
Akbar tidak membuang waktu lagi,karena dari tadi Akbar sebenarnya sudah menahan nya ,tapi Vivi malah justru memancingnya.
Akbar mencium bibi Vivi dengan rakus,Vivi yang memang menginginkannya menyambut ciuman Akbar,keduanya saling Melu*mat bibir.
Tangan Akbar tidak tinggal diam,kedua tanganya sudah mere*mas dada Vivi.
Akbar juga sambil menekan pinggangnya,membuat milik Akbar dan milik Vivi saling menempel.
"Eeemmmm,,,,,"Vivi melengkuh karena Akbar menekan miliknya telalu kencang,membuat milik Vivi sakit.
Akbar lalu membalikan Vivi,Vivi sekarang yang di atas,dengan bibir tidak terlepas.
Akbar menekan bo*Kong Vivi agar miliknya terus menempel.
Vivi yang sudah ke habisan nafas melepaskan ciumannya,
Vivi lalu duduk,dan pinggang Vivi bergerak naik turun,membuat milik Akbar makin berkedut,Vivi tersenyum senang saat melihat Akbar yang wajahnya sudah menahan hasrat,Vivi juga merasakan milik Akbar yang keras dan besar.
"Yang,,,,terus Yang,,,"Vivi tersenyum tipis,lalu menciumi leher Akbar.
Vivi hanya menciuminya saja,tangan Vivi mengangkat baju Akbar ke atas,Rupanya Vivi ingin bermain di dada Akbar.
Vivi menciumi dada Akbar,Vivi juga membuat tanda cukup banyak,Akbar sangat menikmatinya,geli tapi nikmat.
"Oohhh Yang,,,"tangan Akbar ada di bo*Kong Vivi sambil meremas*i nya dan menekannya.
__ADS_1
"Mas sudah ngga tahan,,"Akbar membalikan Badan Vivi lagi,Akbar gantian menaikan kaos yang Vivi pake,Akbar langsung memainkan dada Vivi bergantian,dan juga memainkan bobanya dengan lidahnya.
"Mass,,,aaahhh,,,geli Maasss..."
Akbar juga membuat tanda di sekeliling dada Vivi,sampai dada Vivi yang putih sekarang berwarna merah saking banyaknya Akbar membuat tanda.
"Yang,,Mas mau keluar nih,,gimana,,?"Akbar menghentikan aktifitasnya,karena miliknya terus saja berkedut.
"Gimana apanya,ya keluarin aja Sanah,,"
"Dimana keluarnya,,?"
"Ya Tuhan Mas,,ya Sanah Mas ke kamar mandi,,"
"Ngga,,Vivi ngga mau,,"
"Kenapa ngga mau,,"
"Iihh,,Mas,,ya ngga boleh lah,,nanti aja kalau kita udah Nikah,Vivi akan bantuin,,sekarang mah belum boleh dan Vivi juga ngga mau,,"
Akbar lalu berfikir gimana caranya keluar cepat dan enak.
"Ya udah kalau ngga mau bantu di kamar mandi,di sini aja keluarnya,,"
"Iihh,,Mas kamu tuh jorok amat sih,"sambil mendorong Akbar agar bangun dari atas badanya,Akbar sekarang duduk ,Vivi juga .
__ADS_1
Vivi membenarkan bajunya,"Sudah kamu diam,Mas punya caranya,,"Akbar mendorong lagi Vivi agar tiduran,lalu Akbar menarik celana pendek Vivi,sebenarnya celana Akbar Vivi hanya di pinjemin.
"Mas,,kamu mau apa,,jangan macam macam yah,,Vivi ngga mau,,"sambil menarik celananya .
"Tenang,,Mas Ngga akan macam macam,cuman celana pendeknya aja kok yang di buka,,"Akbar terus saja menariknya.
Setelah terlepas,Vivi hanya pakai cel*ana dal*am saja,Akbar juga melepaskan celana pendeknya.
"Mas,,kamu ngga boleh macam macam,,kita belum nikah,,"
"Iya,,Mas tau,,udah diam lah,,"Akbar melihat celana Vivi basah hanya tersenyum tipis.
Akbar langsung menindih Vivi,dengan keduanya yang hanya pakai kain segi tiga saja,Akbar menggerakan pinggangnya naik turun,Vivi sebenarnya merasa sakit di inti tubuhnya,tapi kasihan pada Akbar yang sudah ingin keluar.
Akbar sambil mencium bibir Vivi,dan terus bergerak.
"Sayang,,,tahan yah,,ini sangat nikmat,,sebentar lagi keluar kok,,"lalu lanjut cium bibir Vivi,dan Akbar masih mengerjakan pinggangnya naik turun.
"Sayang,,,oohhh,,,ohhh,,,Oohhhhggg,,,,"Akbar pelepasan tapi Vivi tidak merasakan nikmat ,tapi merasa miliknya sakit.
Celana Akbar basah ,sampai mengenai kain segi tiga Vivi.
"Makasih sayang,,,,"
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1