Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Vivi Pulang Ke Indonesia


__ADS_3

Pagi harinya Vivi bangun dan membuat sarapan,selesai buat sarapan Vivi merapikan apartemen,karena Vivi nanti sore mau pulang ke Indonesia,jadi Vivi bersih bersih dulu ,seperti menyapu,mengepel,cuci baju juga setrika,Vivi mengerjakannya dengan cepat,jam 10 semua sudah selesai.


Akbar yang baru bangun langsung mencari Vivi.


"Sayang,,,,kamu di mana,,"kata Akbar sambil membuka pintu kamar.


"Vivi lagi di dapur Mas,,"jawab Vivi sedikit kencang.


Akbar lalu ke dapur,Vivi sedang membuat coklat hangat untuk Akbar,Akbar lalu memeluk Vivi dari belakang.


"Kok ngga bangunin sih,,"sambil menciumi pundak Vivi.


"Mas tidur nyenyak banget,jadi ngga tega bangunin nya,,ini Vivi buatkan coklat,,ayo duduk,,"Akbar lalu melepaskan pelukanya,dan duduk.


Vivi memberikan gelas yang berisi coklat hangat,lalu Akbar menikmatinya.


"Mas mau sarapan apa mau mandi dulu,,?"


"Sarapan dulu deh,,"Vivi lalu menyiapkan nya,dan Vivi juga ikut sarapan bersama.


"Kamu udah mandi Yang,,?"sambil menyuapkan sendok ke mulutnya.


"Sudah,,"jawabnya singkat.


"Hari ini kita di rumah saja yah,jangan pergi ,Aku pengin habisin waktu berdua dengan mu,,kita hanya punya waktu berapa jam lagi kan,,"


"Iya terserah Mas aja,,"


Selesai sarapan Akbar mandi,sedang Vivi merapikan kopernya,Selesai mandi Akbar membantu Vivi untuk merapikan koper karena Akbar juga membelikan oleh oleh untuk orang tuanya juga adiknya.


"Ini sudah semuanya kan,,ngga ada yang ketinggalan,,?"tanya Akbar saat akan menutup koper.


"Sudah,,nanti tinggal baju ini saja yang Vivi taro tas gendong,,"


"Jangan di bawa baju itu,di tinggal saja yah,sama ********** sekalian,"


"Buat Apa,,?"Kata Vivi merasa aneh pada perkataan Akbar.

__ADS_1


"Buat di simpan,nanti kalau Aku kangen jadi bisa peluk bajumu,,"


"Mas jangan aneh aneh deh,,"


"Ya ngga aneh Yang,,Orang cuman baju kan,,"


"Boleh bajunya tapi ********** jangan,,"


"Kenapa,,?"


"Takutnya Mas jadi menghayal yang ngga ngga,lalu Mas penasaran dan jajan di luar,,"


"Kamu tuh ngomongnya sembarangan banget sih,,"


"Ya kan Vivi takut Mas,,"


"Sepengin penginnya Mas mendingan bermain solo di kamar mandi,sembarangan jajan nanti takut kena penyakit mati nanti Aku,kamu mau kaya gitu,,?"


"Ya ngga lah,,Vivi juga pengin nikah sama Mas,,"


"Makanya jangan ngomong sembarangan,ucapan kadang jadi doa,,"


Koper selesai di tata dan di kunci,Vivi lalu mengecek paspor dan yang lainya.


Akbar sudah membeli tiket dari kemarin,jadi nanti tinggal berangkat saja,Dinda yang mengirim uang untuk Vivi beli tiket,tapi Akbar tidak memakai uang dari Dinda,Akbar membeli tiket pesawat pakai uangnya sendiri,dan uang Dinda tetap ada di rekening Vivi.


Akbar membelikan Vivi tiket kelas bisnis,Vivi tidak tau,karena Akbar belum memberi tau nya.


Akbar dan Vivi sedang duduk di sofa,keduanya duduk sambil berpelukan,keduanya seakan menikmati waktu yang tinggal berapa jam saja.


"Mas kita makan siang yuk,,ini sudah jam satu loh,"


"Kenapa sih waktu cepat banget,,"Vivi hanya tersenyum.


Vivi dan Akbar lalu ke dapur sambil bergandengan,dan Vivi memasak sisa sayuran,karena Akbar ngga pernah masak kalau sendiri.


Setelah matang keduanya makan bersama,keduanya makan dengan lahap,selesai makan Vivi merapikan dapur,kalau Akbar ke kamar duluan.

__ADS_1


Keduanya lalu tiduran di kasur,Akbar benar benar menikmati waktu yang tinggal berapa jam lagi,Keduanya saling pelukan dan menikmati ciuman.


Sekitar jam 4 sore Vivi mandi,karena mau bersiap untuk pulang ke Indonesia.


"Mas,,,mandi Sanah,,udah sore nih,,"kata Vivi saat keluar dari kamar mandi.


"Iya,,"Akbar bangun dari kasur lalu masuk kamar mandi.


Sedang Vivi memakai baju dan berdandan tipis,Akbar selesai mandi pakai baju langsung.


Vivi sudah mengendong tas di punggungnya,Akbar lalu menarik koper,keduanya keluar dari apartemen dan turun kebawah.


Di taxsi tangan keduanya tetap tidak lepas,mereka saling genggam.


Sampai Bandara juga keduanya masih terus bergandengan.


Keduanya mencari tempat duduk untuk menunggu pengumuman keberangkatan.


"Yang,,nanti kalau sudah sampai rumah langsung wa yah,"


"Iya Mas,,nanti Vivi langsung wa,"


Lalu panggilan keberangkatan menuju Indonesia sudah terdengar.


Vivi dan Akbar berdiri,Akbar lalu memeluk Vivi dengan sayang,dan menciumi rambutnya.


"Hati hati yah sayang,,"


"Iya Mas,,"suara Vivi sudah berubah,Vivi rupanya merasa sedih.


"Jaga cinta kita,,"sambil mencium kening Vivi,Vivi mengangguk,Air mata akhirnya keluar juga.


Akbar mengusap air mata di pipi Vivi,"Jangan menangis,,Aku takut ikut menangis,"Vivi mengangguk lalu tersenyum.


Vivi menarik kopernya dan dengan berjalan pelan meninggalkan Akbar,sesekali Vivi menengok ke belakang sambil tersenyum tapi muka sedih.


Vivi pun sudah masuk ke dalam dan tidak terlihat lagi,Akbar lalu keluar meninggalkan Bandara.

__ADS_1


Vivi kaget saat melihat tiketnya kelas bisnis,dan peramugari mengarahkan tempat duduk Vivi,setelah itu Vivi tersenyum Senang.


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...


__ADS_2