Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Tiya Sampai Malu


__ADS_3

Iza dan Beni sudah sampai di Surabaya,keduanya langsung naik ke taxsi,dan akan langsung ke rumah sakit untuk melihat keponakan mereka.


Tiya,Torik ,Mamah dan Papah sudah ada di ruang rawat Vivi,Tiya sedang memangku Fatir sambil duduk.


"Mas,,wajahnya menurut Mas mirip siapa,,?"tanya Tiya pada suaminya.


"Fatir sepertinya perpaduan deh Yang,,ada mirip Abang ada mirip Kak Vivi nya,"


"Iya juga ya Mas,,ini hidungnya mirip Abang,tapi alisnya mirip kak Vivi ,,tebal,,"


"Iya,,"Jawab Torik sambil mengusap pipi Fatir.


"Mah,,Adek udah di mana katanya,,?"Abang yang bertanya pada mamahnya.


"Adek tadi bilang udah naik taxsi,bentar lagi juga sampai,,"


"Oh iya,,Kak sinih Fatir nya,,Abang juga pengin gendong,,"


"Iih,,,Abang pelit banget sih,Kaka kan belum lama,nanti aja ah,,Abang nanti kalau Kaka pulang juga bisa gendong Fatir sepuasnya,"


Saat Abang mau bicara ,pintu ada yang buka ternyata Iza yang datang berasama Beni.


"Sore semuanya,,,"Iza dan Beni langsung cium tangan dan cipika cipiki semuanya.


"Selama ya Kak sudah melahirkan,,"Iza cipika cipiki ke Vivi.


"Iya Dek,,makasih,,"


Setelah itu Iza mendekat ke Tiya dan langsung duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"Kaka,,gantian dong,Adek juga mau gendong,,"


"Eeehhh,,,Adek tunggu dulu,kamu ngga boleh gendong,,"Abang melarang Iza untuk gendong.


"Iihh,,Abang pelit banget sih,,Adek kan mau gendong,,,Mah,,pah,,itu loh Abang pelit,,"Iza langsung ngadu.


"Siapa yang pelit,,Abang belum selesai bicara sudah di potong aja,,Kalau Adek mau gendong ,cuci tangan dulu,Adek tuh dari luar dan habis perjalanan jauh,pasti tangan dan baju Adek banyak kuman,,"


"Iya sayang,Sanah cuci tangan dulu sama ganti bajunya,biar bersih,,lagian Adek orang lagi hamil jangan lake baju ketat gitu,ganti yang lebih longgar,kasihan anak Adek,,"kata Mamah.


"Iya Deh,,,Mas bantu Aku buka koper,,"Iza langsung ke Beni.


"Iya,,tunggu biar Mas yang ambilkan,"Beni membuka koper lalu mencarikan baju untuk Iza,setelah dapat Iza ke kamar mandi untuk ganti baju.


"Gimana Ben kerjaan,,kayanya makin gemuk aja sekarang,?"tanya Abang pada Beni.


"Dasar pelit kamu tuh,emang kamu ngga kasih uang ke mertua buat belanja ,?"Abang dan Beni mengobrol semuanya pun dengar,keduanya sambil bercanda.


"Ngga,,soalnya mertuaku orang baik dan kaya Bang,jadi mereka ngga butuh uang dari ku,"


"Ya Tuhan,,Mah minta uang dong ke Beni,enak amat dia hidupnya kalau ngga modal gitu,"Mah hanya tersenyum.


Sebenarnya Beni suka kasih uang ke Iza dan Iza yang kasih ke Mamah,tapi Mamah selalu nya ngga mau,dan menyuruh uang itu di tabung aja.


"Ada apa sih kaya nya seru banget,?"Iza yang baru keluar kamar mandi langsung bertanya.


"Suami kamu tuh dek Pelit kata Abang,,"kata Tiya yang menjawab.


"Enak aja,suami Adek ngga pelit yah,,sinih Kak Fatir nya,Adek mau gendong,"sambil duduk di samping Tiya.

__ADS_1


"Hati hati loh Dek,"Abang langsung bilang.


"Iya Abang,,,"Iza sudah memangku Fatir.


"Ayo Beni,Torik , Abang kita ngopi aja di kantin,,"Ajak Papah.


"Boleh deh Pah ayo,"Jawab Torik sambil bangun dari duduknya.


Abang dan Beni pun mau,mereka berempat pergi keluar.


Yang perempuan semuanya mengobrol sekitaran hamil dan lahiran.


Jam 8 malam,Iza sudah merasa lelah dan tiduran di sofa kepalanya di pangkuan mamah,Fatir sudah ada di box.


"Adek kamu mau tidur di rumah Abang apa di rumah Kaka,,?"tanya Tiya.


"Rumah Abang aja sama mamah dan papah,kalau rumah Kaka ngga enak,"


"Ngga enak,,kenapa emangnya,,"


"Adek kemarin yang terakhir tidur rumah Kaka dengar suara aneh dari kamar Kaka,jadi males tidur di sama,"


"Ada setan apa Dek,rumah Kak Tiya,?"tanya Vivi yang penasaran.


"Engga kok,,ngga ada setan,Kaka ngga pernah dengar tuh,"Tiya langsung bilang.


"Bukan suara setan kak,tapi suara kak Torik dan Kak Tiya yang lagi buat Dedek,,"Mamah,Vivi dan Tiya langsung diam karena mereka langsung paham,tapi diamnya Tiya bercampur malu,wajah Tiya sampai merah.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2