu Vivi.
"Jihan,,kamu sakit,,?"tanya Vivi,Jihan menggeleng.
"Tapi kamu kok kaya lemas gitu,ada apa,,?"
"Mungkin Abang sibuk,,dia kan sedang menyiapkan bahan skripsi,,"
"Kok kamu tau kalau Abang lagi siapin Skripsi,?"
"Kan kamu yang bilang katanya bentar lagi Abang pulang,jadi Aku fikir pastinya sedang sibuk buat skripsi ,,iya ngga,,?"Vivi langsung membuang nafas pelan karena bisa menjawab dengan benar.
"Iya juga ya Vi,,Abang pasti sedang sibuk,"Jihan mengangguk agukan kepalanya.
"Ya udah sekarang semangat lagi yah,kita bantu orang sakit biar mereka cepat sembuh,,"Jihan menjawab iya.
__ADS_1
Seminggu berlalu dan Akbar tidak pernah membalas pesan dari Jihan sama sekali,Jihan yang kepikiran akhirnya sampai sakit,karena telat makan,Jihan rupanya sampai ngga enak makan karena kepikiran Akbar yang ngga pernah membalas pesan darinya.
Pagi hari suster membangunkan Jihan,karena tumben pagi ini Jihan belum datang untuk membantu memeriksa pasien.
Suster terus saja mengetuk pintunya,tapi ngga di buka juga,Suster yang takut ada apa apa,langsung memanggil Vivi dan Mang Dadang.
Mang Dadang punya kunci serep kamar Jihan,jadi bisa membukanya.
Vivi dan para suster yang lain juga terlihat kuatir,karena Jihan kemarin sudah terlihat pucat.
Saat pintu kamar di buka, Vivi masuk langsung,dan melihat Jihan yang masih tiduran di kasur.
Vivi membangunkan Jihan sambil memeriksanya.
"Ya Tuhan,,Jihan Pingsan,,,"kata Vivi.
Lalu Vivi menyuruh Suster mengambil cairan Infus juga alat lainya.
***jangan lupa like komen dan votenya trimakasih..
Buat cerita kembar Fatiya dan Faiza bulan depan yah kak..
Sekarang baca cerita baruku dulu yang Iksan dan Nola,,trimakasih***...
__ADS_1