Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Menasehati Jihan


__ADS_3

Jihan lalu mengambil hpnya,saat melihat siapa yang menelfon Jihan langsung tersenyum bahagia,Vivi saat mau keluar Dari kamar Jihan,Jihan melarangnya.


"Vi,,tunggu sini aja,,"


"Aku lagi di tungguin pasien,kamu angkat lah telfonya,"Vivi sambil bangun dari duduknya.


Jihan lalu mengangguk,dan mengangkat telfon dari Akbar.


"Halo Bang,,,"


Vivi yang tidak mau mendengarkan Jihan mengobrol dengan Akbar di telfon langsung pergi dan menutup pintu kamar Jihan.


Vivi merasakan dadanya terasa sakit ,Vivi berjalan menuju ruanganya sambil memegangi dadanya.


Di dalam ruanganya Vivi merasa gelisah dan merasa tidak tenang,karena penasaran apa yang Abang bicarakan dengan Jihan.


Tokk,,,tokk,,


"Dok,,sudah siap untuk pemeriksaan ,?"tanya Suster pada Vivi saat masuk ke dalam ruanganya.


"Sus,,tiba tiba kepala saya pusing,tolong bilang pak Aldi suruh gantiin saya yah,,"


"Dokter sakit,saya ambilkan obat ya Dok,,"


"Ngga usah Sus,,nanti saya ambil sendiri saja,sebaiknya Suster sekarang bilang ke pak Aldi aja yah,,"

__ADS_1


"Baik Dok,,permisi,,"Vivi menjawab Iya.


Pak Aldi adalah mantri di klinik ,jadi dia yang selalu gantiin Vivi kalau Vivi pergi atau sedang sakit seperti ini.


Vivi duduk sambil memijit keningnya yang merasa pusing.


"Ya Tuhan, kenapa Aku jadi takut begini ,,"kata Vivi pelan.


Vivi mengambil hpnya,lalu melihat ke kontak Akbar,dan ada tulisan Onlaine.


"Kamu lagi sakit,,?"tanya Akbar pada Jihan.


"Iya,,,"jawabnya Jihan.


"Kamu kok bisa sakit sih,emang kamu di situ capek,,?"


"Kok gara gara aku,emang Aku ngapain,?"


"Ya Abang ngga pernah balas pesan Jihan,dan lagi ngga mau angkat telfon Jihan juga,"


"Ya Tuhan Jihan,,kamu tuh sudah besar,sudah dewasa tapi kenapa sifatmu masih kaya anak kecil sih,Aku tidak membalas pesan musaja kamu sampai sakit,Kamu tuh bener bener yah ngga bisa berubah dari dulu,Aku tuh lagi sibuk untuk mempersiapkan sidang skripsi Jihan,,jangan bikin Aku pusing deh,"


"Ya harusnya Abang tuh kirim pesan ke Jihan,bilang kek lagi sibuk lagi siapin Skripsi,bukanya malah ngga balas pesan Jihan ,kan Jihan jadi kepikiran yang ngga ngga,,"


"Ya sudah Aku minta maaf,dan mulai sekarang Aku ngga mau denger lagi kamu sakit itu cuman gara gara Aku ngga kirim pesan ke kamu,kamu udah dewasa dan pikiran kamu juga jangan kaya anak kecil,Aku lagi sibuk dengan skripsi ku,ngerti kan kamu Ji,,?"

__ADS_1


"Iya Bang,,Jihan janji,tapi Nanti kalau Abang pulang Jihan beliin oleh oleh ya Bang,dua bulan lagi Abang pulang kan,,"


"Iya,,Nanti Aku beliin kamu oleh oleh,,"Akbar diam Akbar sebentar,rupanya Akbar sedang berfikir mau bicara tentang Vivi ngga.sedang Jihan tersenyum senang saat dengar Akbar mau belikan oleh oleh.


"Ji,,Aku mau bicara tapi Aku harap kamu jangan marah padaku,"


"Bicara apa Bang,kok kaya serius banget,"


"Kamu sudah tau kan dari dulu Aku hanya menganggap mu teman dan juga sudah Aku anggap kamu seperti adiku sendiri,"


"Iya,,"Jawab Jihan pelan.


"Itu Sampai kapan pun tidak akan berubah,kamu wanita baik dan cantik,carilah laki laki yang mencintai kamu,jangan mengharapkan Aku,takutnya Kalau kita di paksakan bersatu,Aku takut akan menyakitimu,"


"Jihan,,kamu dengar kan ,,"Karena Jihan langsung diam .


"Iya bang Jihan dengar,Jihan juga ngga tau kenapa ngga bisa lupakan Abang,Jihan juga ngga mau begini tapi Jihan ngga tau harus bagai mana untuk bisa melupakan Abang,"Jihan sangat pelan bicaranya.


"Kamu harus buka hati untuk pria yang mendekati kamu,siapa tau pria itu bisa membantumu untuk melupakan Aku,,"


"Jihan sudah pernah,saat lulus kuliah Jihan pernah pacaran tapi Jihan malah di selingkuhi,setelah itu Jihan ngga pernah mau pacaran lagi,,"


"Kan tidak semua laki laki seperti itu,kamu coba buka hati lagi siapa tau di situ kamu menemukan jodoh kamu,Ya sudah sekarang Aku mau pulang,ini sudah malam,kamu cepat sembuh yah jangan sakit lagi,,"


"Iya Bang,,Bang tapi apa boleh Jihan meminta pada Tuhan untuk kita supaya berjodoh,"Akbar sedikit kaget tentang keinginan Jihan,tapi akhirnya Akbar menjawab boleh tapi dengan sangat pelan.

__ADS_1


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2