Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Jihan Pulang


__ADS_3

Akbar mengajak Vivi masuk,Akbar dan Vivi akan makan malam bersama,Akbar tadi pagi kasih uang ke Mba untuk masak,karena mau makan malam bersama Vivi.


"Yang,,Aku dah lama banget ngga makan makanan Indonesia,ini rasanya enak banget,,"sambil Akbar mengunyah makanan,Vivi hanya tersenyum.


Selesai makan keduanya duduk di ruang keluarga sambil mengobrol.


"Mas,,rencana Mas mau gimana sekarang,mau kerja apa istirahat,apa langsung cari kerja,,?"


"Rencana ku besok ,Aku ingin bilang ke orang tuaku tentang hubungan kita,"Vivi terlihat kaget.


"Apa secepat itu,,?"


"Iya,,lebih cepat lebih baik,dari pada nantinya ribed karena papah Jihan sudah sering ke rumah dan membicarakan pertunangan antara Aku dan Jihan,kalau Aku tidak cepat bilang tentang hubungan kita,pasti orang tua ku mengira Aku menyetujuinya,"


"Kalau orang tua Mas ngga setuju dengan hubungan kita gimana,"


"Kita bisa pikirkan itu nanti saat mereka sudah tau tentang hubungan kita,yang pastinya mereka setuju atau ngga setuju dengan hubungan kita,Aku akan tetap menikahimu,"


"Jangan seperti itu Mas,kalau orang tua mas ngga setuju dengan hubungan kita,kita juga jangan sampai menikah dulu,ngga baik menikah tanpa restu mereka,kita harus cari cara agar mereka bisa merestui kita,kita baru menikah,"


"Tapi kalau mereka tetap ingin Aku menikah dengan Jihan gimana,,?"


"Kalau memang Mas jodoh Vivi pasti Tuhan akan memberikan jalan dan kelancaran untuk kita mendapat restu orang tua Mas,Mas jangan sampai emosi pada orang tua Mas yah,Vivi akan selalu menunggu dan menjaga cinta kita,"Vivi sambil menggenggam tangan Akbar.


"Kamu harus janji ya sayang,apa pun yang akan terjadi di depan kita nanti,kamu harus menungguku,Aku ingin menikah dan hidup bersamamu sampai tua dan ajal menjemput nanti,"Akbar lalu mencium tangan Vivi.


"Iya Mas,,Vivi janji akan menunggu Mas, Vivi juga ingin menemani Mas sampai tua nanti,kita membesarkan anak anak kita bersama,"Akbar langsung memeluk Vivi dan mencium keningnya.


"Besok kesini lagi yah,nanti setelah kamu pulang ,Aku akan pulang ke Jakarta soalnya,"

__ADS_1


"Iya Mas,,sekarang Vivi pulang dulu yah,"


"Iya,,"


Vivi lalu memesan taxsi onlaine lagi,sambil menunggu taxsinya datang mereka mengobrol lagi,mereka sambil menggenggam tangan.


Jihan sampai klinik langsung mengamuk di kamarnya,Jihan kesal karena telah di bohongi Vivi.


"Dasar wanita munafik,sok baik tapi ternyata ada niat nya,,"


"Aku harus bilang ke Tante dan om biar Vivi langsung di pecat dan dia pasti akan pulang kampung,dan pisah dengan Abang,Aku akan pulang sekarang,"Jihan lalu merapikan baju bajunya,setelah semua masuk koper Jihan keluar dari kamarnya,Jihan rupanya ingin cepat cepat pergi sebelum Vivi datang.


"Non Jihan mau kemana,,?"tanya Bibi.


"Saya mau pulang Bi,Ada urusan mendadak,"


"Oh gitu,ngga nunggu Dokter Vivi pulang,"


Jihan lalu minta antar mobil klinik sampai jalan besar,dan mamang pun mau karena tau kalau Jihan adalah anak teman bosnya.


Sekitar 10 menitan Jihan pergi,Vivi datang dan langsung masuk,Bibi langsung bilang ke Vivi kalau Jihan katanya pulang.


"Pulang Bi,,kapan,?"


"Tadi Dok,10 menit yang lalu,"


"Ada apa ya Bu,kok pulang mendadak,,?"


"Bibi aja ngga tau Dok,,"

__ADS_1


"Ya udah deh Bi,biar nanti saya yang telfon,"


"Iya Dok,,"


Vivi pun masuk ke kamar,dan menelfon Akbar,Vivi bilang ke Akbar juga kalau Jihan tiba tiba pulang tanpa memberi taunya.


Jihan sampai di Jakarta jam 12 malam,Papahnya tidak tau kalau Jihan pulang,karena sudah tidur.


Pagi harinya Papah Jihan baru tau kalau Jihan pulang saat sedang sarapan,Mba yang memberi taunya.


"Tolong panggil Jihan mba,saya mau bicara,"


"Baik tuan,,"Mba langsung ke kamar Jihan.


Jihan pun bangun dan langsung turun sambil membawa hpnya.


"Katanya besok pulangnya,kok sekarang dah di rumah,ada apa,,ada masalah,,?"


"Papah sibuk ngga hari ini,?"


"Di tanya kok balik tanya,ya papah mah selalu sibuk orang kerja,ada apa sih,,"


"Anterin ke rumah Tante Dinda yuk Pah,mumpung masih pagi mereka belum pada pergi pastinya kan,"


"Mau apa ke sana emangnya,,"


"Udah,ayo kita pergi Pah,,ini penting soalnya,"


Papah punmenurut dan keduanya langsung berangkat ke rumah Dinda.

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


kak minta ide buat judul ceritanya Fatiya dan Faiza dong,aku bingung buat judulnya,,trmakasih..


__ADS_2