Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Ingat Siapa Laki Laki Itu


__ADS_3

Sampai di mal Vivi dan Akbar langsung mencari Sifa,tidak lama mereka bertemu.


"Hai Sifa,,"Vivi langsung cipika cipiki.


"Hai Vi,,"jawab Sifa.


Sedang Akbar dan Bram bersalaman,"Gimana lukanya,,?"tanya Akbar.


"Sudah lebih baik,cuman masih pada biru gini"jawab Bram,Akbar mengangguk.


Keempatnya lalu mengelilingi mal untuk mencari oleh oleh.


Vivi bersama Akbar sedang memilih baju,Sifa dan Bram mereka sedang ke toko hiasan.


"Mas,,Vivi mau belikan ini buat kembar bagus ngga,?"Vivi menujukan baju kembar ke arah Akbar.


"Bagus,,tapi cari yang gede an,jangan kecil gitu,mereka kan udah pada besar,,"


"Iya,,Vivi juga mau satu,,"


"Kamu ngga usah beli,Aku ngga suka kamu pake baju kaya gitu,yang lain aja,"


"Kenapa emangnya Mas,,?"


"Kalau kamu pake baju kaya gitu,Aku takut banyak laki laki yang suka padamu,Aku ngga mau kamu jadi pusat perhatian,"Vivi hanya menggeleng saat dengar perkataan Akbar.


Vivi juga membeli oleh oleh untuk Agung dan Dinda,sekarang tinggal memilih oleh oleh buat Mba Siti,Mba Iis ,pak Udin dan pak supir.


Akbar bilang ke Vivi untuk membelikan baju juga ke yang lain,biar ngga pindah pindah toko lagi.

__ADS_1


"Terus buat mamang dan si mbok apa ya Mas,?"


"Kan kamu juga mau beliin buat teman teman kerja di klinik,karena mau beli banyak,belinya jangan baju yah,nanti koperku penuh lagi,"


"Trus apa dong,,?"


"Coklat enak juga,"


"Tapi kan Mamang sama si mbok dah tua,"


"Ya udah buat mereka belikan baju,tapi buat yang lain beliin coklat aja,"Vivi pun setuju.


Sekitar dua jam memilih oleh oleh akhirnya sudah dapatkan semuanya,sekarang mereka berempat makan bersama di restoran.


"Vi,,kita tetap berkomunikasi yah,,"


"Oh iya jangan lupa nanti kalau kalian nikah undang kita yah,,"Bram yang berkata.


"Iya,,pasti akan kita undang,,dan kalian harus datang,,masalah hotel dan tiket pesawat biar nanti Aku yang tanggung,,"Akbar dengan sok kerenya langsung menjawab.


"Yeee,,,asik kalau gitu,,kita siap datang,,ya ngga Bram,,"Bram langsung menjawab iya.


Vivi tersenyum melihat Sifa yang terlihat sangat senang.


"Setelah ini kita mau kemana lagi,,?"kata Sifa.


"Kita mau langsung pulang saja,"Akbar yang menjawab ,Sifa langsung melihat ke Vivi,Vivi menggelengkan kepalanya.


"Kok pulang sih,,"kata Sifa.

__ADS_1


"Iya,,karena kita masih ada urusan,"


"Urusan apa ya Mas,,?"Vivi yang bertanya.


"Kamu lupa tadi waktu kita mau berangkat kamu janji apa ke Aku,,"Vivi menggeleng.


"Ya udah nanti Aku ingatkan,sekarang kita.habiskan makan nya dulu ,,"sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.


Ke empatnya selesai makan,saat mau berpisah,Akbar mengundang Sifa dan Bram untuk main ke apartemenya besok,Sifa langsung senang dan mengiyakan,Bram pun jadi ikut karena Sifa terus merayunya untuk ikut.


Mereka pun berpisah,Akbar dan Vivi naik taxsi menuju apartemenya,saat di lampu merah taxsi berhenti,mata Akbar tidak sengaja melihat mobil Jen dan Jen bersama Jek di dalam mobilnya.


Saat melihat mereka berdua ,Akbar langsung teringat dengan orang yang pernah di lihatnya bersama Jek dan Jen.


"Ya Tuhan,,laki laki yang Aku lihat dulu bersama mereka kok seperti pria yang semalam mau kurang ajar pada Vivi,"kata Akbar dalam hatinya,lalu Akbar ingat kalau pernah memfoto mereka.


Akbar mengambil hpnya,lalu melihat ke galeri,dan ternyata benar,laki laki yang kemarin bersama Jek dan Jen adalah salah satu dari laki laki yang mau melecehkan Vivi.


Akbar sangat yakin karena ada bekas luka di wajahnya laki laki itu.


"Apa Jen dan Jek dibalik kejadian semalam,tapi kalau iya kenapa mereka melakukanya,apa salah Vivi pada mereka,"Akbar terus berkata dalam hatinya sambil terus melihat keluar kaca pintu mobil.


Vivi yang melihat Akbar sedikit tegang langsung menegurnya.


"Mas kenapa,,kok tegang gitu,?"sambil mengusap lengan Akbar,Akbar yang kaget hanya tersenyum dan menggeleng.


"Ngga kenapa kenapa kok,,"


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2