
Tiya sudah ada di ruang bersalin,dan sedang menunggu pembukaan 10,Mamah Dinda dan Papah Agung langsung berangkat ke bandara untuk terbang ke Surabaya.
Akbar tidak jadi berangkat ke Kantor,Akbar akan menjemput orang tuanya di bandara,sekalian mau temani Tiya melahirkan,Akbar ingin melihat dua keponakanya lahir ke dunia.
Tiya ingin melahirkan normal,jadi menunggu pembukaan sampai 10 Tiya harus merasakan sakit dan mulas dulu di perutnya.
"Masss,,,sakit,,,"sambil mencengkram lengan Torik.
"Iya Sayang,,sinih Mas usap usap,,"Torik membantu mengusapi perut Tiya.
"Yang sakit bukan perut Mas,,tapi pinggang Tiya,,,"
Torik lalu mengusapi pinggang Tiya,"Mas kamu tuh niat ngga sih,,yang bener ngusapin nya,,Masih sakit,,"Torik dari tadi memang serba salah,sedang Mamah dan Kak Vivi hanya tersenyum.
"Emang enak ngadepin istri mau lahiran normal,,Aku juga dulu ngalamin kaya gitu Rik,,"kata Akbar yang meledek Torik.
"Kak Vivi ini emang masih lama yah,,?"Sambil tanganya terus mengusapi punggung Tiya.
"Itu baru pembukaan lima,jadi nunggu lima lagi,,"
"Ya Tuhan,,"kata Torik sedang Akbar justru tertawa.
"Mas,,kamu tuh malah ketawa gitu sih,,udah ah jangan ledekin Torik terus kasihan,"kata Vivi,Akbar lalu mengangguk dan diam dari tertawa.
"Sayang emang kaya gitu orang mau lahiran,kamu harus sabar dan terus dukung Tiya yah,,"Mamah Torik memberi nasehat dan semangat untuk Torik.
Vivi lalu menyuruh Akbar menjemput mamah Dinda dan Papah Agung di bandara,Akbar pun pergi.
Tiya masih terus merasakan mules yang sebentar sakit sebentar tidak sakit,sekitar jam 2 siang Mamah dan papah sudah sampai,sedang Papah Torik belum bisa datang karena ada urusan penting di kantor.
"Mah,,Pah,,sakit,,"Papah dan mamah mendekati Tiya.
Papah langsung mendekati Tiya lalu memeluknya dan mencium keningnya.
__ADS_1
"Yang sabar ya sayang,ini kodrat wanita dan semua wanita pasti merasakan nya,"kata Papah.
Mamah juga memeluk Tiya,"Sabar ya sayang,tidak lama lagi kamu akan bertemu anak anak,bayangkan yang terbaik biar kamu lebih bahagia dan senang,"
Papah bergantian dengan Torik mengusap pinggang Tiya,sedang Mamah mengusapi keringat di kening Tiya.
Saat Tiya sedang minum,Toba tiba air keluar dari inti tubuhnya.
"Mah,,ketuban nya pecah,,"
"Ini sudah mau lahiran,Vi panggil perawat,,kalian keluar aja dulu yah semuanya,,"
Vivi langsung memangil suster untuk menyiapkan semuanya,Papah agung,Mamah Torik,Akbar dan Torik keluar.
"Rik kamu kenapa keluar,kamu ngga mau nemenin Tiya di dalam,,?"kata Papah.
"Emang Torik boleh Pah,,?"
"Tapi Torik takut darah Pah,takutnya Torik lemas,"
"Benar pak besan,,Torik takut darah,takutnya nanti Torik di dalam malah jadi repotin,biar aja tunggu di luar,,"
"Kalau gitu Papah yang akan temani Tiya,"Papah masuk ke dalam.
Tiya sedang mengejan,Papah langsung mendekati Tiya dan terus memberinya semangat.
"Iya ayo terus Sayang,,kepalanya sudah kelihatan,,ayo ,,terus,,"Mamah yang memberi instruksi sedang Vivi yang ada di bawah untuk mengambil si bayi kalau keluar.
Tiya mengejan dengan kencang dan satu bayi akhirnya keluar.
Oeeee,,,oeee,,,,
Bayi laki laki keluar,Mamah yang langsung mengambil nya dari tangan Vivi,Mamah yang akan membersihkan cucunya,sebelum di bersihkan oleh mamah,Mamah memperlihatkan kepada Tiya dulu,"Sayang anak pertama kamu laki laki,dia sangat tampan dan lengkap semuanya,"Tiya mengucap sukur.
__ADS_1
Tiya sudah terlihat lemas,"Tiya jangan mengejan dulu kalau belum mulas,gunakan untuk kamu istirahat yah,"kata Vivi,Tiya hanya mengangguk.
"Pahh,,Mas Torik mana,,?"
"Torik takut darah,katanya takut kalau temani kamu di sini malah bikin repot,,sudah yah biar Torik di luar,pasti dia juga mendoakan buat kelancaran kamu melahirkan,"Sambil mengusap keringat.
"Tiya mau minum dulu apa gimana,,?"tanya Vivi.
"Ngga kak,,Tiya sudah mules lagi,,"
"Ya sudah ayo ikuti arahan Kaka yah,,"
Tiya hanya butuh 10 menit untuk mengeluarkan bayi kedua yang berjenis kelamin perempuan.
Setelah Tiya tau anaknya perempuan,Tiya langsung merasa lemas dan tertidur.
Vivi di bantu suster membersihkan Tiya dari darah dan juga menjahit inti tubuh Tiya yang sobek.
Mamah dan papah keluar dengan mengendong bayi satu satu.
Torik yang melihat kedua mertuanya keluar dengan menggendong bayi,langsung mendekatinya.
"Pah ini cewek cowok,,?"
"Ini cewek,,"
"Kalau yang di mamah,,?"
"Cowok,,,"
Torik langsung sujud sukur saat tau anaknya satu pasang cewek cowok.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
__ADS_1