
Aku menulis sambil nangis,sampai di marahin suami karena mata jadi bengkak,semoga hanya Aku saja yang menangis,Kaka Kaka semua ngga yah..selamat membaca...
Agung dan Dinda sama sama diam,karena ngga bisa menjawabnya,memang benar Vivi ngga ada salah dan ngga ada kekuarangan,rupanya Agung sudah menandatangani kontrak dengan Papah Jihan,Papah Jihan menanamkan modal terbesar di pembangunan rumah sakit miliknya di daerah Surabaya,kalau sampai perjodohan antara Jihan dan Akbar gagal,maka Papah Jihan akan mencabut modalnya dan meminta ganti rugi kepada Agung.
Dinda pun tau,Dinda tadinya ngga setuju dengan Agung bekerja sama dengan Papah Jihan,karena Papah Jihan memberi sarat untuk menjodohkan Jihan dengan Akbar,tapi rupanya Dinda menyerah dan membiarkan Agung tanda tangan,Alasan Dinda menyerah karena Agung ingin membangun rumah sakit yang besar,itu adalah cita cita Agung dari dulu,dan juga karena kedua putrinya yang bercita cita jadi Dokter,jadi rumah sakit itu bisa untuk anak anaknya kelak,Agung rupanya memikirkan kalau dia nanti sudah tiada,karena umurnya sudah mau 60 tahun.
Dinda langsung memeluk Abang,karena Dinda tidak tega melihatnya,anak laki lakinya sampai memohon dan menangis.
"Sayang,,Vivi ngga ada salah,Vivi anak baik,Abang juga ngga ada salah,kita yang salah ,Mamah dan Papah lah yang salah,Mamah dan Papah yang egois,maafin Mamah sama Papah sayang,,"Dinda ikut menangis,bagai Ibu pasti ngga akan tega anak laki lakinya seperti itu.
Dinda lalu menjelaskan semuanya,tentang Papah yang sudah tanda tangan perjanjian dengan Papah Jihan,Akbar mendengarnya langsung kaget karena orang tuanya ternyata egois.
__ADS_1
"Kalau Abang mau marah sama Mamah dan Papah silakan,kalau Abang mau pergi karena Abang Pikir Abang sudah dewasa silakan,Mamah dan Papah biar yang akan menyelesaikan semuanya,kita memang salah karena tidak meminta persetujuan Abang dulu untuk ini semua,Papah dan Mamah egois karena ini semua kita lakukan buat Abang dan Adek Adek nantinya,kita sudah tua,jika kita nanti tiada kita sudah tenang karena sudah membuat kan rumah sakit buat anak anak kita,"Akbar langsung merasa lemas mendengar itu semua.
"Berapa dana semua yang Papah Jihan berikan untuk pembuatan rumah sakit itu Mah,,?"
"7 miliyar,,"Akbar mendengarnya langsung lemas.
"Kalau Samapi Abang menggagalkan perjodohan ini,Papah Jihan meminta 10 miliyar ,itu sama uang ganti rugi,"
Plakkk...
Dinda menampar pipi Akbar dengan kencang,Agung dan Akbar sampai kaget seorang Dinda bisa melakukan itu.
__ADS_1
"Kamu boleh marah sama Papah dan Mamah ,tapi jaga ucapan kamu,,kita ini masih orang tua Kamu,jadi jaga sikap kamu,kalau kamu memang merasa seperti barang,baik Saya akan buang kamu,pergi dari sini,,saya tidak ingin punya anak yang tidak punya sopan santun tata bicara yang baik sama orang tua,"Dinda bicara sangat emosi,Dinda tidak suka melihat suaminya di rendahkan oleh anaknya sendiri.
"Mah,,,su,,sudah Mah,,"Dinda melihat ke belakang,dan melihat Agung yang seperti kesakitan sambil memegangi dadanya.
"Ya Tuhan,,papah,,,"Dinda langsung mendekat ke Agung.
"Pah,,apa nya yang sakit,mana yang sakit,,Pah,,ayo kita ke rumah sakit,,"Akbar yang mau ikut membantu Dinda langsung mendorongnya.
"Jangan sentuh,,Saya tidak mau kamu menyentuh kita,,"Dinda memapah Agung,sedang Akbar melihat kedua orang tuanya langsung menangis.
"Pak supir,,,Mbaaa,,tolong,,,siapkan Mobil,,,"Dinda teriak dengan kencangnya.
__ADS_1
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...