
Jihan sudah mengingat semuanya kejadian sebelum kecelakaan,Jihan terlihat sedih dan diam karena tidak menyangka kalau Managernya ternyata jahat padanya.
"Ada apa,,kenapa diam,,apa ada yang sakit,"Jihan masih diam.
"Apa kamu sudah ingat semua nya,,"Jihan menjawab Iya dengan pelan.
"Ya sudah jangan di pikirkan dulu,sekarang kamu harus kosentrasi untuk sembuh dulu ,biar cepat sehat,"
"Trus kenapa kamu ada di sini,kenapa kamu tau Aku kecelakaan,?"
"Itu besok aja Aku ceritakan,kamu sekarang tidurlah lagi,,"
Belum juga Frengki menjawab,tapi Frengki yang memang mengantuk selalu menguap,Jihan yang melihatnya menyuruh Frengki untuk tidur.
"Kamu juga tidurlah,pasti kamu juga capek,maaf Aku merepotkan,"
"Tidak apa apa,, Aku akan tidur setelah kamu tidur duluan,,"Jihan lalu memejamkan matanya,padahal Jihan tidak mengantuk,tapi karena Frengki bilang menunggu dirinya tidur jadi Jihan memejamkan matanya.
Frengki lalu menuju ke sofa panjang dan tidur karena memang sudah sangat mengantuk,10 menit kemudian Jihan membuka matanya,dan menengok ke Frengki.
"Ya Tuhan kenapa Aku telah menyia nyiakan nya dulu,dia laki laki yang sangat baik,dan perhatian,tapi kenapa Aku sangat bodoh telah menyakitinya,"Air mata keluar dari matanya.
"Apa ini balasan dari Tuhan untu ku,sampai Mamah dan Papah pun meninggalkanku,Tuhan ampuni dosa dosaku,Aku ingin bertobat Tuhan,,Aku akan meninggalkan dunia model tapi Aku mohon beri aku kebahagiaan,,"
Sekitar dua Jam Jihan diam merenungi semua nasibnya,sampai akhirnya Jihan pun tertidur.
__ADS_1
Akbar tidak jadi ke rumah sakit karena sudah jam 1 malam,yang tadinya mau pulang ke hotel,tapi akhirnya Akbar tidur di kos kosan Vivi.
Pagi harinya Vivi bersiap untuk berangkat kerja,Vivi sedikit kesiangan karena Akbar semalam membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang,Akbar selalu iseng.
"Mas,,Vivi berangkat dulu yah,,konci pintu Vivi taro meja,,"
"Eemmm,,iya,,emang jam berapa sekarang,,?"
"Setengah tujuh,nanti Mas temani Frengki yah,kasihan dia sendirian,"
"Iya,,kamu pulang jam berapa,?"
"Jam 4,nanti Vivi langsung ke rumah sakit tempat Jihan di rawat ,,"
"Iya,,"Vivi lalu berangkat,sedang Akbar lanjut tidur.
Setelah matang Akbar duduk di lantai dan memakan mie nya,Akbar sambil melihat ke hp.
Frengki kirim pesan bertanya kapan datang,dan Akbar menjawabnya sebentar lagi.
Lalu ada pesan dari papahnya,Akbar tidak balas tapi langsung telfon.
"Halo Bang,ada apa semalam telfon,?"
"Iya Pah,Abang mau tanya,Papah masih simpan no telfonya om Gunawan ngga,?"
__ADS_1
"Papahnya Jihan,,?"
"Iya Pah,,"
"Buat apa kamu nanyain no pak Gunawan,?"
"Ini,,Jihan sekarang ada di Brunai dan Jihan mendapat musibah,dia tertabrak mobil,"
"Ya Tuhan kok bisa,Trus gimana kondisinya sekarang,?"
"Sekarang sudah ngga kritis kok Pah,tapi tanganya patah,,"
"Kasian banget dia,kenapa kemalangan selalu menimpanya ya Tuhan,,"
"Kemalangan gimana Pah,,?"
"Pak Gunawan,papahnya Jihan telah meninggal dua bulan lalu,dia di tusuk oleh orang tidak di kenal,Papah tidak tau benar ceritanya karena Mamah mu tidak membolehkan Papah terlalu ikut campur masalahnya keluarga mereka,"
"Ya Tuhan,,,kasihan banget Jihan,jadi sekarang Jihan hidup sendirian Pah,,"
"Papah ngga tau,tapi kemungkinan iya,,"
"Iya udah Pah,Abang mau ke rumah sakit sekarang yah,mau lihat kondisi Jihan,"Papah menjawab Iya,lalu telfon pun mati.
Abang membereskan bekas makanya,dan bersiap pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..