
Akhirnya Iza dan Beni ikut Papah dan Mamah pulang ke rumah Abang,dan Tiya bersama Torik pulang ke rumahnya.
Sekarang tinggal Abang ,Vivi dan Fatir,besok Vivi sudah boleh pulang,karena Vivi dan Fatir sudah sehat.
"Sayang,,Fatir di kasih Nen dulu yang kenyang,biar nanti ngga kebangun kaya semalam,"kata Abang pada Vivi saat Vivi mau meletakan Fatir di box nya,Vivi sudah bisa jalan dan turun dari ranjang.
"Fatir juga sudah kenyang ini Mas,yang namanya bayi ya gitu kalau malam suka bangun,bukan karena lapar juga,kadang karena dia pipis apa pup,"Sambil menyelimuti Fatir.
"Oh gitu,,ya udah yuk kita tidur,"Abang menuju ranjang,"Mas ngapain naik ke situ,Mas tidur di sofa Sanah,"kata Vivi saat melihat Akbar naik ranjang.
"Ngga ah,,Mas pengin tidur sama kamu,,"Akbar sudah rebahan.
"Sumpit Mas tempatnya,"
"Ngga,,ini masih lega,ayo naik,,"Vivi lalu naik ke ranjang,dan Akbar menyuruh Vivi tidur di tanganya Agar di peluknya enak.
"Mas,,Vivi nanti KB yang sebulan sekali yah,"
"Kenapa harus KB,Emang kalau KB biar apa,?"
"Ya biar Vivi ngga hamil Mas,,"
"Kok bisa,,emang kamu ngga ingin punya anak lagi,,"Vivi hanya bisa membuang nafas pelan.
"Vivi ya pengin hamil lagi Mas ,tapi nanti kalau Fatir umur 4 apa 5 tahun,sekarang Vivi KB dulu biar ngga hamil dulu,kasihan Fatir kalau masih kecil di kasih Adek,"
__ADS_1
"Oh gitu,,ya sudah terserah kamu aja,Mas akan ikut aja apa kemauan kamu,sekarang kita tidur yah,,"
"Iya Mas,,"
"Eh tunggu dulu sayang,apa bener Mas belum boleh melakukan hubungan badan dengan kamu selama 40 hari ,?"
"Iya,,40 hari juga kadang sampai 2 bulan,itu karena tunggu masa nifas selesai Mas,kadang juga karena luka bekas operasi belum sembuh jadi suami harus tunggu sampai benar benar luka operasi nya sembuh,"
"Ya Tuhan,,lama banget sih,,ini aja Mas yang baru libur 3 hari sudah merasa pengin,gimana dong,,?"
"Ya itu derita Mas,,Mas harus menahanya kalau ngga Mas Sanah keluarin sendiri di kamar mandi,"
"Tega amat sih sama suami,,ya kan kamu bisa bantu keluarin,,"
"Ngga mau,,malas,,udah ah jangan bahas itu,,Vivi ngantuk mau tidur,,"Vivi memejamkan matanya.
"Jihan,,sayang,,kok belum tidur,,?"tanya mamah yang melihat Jihan masih ada di ruang keluarga sedang duduk dan menonton Tv.
"Iya Mah,,Mas Frengki belum pulang juga,Di telfon juga no nya ngga aktif,,Jihan jadi kuatir,"
"Tumben Frengki kaya gini sih,,udah kamu lebih baik masuk kamar dan istirahat,ngga baik tidur malam malam,Frengki mungkin ada operasi mendadak apa ada pasien yang gawat kan,kamu jangan berfikir jelek,sekarang masuk kamar aja yah,,istirahat,"
"Tapi Mah,,"
"Ngga usah tapi tapian,kasihan anak kamu di perut,pasti dia juga merasakan kalau mamahnya sedang tidak baik,,masuklah,dan berdoa yang baik ,Fengki pasti baik baik saja,"
__ADS_1
"Iya Mah,,"Jihan lalu masuk ke kamar dan tiduran,memang Jihan juga merasakan sakit karena dari tadi duduk.
Jihan tiduran di kasur,matanya sebenarnya masih mengantuk,tapi Jihan terus menahan nya,Jihan memegang hpnya dan terus berusaha menelfon Frengki.
Jihan berusaha berfikir yang baik tentang Frengki,tapi karena Jihan sudah pernah merasakan kehilangan papahnya karena kejadian yang mengerikan,jadi Jihan tetap terlinatas pikiran jelek tentang Frengki.
Jihan takut kalau Frengki kecelakaan atau ada apa-apa di jalan.
Jihan sampai menangis,,"Mass,,Aku takut,,Aku mohon kamu cepat pulang,Aku ngga mau kamu kenapa kenapa,,"Jihan terus bicara sambil berdoa juga.
Frengki memarkirkan mobilnya di garasi,setelah itu baru masuk ke dalam,rumah sudah sangat sepi,Frengki langsung masuk ke kamar .
Frengki kaget mendengar suara orang nangis di kamarnya,Frengki lalu menyalakan lampu,Jihan kaget saat lampu menyala,dan melihat ke pintu.
"Mas,,"Jihan langsung bangun dan mengusap air matanya.
"Sayang,,kenapa kamu nangis,,ada apa,,apa ada yang sakit,,"Frengki menjatuhkan tasnya dan berjalan cepat ke arah Jihan.
Frengki langsung memeluknya,Jihan menangis lagi karena merasa lega Frengki sudah pulang.
"Kamu kenapa Hem,,ada apa kenapa nangis ,apa ada yang sakit,,?"Jihan menggeleng.
"Aku takut,,Aku takut Mas yang ngga pulang pulang,,Takut mas kenapa kenapa,,karena Mas ngga bisa di hubungi,,"Frengki merasa menyesal karena membuat Jihan menangis dan bersedih,Fengki menciumi kening Jihan.
Frengki menjelaskan kenapa dirinya pulang telat,dan Frengki juga minta maaf.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...