Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik

Pengacara Tampan Milik Dokter Cantik
Akbar Mau Cari Pinjaman


__ADS_3

Akbar membawa mobilnya dengan cepat,Akbar menuju rumah sakit,rupanya Akbar ingin bersandar pada Mamahnya.


Sampai di rumah sakit jam sudah menunjukan pukul 5 sore,Akbar masuk keruang rawat Agung.


Kembar juga ada di dalam,mereka sedang mengobrol dengan Papah.


Akbar langsung duduk di sofa dan menyandarkan kepalanya di sandaran Sofa,Agung melihat anaknya terlihat kacau,Sedang Dinda yang sedang duduk di sofa langsung mengusap kepala Akbar.


"Abang pasti belum makan,Mamah ambilkan yah,,"


"Ngga usah Mah,Abang ngga lapar,"


"Harus di paksa makan sayang,jangan sampai perut kosong,kalau kamu sakit gimana,"Dinda sambil mengambil makanan yang ada di meja tadi kembar datang membawa makanan.


"Biar Mamah siapin yah,,ayo Aaa,,,"sambil menyodorkan sendok ke mulut Akbar,Akbar akhirnya membuka mulutnya.


"Apa sudah bertemu Jihan,,?"Akbar jawab sudah.


"Kalau Papahnya,,?"


"Barusan Abang dari kantornya,"


"Apa kata mereka,,?"


"Jihan tetap ingin melanjutkan perjodohan,"


"Kalau Papahnya,,?"

__ADS_1


"Kalau Dia asal kita mau ganti rugi ,gagal perjodohan pun baginya ngga masalah,karena dia lebih memilih harta,,"


"Terus apa keputusan Abang,?"


"Abang akan bayar ganti rugi Mah,,"Agung rupanya dari tadi mendengarkan pembicaraan Dinda dan Akbar.


"Uang dari mana sayang sebanyak itu,Mamah sama Papah sudah ngga ada tabungan sebanyak itu,karena uang kita sudah di pakai untuk pembangunan rumah sakit,,"


"Mamah tenang saja ,Abang ada tabungan ya walau masih kurang,kira kira kita pinjam ke siapa ya Mah,,?"


"Abang punya berapa banyak,,?"


"Abang cuman ada 8 mah,,"


"Abang uang dari mana sebanyak itu,,?"


"Papah,,papah kenapa,,mamah papah mah,,"teriak Iza.


Dinda yang dengar Iza teriak langsung bangun dan mendekati Agung.


"Papah,,papah kenapa,,?"Dinda langsung memeriksa kondisi Agung.


"Papah ngga papa,hanya nyeri saja,,"jawab Agung,sedang semuanya sangat panik dan berkumpul semuanya.


"Abang,,maafin Papah yah,,kalau kamu ingin buat kantor pengacara,buatlah itu uang jerih payah kamu, rumah sakit itu Papah akan lelang aja,dan uangnya nanti bisa buat ganti rugi itu,,"Dinda dan Akbar langsung saling tatap,mereka langsung bisa berfikir ,Agung tadi sakit karena dengar pembicaraan nya.


"Pah,,Abang ngga papa kok,biar rumah sakit itu tetap lanjut,ngga usah pikirkan keinginan Abang ,kalau Tuhan sudah mentakdirkan Abang punya kantor pasti suatu saat nanti Abang akan punya,"sambil menggenggam tangan Agung.

__ADS_1


"Tapi itu juga masih kurang kan,kamu mau cari kemana kekurangan itu,,"


"Papah ngga usah kuatir,,Abang pasti bisa mencari kekurangan itu,sekarang Papah jangan banyak pikiran dan percaya saja sama Abang,juga doakan Abang agar bisa mencari kekurangan itu tanpa ada kesulitan,"


"Iya,,Papah akan doakan,,"


Abang selesai makan berpamitan lagi untuk pergi cari bantuan,sebelum pergi Dinda bilang untuk ke rumah Tante Dea.


"Coba ke rumah Oma Dea,siapa tau Oma Dea bisa bantu,"kata Dinda.


"Iya Mah,,kalau Tante Zara kira kira gimana ya Mah,,"


"kalau Oma Dea ngga bisa kamu baru ke Tante Zara,,"


"Baik lah Mah,,Abang pergi dulu yah Mah,doakan Abang,,"


"Iya,,"


Akbar juga berpamitan pada Agung,setelah Itu Akbar membawa mobilnya menuju rumah Oma Dea.


Frengki mengantar Jihan pulang,dan Frengki sudah banyak menasehati Jihan.


"Turun lah,semoga nasehatku kamu bisa terima dan kamu bisa melupakan Akbar,"


"Iya,,terimakasih ,"Jihan pun keluar dari mobil Frengki,dan langsung masuk ke dalam rumah.


"Aku sepertinya harus pergi dari kota ini,Aku harus melupakanmu,semoga saat kita bertemu nanti kita sudah punya pasangan masing masing,,"Kata Frengki sambil melihat Ke Jihan yang masuk ke dalam rumahnya.

__ADS_1


Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2