Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Vivi Menangis


__ADS_3

Papah Agung yang masih terlihat emosi mengajak Mamah Dinda langsung ke Vila yang di puncak,Mamah Dinda pun ikut karena tidak baik dengan kondisi papah Agung saat ini.


Jihan juga di ajak tapi Jihan dengan papahnya bawa mobil sendiri,mereka berangkat jam 12 siang,Papah Agung Samapi ngga mau makan karena memikirkan Abang.


Saat di perjalanan ternyata di tol macet total karena ada kecelakaan,Sekitar jam 3 baru bisa jalan itupun pelan.


Frengki pun yang niatan mau ke Vila karena mau menjemput Akbar,terkena macet juga,tapi tidak separah waktu mobil papah Agung,karena Frengki berangkat jam 3 sore.


Akbar yang tau kalau Frengki kena macet menyuruh Vivi datang sendiri naik taxsi onlaine,tadinya Frengki yang di suruh sekalian jemput,karena Frengki lama,jadi Vivi datang sendiri naik taxsi.


Vivi sampai duluan di Vila,rupanya hari ini Vivi tugas sampai jam 4 sore,karena Sudah ngga ada pasien jadi Vivi langsung berangkat ke Vila.


"Mas nanti malam jadi kan pulang ke Jakarta,?"tanya Vivi,keduanya sedang duduk di sofa.


"Iya jadi,nanti Aku dan Frengki antar kamu ke klinik dulu,setelah itu baru kita pulang ke Jakarta,"Vivi mengangguk.


Saat keduanya masih mengobrol,Frengki sampai di vila,Frengki tau jalan jadi cepat sampai,sedang mobil Jihan dan Papah Agung karena belum faham jalan jadinya sedikit memutar.


"Akhirnya,,,sampai juga,,lelahnya Aku,,"Frengki langsung menjatuhkan badannya di sofa.


"Emang parah macetnya,?"tanya Akbar.


"Parah banget,,jadi tuh tabrakan nya beruntun gitu,nih kamu lihat aja sendiri videonya,"Frengki memberikan hpnya ke Akbar,Vivi dan Akbar pun melihatnya.


"Apa korbannya banyak Freng,,?"tanya Vivi.


"Tadi denger denger sih 50 meninggal di tempat,dan yang lainya luka luka,"


Mereka bertiga mengobrol sekitar jam setengah 8 ada suara mobil yang berhenti.

__ADS_1


"Freng,,ada yang datang,siapa,?apa sodara mu,?"


"Ngga,,siapa yah,Aku lihat dulu yah,"Frengki lalu membuka pintu,saat pintu terbuka,Frengki langsung kaget sekaget kagetnya,karena Ada Dinda,Agung dan Jihan,sedang papah Jihan Frengki ngga faham.


"Ma,,malam Dok,,"


"Malam,,tolong panggilkan Akbar,,"


"Akbar,,maksudnya,,?"


"Kamu ngga usah menyembunyikan nya lagi,karena Om dan Tante sudah tau kalau Akbar ada di sini,"Jihan yang menjawab,Frengki melihat ke Jihan dan wajah Jihan sudah berbeda.


Frengki lalu mempersilakan masuk,karena tidak baik bicara di luar.


Akbar langsung kaget dan bangun dari duduknya saat melihat siapa yang datang,Vivi sedang ada di dapur untuk buat minum.


"Ma,,mamah,, Papah,,,"kata Akbar pelan,Dinda mau mendekati Akbar tapi Agung mencegahnya.


"Maaf Pah bukan begitu,Abang cuman,,"


"Cuman apa,,kamu benar benar membuat kita kecewa,,"


"Pah,,sabar,,ngga baik marah marah di tempat orang,kita pulang aja yuk,, "sambil mengusap tangan Agung Dinda berkata.


"Abang,,ambil barang barang mu,kita pulang sekarang,"


"Tapi Mah,,"


"Pulang sekarang sayang,,kita bicara di rumah"

__ADS_1


Vivi yang mendengar keributan lalu keluar dari dapur,Agung dan Dinda melihat ada Vivi.


"Kenapa kamu lakukan ini pada saya dan istri saya,kita sudah baik padamu,tapi kenapa kamu justru melakukan ini,kalau kamu memang anak yang berpendidikan dan punya hati harusnya kamu bilang ke Akbar untuk pulang ke rumahnya,bukan ke sini untuk menemui duluan,"Agung bicara langsung pada Vivi,Agung salah faham dengan Vivi,Agung kira Vivi yang menyuruh Akbar pulang lebih awal dan menemuinya duluan.


"Pah,,ini bukan salah Vivi,tapi ini Abang yang memang ingin menemui Vivi,Vivi saja ngga tau kalau Abang pulang,"


"Kamu jangan membelanya,Papah ngga suka,sekarang ambil barang barang mu dan kita pulang,cepat,,"


"Dan kamu,,mulai besok jangan lagi datang ke klinik,saya ngga mau kamu di klinik saya lagi,"Vivi hanya menunduk diam,karena memang dia ngga bisa membela diri.


"Pah,,jangan seperti itu,,Mah,,tolong Mah,,kasihan Vivi,,"Akbar mendekati Mamahnya.


"Semua sedang tidak baik,ikuti saja semuanya,kita sekarang pulang,kita lanjut bicara nanti di rumah,Feng,,bantu Akbar ambil barang barangnya,"Frengki langsung ke kamar dan mengambil koper.


Agung langsung keluar dari Vila dan masuk ke mobil,Dinda pun menyuruh Jihan untuk ke mobil bersama Papahnya,Dinda bilang ke Jihan untuk lihatin Agung.


"Saya tau kamu anak baik,sekarang ikuti saja semua yang Bapa katakan,kalau memang kamu dan Abang berjodoh,pasti akan ada jalan,,"Dinda bilang ke Vivi.


"Maafin Vivi Bu kalau Vivi banyak salah,"Air mata Vivi pun akhirnya turun juga.


Akbar dan Frengki keluar dari kamar sambil membawa koper,saat mau mendekati Vivi,Dinda melarangnya.


"Langsung keluar dan bawa kopernya ke mobil,ngga usah berhenti,"Akbar pun menurut karena ngga bisa menolak perkataan mamahnya.


Akbar sebelum keluar menatap ke Vivi,mata mereka pun bertemu,Akbar merasa ikut sakit saat melihat Vivi menangis.


"Feng,,Aku titip Vivi,,"Frengki menjawab Iya.


Semua sudah masuk dan mobil pun pergi,Vivi di dalam langsung menangis sesegukan.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..


__ADS_2