
Jihan yang melihat hpnya mati langsung meletakan hpnya di meja.
"Kenapa Fengki bisa bicara seperti itu,apa dia tau tentang Aku yang mencintai Abang,Apa Vivi cerita padanya,,?"
Jihan langsung mengambil hpnya lagi,lalu menelfon Frengki,tapi ternyata Frengki tidak mengangkatnya.
"Kenapa ngga di angkat sih,,,"Jihan terlihat kesal.
Vivi di kamar sedang tiduran dan merasa gelisah,karena dari kemarin Akbar tidak menelfonya.
"Kamu kenapa sih Mas,,apa ada masalah,kenapa dari kemarin ngga menelfon,"Sambil melihat ke kontak Akbar.
Vivi kemarin sudah mencoba menelfonya,tapi hp Akbar rupanya mati,dan sekarang juga masih mati,membuat Vivi merasa takut kalau ada apa apa dengan Akbar.
"Mas,,jangan bikin Aku takut,"Vivi sambil memeluk guling dan meletakan hpnya di dekat kepala.
Di lain tempat,rupanya Akbar baru saja sampai di Bandara Sukarno Hatta,Akbar dari kemarin memang sengaja mematikan hpnya karena sedang dalam perjalanan pulang.
Akbar harusnya pulang 3 hari lagi,tapi karena ingin membuat kejutan untuk Vivi,jadi Akbar mempercepat kepulangannya.
Akbar tidak langsung pulang ke rumahnya,orang tua Akbar dan yang lainya juga tidak tau kepulangan Akbar,Om Danu juga taunya Akbar pulang tiga hari lagi,dan Akbar sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya,Akbar bilang Om Danu mau cari oleh oleh dan mau bersantai dulu,jadi sudah pamitan ke om Danu,padahal Akbar langsung pulang,Akbar berbohong ke om Danu karena takutnya Om Danu bilang ke orang tuanya.
Akbar langsung di jemput Frengki,hanya Frengki yang tau tentang kepulangan Akbar.
__ADS_1
"Jadi kita langsung ke Vila ku yang di puncak nih,,?"tanya Frengki.
"Iya ,biar dekat sama klinik,"
"Baik lah,,"Jawab Frengki dan langsung membawa mobilnya dengan cepat.
"Freng,,apa kamu sudah dapatkan Jihan,,?"
"Belum,,ternyata dia tuh susah juga yah,kirain Aku dia tipe cewe yang gampang di dapatkan dengan di beri perhatian dan pujian saja,tapi ternyata sudah,,susah menyingkirkan nama kamu di hatinya,,"
"Yah beginilah nasib orang ganteng,"Akbar menjawab sambil tertawa ,Frengki yang mendengarnya pura pura muntah.
Woeekkkk,,,
"Emang iya kan,,buktinya cewe yang kamu taksir sukanya ke aku semua,,"
Bara benar benar bahagia sekarang,karena sudah sampai Indonesia dan sebentar lagi mau ketemu Vivi.
"Nanti tinggal jemput tin Vivi yah Freng,"
"Kok Aku sih yang jemput,"
"Ya kan Aku mau buat kejutan,ya ngga lucu kan kalau Aku sendiri yang datang menjemputnya,nanti ada masalah lagi sama Jihan ,gimana mau kan jemput Vivi,,"
__ADS_1
"Trus Aku alasan apa ngajak dianya,,"
"Ya alasan apa aja kek ,terserah kamu,"
"Ya Tuhan kenapa kamu jadi bikin pusing gini sih,,"
"Ya sekali kali ngga papa kali,,nanti Aku kasih oleh oleh kok,tenang aja,apa kamu minta apa nanti Aku kabulin,,"
"Janji yah,kamu harus tepati janjimu itu,"Akbar jawab Iya,tapi selain meminta Vivi darinya,keduanya lalu tertawa bersama setelah Akbar bicara.
Sampai di Villa Akbar dan Frengki masuk,Akbar membawa 3 koper yang sangat besar,Frengki membantu membawanya ke dalam Villa.
"Kamar kamu yang ini aja Bar,"
"Ok,,yang mana aja ngga papa,,"Akbar lalu masuk,Frengki juga masuk dan Frengki tiduran di kasur sedang Akbar masuk kamar mandi untuk bersih-bersih.
"Freng,,Sanah pergi jemput Vivi kamu,keburu sore ini,,"
"Aku tuh lagi mikir alasan apa bawa Vivi ke sini,"
"Bilang aja di vila lagi ada yang sakit,"
"Oh iya juga yah,,ya udah Aku pergi dulu,"
__ADS_1
"Iya ,nanti kalau lagi otw kesini wa yah,Aku mau siap-siap menyambut kedatangan Vivi,"Frengki menjawab iya lalu pergi.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...